Who I am ( part 2 )

Cast    : Kang Ji Young, Cho Kyuhyun, Lee Donghae, Goo Hara, Lee Jeong Min, member super junior

Genre : Romance

 

Kepalaku pusing seperti berputar-putar. Mataku pun rasanya berat tak bisa dibuka. Sepertinya lebih nyaman dengan mata terpejam seperti ini saja.

Aku menyium bau….alkohol. Ya bau ini sangat familiar bagiku. Kepalaku kembali berputar. Tiba-tiba tubuhku terguncang. Aku mendengar seseorang yang memanggil-manggil namaku. Aku ingin membalas panggilannya, tapi bibir ini terasa kaku. lalu aku mencoba untuk membuka mataku secara perlahan. Cahaya yang amat silau membuat mataku mengerjap-ngerjap. Cahaya itu kemudian memudar digantikan cahaya lampu, aku kembali fokus kepada penglihatanku.

Aku kenal tempat ini, bagaimana tidak? tempat ini adalah tempat dimana aku bekerja. Ya, aku berada di sebuah kamar rumah sakit. Tapi kenapa aku bisa berada disini? Aku juga terbaring di tempat tidur. Apa yang terjadi?

Ah aku ingat ketika aku masuk ke kamar Harabeoji tiba-tiba kepalaku berat dan berputar-purar dan semuanya menjadi gelap.

Oh ternyata aku pingsan.

“Hei nona! Syukurlah kau sudah sadar”

Aku mencari suara itu. Pandanganku beredar mencari sosok yang mengeluarkan suara itu.

“Hei aku disini” Suara itu lagi.

Ah ternyata dia disebelah kiriku. Dan..dan.. Dia , dia namja yang terakhir kali aku liat di kamar Harabeoji. Aku ingat terakhir Harabeoji bicara sebelum aku pingsan, Harabeoji menunjukku lalu berkata bahwa aku adalah calon istri namja yang sedang berbicara dengan Harabeoji. Jika aku tidak salah ingat, namja itu…namja yang berada di sampingku sekarang.

Apa benar dia calon suamiku? Ah sepertinya Harabeoji sedang bercanda. Dia kan senang sekali bergurau. Jadi tidak usah dipikirkan.

“Kau tidak apa-apa?” tanya namja ini mengagetkanku. Dia terlihat cemas dengan dahi yang berlipat-lipat.

“Ne Gwenchana. Kamsahamnida” Jawabku seadanya.

“Sungguh?” Namja ini mendekat kearah wajahku, memperhatikan wajahku. Mungkin dia ingin memastikan wajahku pucat atau tidak. Dia mendekat hingga aku bisa mencium aroma tubuhnya. Refleks mataku terpejam. Aku merasa sesuatu menyentuh dahiku.

“Ah benar. Demammu sudah turun” Namja ini tersenyum kearahku. Tangannya pun turun dari keningku.

Tunggu… Sepertinya aku kenal dengan senyum ini. Dan sepertinya wajah namja ini sangat familiar bagiku.

Aku mengamati wajahnya lagi dengan seksama. Aku perhatikan lekuk-lekuk wajahnya. Wajah ini mirip wajah….

“OMO! KAU..KAU KYUHYUN  SUPER  JUNIOR ?” aku setengah berteriak. Aku tau wajah ini, aku sangat kenal. Setiap hari aku selalu melihat wajah ini di televisi.

Dia salah satu biasku. Cho Kyuhyun, magnae super junior.

Namja ini kembali tersenyum lebar lalu dia mengangguk “Ne kau benar agassi”

DEG. Jantungku jantungku. Aigoo, kenapa artis ini ada disini? Disampingku? Mimpi apa aku semalam.

Eomma~ aku bertemu artis idolakuuu.

“Sedang apa kau disini?” tanyaku sedikit gugup.

“Aku cemas melihatmu pingsan. Wajahmu sudah seperti mayat hidup. Jadi aku membawamu kesini” jawabnya panjang lebar

Apa dia bilang?! Seorang Cho Kyuhyun cemas terhadapku? Dan dia bilang dia yang membawaku kesini? Itu berarti, dia menggendongku? Ya Tuhan hari ini aku dapat rezeki yang melimpah. Rezeki bertemu namja tampan!

Aku tersenyum senang. Aku yakin pipiku pasti sudah semerah tomat. Aku melirik kearahnya. Ingin memastikan jika ini bukan hanya mimpi.

“Kenapa senyum-senyum?” tanya Kyuhyun.

Sontak aku menjadi salah tingkah. Aku harus jawab apa? Aku jawab karena aku suka kau menghawatirkanku? atau aku jawab karena kau menggendongku? Aish itu hanya akan mempemalukanku saja.

“mmm tidak apa-apa” jawabku singkat karena aku bingung harus menjawab apa.

Oh ya apa aku harus menanyakan alasannya berada di kamar Harabeoji? Seperti tidak ada salahnya.

“Kyuhyun-ssi aku lihat, kau berada dikamar Harabeoji. Sedang apa kau disana?”

“Harabeoji?” tanyanya bingung.

Aku menangguk “dia menyuruhku memanggilnya begitu” jelasku

“Cih, sudah kuduga” kyuhyun mencibir

“Aku cucunya” jawabnya singkat.

Aku mengangguk-angguk mengerti. Eh? Tunggu…

“KAU CUCUNYA?! OMO, BERARTI AKU  SUDAH  SALAH  BICARA?! HUAAAA”

Aku terkejut bukan main. Kenapa Harabeoji tidak pernah cerita padaku. Padahal kan Harabeoji tau kalau aku suka sekali dengan super junior.

Dan..aku ingat, aku pernah cerita macam-macam soal kesukaanku dengan artis-artis idolaku tak terkecuali Kyuhyun. Aku pernah cerita jika Kyuhyun adalah namja tertampan di dunia. Aku bermimpi, ingin sekali mencium dan membawa pulang kerumahku.

Aishhh manaku tau kalau Kyuhyun malah cucunya sendiri? jadi selama ini aku cerita pada kakek biasku? Aigoo, mau ditaruh dimana mukaku ini??

“Salah bicara?” kyuhyun mengulang perkataanku.

“tidak-tidak” jawabku panik

“Kalau begitu aku pulang dulu. Istirahatlah dan cepat sembuh. Sampai jumpa” kata Kyuhyun padaku.

Kyuhyun berdiri dari duduknya. Lalu baru berjalan tiga langkah, aku memanggilnya.

 

“Kyuhyun-ssi!”

Kyuhyun menoleh kearahku.

“Kamsahamnida telah menolongku” jawabku sambil tersenyum manis.

Dia hanya balas tersenyum lalu mengangguk kecil. Kemudian dia lanjut berjalan mendekat kearah pintu. Tapi dia berhenti setelah mendengar panggilanku yang kedua.

“Tunggu!”

Aku mengutuk mulutku sendiri. Kenapa terus-terusan memanggilnya, Ji Young!

Kyuhyun kembali menoleh dengan alis diangkat. Seperti meminta jawaban atas panggilanku.

“mmm boleh minta tanda tanganmu?” aku menunjukkan selembar kertas putih di tangan kanan dan bolpoin di tangan kiri yang aku temukan di meja samping. Aku menunjukkan puppy eyesku dan senyum termanis yang aku punya.

***

Kyuhyun POV

Aku berjalan menuju kamar Harabeoji setelah keluar dari kamar perawat Harabeoji itu.

Aku mendapati Harabeoji sedang berbaring dengan tatapan kosong. Belum pernah aku melihatnya seperti ini.

Harabeoji itu orang yang yang punya sifat keras tapi sangat bijaksana. Aku bahkan sangat mengaguminya. Karena itu juga, tidak ada satu orang pun yang berani membantah dan berurusan dengan Harabeoji. Selain itu, Dia juga orang yang ulet, mau bekerja keras hingga melahirkan perusahaan-perusahaan besar yang sangat sukses di Korea.

Harabeoji menyadari kedatanganku. Dia tersenyum kaku.

“Bagaimana keadaan Ji Young?” tanya Harabeoji

“Ah perawat itu. Dia baik-baik saja Harabeoji. Harabeoji tidak perlu khawatir”

Harabeoji mengangguk-angguk lalu menoleh kearah jendela yang terbuka lebar. Memandang sinar matahari yang menerobos masuk ke dalam kamar menambah hangat musim panas Seoul.

Kami terdiam selama beberapa saat. Kemudian aku membuka pembicaraan. Aku menarik nafas panjang.

“Harabeoji” panggilku pelan. Seolah tidak mau merasa menganggunya.

Harabeoji menoleh dalam diam. Wajahnya terlihat semakin tua. Rambut hitamnya tidak tersisa sedikitpun digantikan dengan rambut putih. Begitu pula dengan jenggotnya yang didominasi dengan warna putih.

“Apa kau masih mau melanjutkan perjodohanmu?” tanyaku sepelan mungkin. Aku tidak berani menatap matanya.

“Kau tau dia pingsan karena perkataan Harabeoji mengenai perjodohan kami” lanjutku.

Aku mendengar hembusan nafasnya yang terdengar berat.

“Kau pikir aku akan menyerah? Aku akan tetap melanjutkannya apapun yang terjadi” jawabnya mantab.

***

Aku memasuki dorm yang tampak gelap. Semua member kecuali aku masih berada di Hongkong melakukan konser disana.

Aku lapar lalu menengok ke arah meja makan berharap ada makanan. Ternyata kosong. Aku bodoh sekali, siapa yang masak jika di dorm ini kosong tidak ada orang satu pun.

Aku membuka kulkas dan hanya menemukan sepiring salad.

“Aish aku bukan kambing jadi tidak mungkin aku menyentuh makanan itu!” gerutuku sendiri.

Aku membanting pintu kulkas dan berjalan kearah pintu lagi. Aku memutuskan untuk mencari makan di luar. Perutku sudah konser sejak tadi meminta untuk diisi.

Aku masuk ke sebuah restaurant fastfood.  Aku sudah memakai penyamaran yang lengkap. Sehingga orang-orang di sini tidak bisa mengenaliku.

Aku mengantri di salah satu barisan kasir dan memesan satu big burger tanpa sayuran dan minuman soda. Setelah aku bayar, aku mencari kursi yang kosong.

Aku memilih duduk di pojok restaurant. Selain agar orang lain tidak memerhatikanku, aku juga sedang ingin menyendiri. Lalu mulai menikmati burger di depanku ini. Sejujurnya aku sangat benci makan sendirian. Tapi apa boleh buat? Disini tidak ada orang yang aku kenal.

Sejenak, pikiranku melayang pada perjodohan Harabeoji. Aku harus menikah dengan yeoja yang tidak aku kenal. Cih sekalipun, aku tidak pernah membayangkan hal itu terjadi padaku. Tapi.. Aku tidak bisa menolak perintah Harabeoji. Seumur hidupku, bahkan seumur hidup keluargaku, tidak ada seorang pun yang bisa membantah Harabeoji.

Huh.. Aku menghela nafas.

“Kyuhyun oppa?” pundakku ditepuk seseorang

Aku menoleh, “Seo Hyun”

Aku sangat mengenali lekuk-lekuk wajahnya walaupun sekarang wajahnya tertutup masker. Matanya menyipit, itu berarti dia sedang tersenyum.

“Boleh aku duduk disini?” tanyanya

“Tentu” jawabku sumringah. Dalam hati, aku memekik senang, bagaimana tidak? Ini adalah makan malam pertamaku bersama Seo Hyun.Hanya berdua. Aku bahkan telah mengimpikan ini sejak dulu, tapi aku belum berani untuk mengajaknya makan bersama. Tuhan memang adil, tanpa disangka-sangka malam ini dia datang begitu saja untuk makan malam bersamaku.

“Oppa,aku kira kau berada di Hongkong” Seo Hyun memulai pembicaraan.

“Seharusnya. Tapi aku pulang tadi pagi, karena sesuatu”

Dia hanya mengangguk. Aku tidak perlu kan menjelaskan padanya kenapa aku harus pulang ke Seoul pagi ini.

“Kau sendirian Seo Hyun-ah?” tanyaku.

“Ne, yang lain makan diresturant jepang di sebrang jalan”

“Kenapa kau tidak makan disana saja?” tanyaku ingin tau.

Seo Hyun menggeleng. “Aku tidak terlalu suka makanan jepang. Jadi aku memutuskan untuk makan disini saja dan aku beruntung karena aku bertemu denganmu disini oppa” ujarnya panjang lebar.

Aku tersenyum mendengarnya. Beruntung dia bilang? Seharusnya aku yang beruntung bisa melihat wajahmu malam-malam begini.

Aku sangat menyukaimu Seo Hyun. Apa kau tidak tau? Kenapa kau tidak peka? Hah. Aku sudah menyukaimu sejak dulu. Tapi lagi-lagi aku tidak punya keberanian untuk mengatakannya.

Aku jadi ingat masalah taruhan beberapa minggu yang lalu. Apakah aku harus mengatakan perasaanku sekarang?

“Seo Hyun”

“ne?”

“A..aku s..”

Sekelebat, wajah perawat itu melintas diotakku. Membuatku terbatuk-batuk.

UHUK UHUK

“Kau tidak apa-apa oppa?” tanya Seo Hyun dengan nada khawatir. Seo Hyun menyodorkan segelas soda ke arahku.

“tidak apa-apa. Gomawo” Aku langsung meneguk soda itu.

“tadi oppa mau bilang apa?” tanyanya

“tidak tidak”

Benar. Masalah perjodohan itu. Jadi aku tidak bisa mengatakan perasaanku pada Seo Hyun sekarang. Tapi suatu saat nanti pasti aku akan mengatakannya.

Aku harus bicara dengan Harabeoji. Menyelesaikan masalah pertunangan ini dengan segera.

“Aku sudah selesai makan. Aku harus kembali ke vanku oppa. Sampai jumpa” pamitnya.

“mmm kau mau aku antar?” tawarku.

Dia tersenyum “Tentu” jawabnya pendek tapi nyaris membuat jantungku lompat dari tempatnya.

Aku memberanikan diri untuk menggamit tangannya, mengepalnya dalam telapak tanganku dan mulai berjalan berdampingan. Seohyun tidak tampak menolak tanganku, dia malah tesenyum lalu mengikuti berjalan disampingku.

Aku berhenti di depan van snsd. Sepertinya member snsd belum kembali.

“Mereka belum kembali oppa” ucapnya seraya tau apa isi pikiranku.

Tangan Seohyun bergerak-gerak. Aigoo, aku baru sadar aku belum melepaskan genggamanku. Segera aku melepaskan tangannya. “Miane” jawabku sambil tersenyum malu.

“Gwenchana oppa. Terimakasih telah mengantarku” Dia membungkuk kecil sambil tersenyum.

“Masuklah” suruhku agar dia masuk kedalam vannya.

“Ne oppa. Oppa juga pulanglah, ini sudah malam” ujarnya.

“Ah aku akan pulang Seo Hyun. Selamat malam. tto poepketsumnida!”

Aku melambaikan tanganku kearahnya. Lalu berjalan membelakanginya.

“Kau harus menungguku Seo-ya” gumamku kecil.

***

Ji Young POV

Aku mengambil gelas kecil dan tiga kapsul obat yang ada disebelahku. Aku memakan tiga kapsul tersebut sekaligus.

Huh, sebegitu kesepiankah aku? Aku merasa sendirian hidup di dunia ini. Sekarang aja, saat aku sakit dirawat dirumah sakit, tidak ada satu orang pun yang menjengukku.

Beberapa minggu yang lalu aku masih punya Eomma. Jika dia tau aku sakit seperti ini, pasti dia akan merawatku, menyuruhku minum obat dan makan yang banyak. Aku merindukanmu Eomma~

KLEK

Seseorang masuk. “Sore Ji Young-ah”

Lee Jeong Min melambai kearahku sambil tersenyum.

“Sore juga dokter muda”

Lee Jeong Min mengecek keningku. Lalu mengecek detak jantungku dengan stetoskopya.

“Apa aku sudah boleh pulang oppa?” tanyaku berharap dibolehkan. Aku sudah bosan dirumah sakit, padahal baru berapa jam saja.

“Tidak, kau ini baru pulih dari demam dan lihat wajahmu masih sedikit pucat”

“Hanya sedikit kan? Apa aku sudah tidak demam lagi?”

“Ya, tapi kau perlu istirahat untuk memulihkan kondisimu”

“Nah, aku sudah tidak demam lagi. Ayolah bolehkan aku pulang. Aku bosan disini” Lagi-lagi aku memasang puppy eyesku.

“Jangan keras kepala Ji Young”

“Aku mohon… Aku lebih nyaman istirahat dirumah”

“Aish, baiklah. Tapi aku akan mengantarmu pulang” jawabnya pasrah “eits..jangan membantah!” lanjutnya sedikit membentak.

Aku menanggapinya dengan tersenyum lebar. Aih aku senang bisa pulang. Aku rindu suasana rumah.

***

Dengan terpaksa, aku menyetujui Lee Jeong Min, dokter muda itu untuk mengantarku pulang.

Lee Jeong Min membukakan pintu mobilnya lalu menuntunku masuk ke dalamnya. Kemudian dia masuk ke pintu satu lainnya. Sejenak, dia tersenyum memandangku, baru dia menjalankan mobilnya.

“Aku sudah lama berteman denganmu, tapi aku belum pernah ke rumahmu” ujar Jeong Min

“Seharusnya kau tidak perlu mengantarku oppa, aku bisa pulang sendiri. Lagipula rumahku kan tidak jauh jadi aku bisa berjalan kaki” sahutku

“Sudah aku bilang kan Young-ah, kau tidak boleh membantahku”

Aku hanya memandang lurus ke jalan yang tampak sepi. Setelah itu tidak ada pembicaraan diantara kami lagi.

“Rumahmu dimana?” tanyanya.

“Sepuluh rumah dari sini. Rumah bercat hijau yang paling kecil”

Jeong Min mengangguk-angguk.

Mobil Jeong Min berhenti tepat di depan rumahku.

“Kamsahamnida oppa. Mau mampir?” tanyaku.

“Tidak, ini sudah sangat malam” tolaknya halus.

“Baiklah, sampai jumpa besok pagi oppa”

“Ji Young, kau boleh izin tidak bekerja esok hari”

“Ah tidak, besok pagi pasti aku sudah sangat sehat”

aku membuka pintu mobil lalu turun.

“Sampai jumpa Ji Young, istirahatlah”

Aku tersenyum “Dan kau berhati-hatilah oppa” Aku melambaikan tanganku hingga mobil Jeong Min tidak terlihat lagi.

***

Aku memasukkan seluruh bajuku dan baju eomma ke dalam dua koper besar. Hari ini rumahku akan disita. Setelah itu, aku tidak tau lagi mau tinggal dimana. Aku sudah membayangkan akan tidur di emperan toko lagi seperti dulu. Toh, aku sudah sedikit terbiasa dengan hal itu.

Aku menaruh dua koper besar di depan pintu rumahku. Aku sudah siap jika rumah ini akan disita.

Sekarang, aku harus bekerja dulu dan melupakan hal-hal itu.

Rumah sakit begitu ramai hari ini. Para perawat sibuk dengan tugasnya masing-masing. Termasuk aku.

“Hai Harabeoji” sapaku saat membuka pintu kamar Harabeoji.

Tidak seperti biasanya. Harabeoji hanya diam saat aku sapa. Biasanya dia akan mengomel karena aku lagi-lagi telat atau berteriak mengajakku main games. Tapi kali ini tidak. Aneh.

“Kau tak apa Harabeoji?” tanyaku memastikan. Soalnya kemarin aku kan tidak merawatnya karena tragedi pingsan mendadak. Jadi aku tidak tau kondisi Harabeoji.

“Tidak” jawab Harabeoji singkat.

Ah mungkin lebih baik Harabeoji begini saja. Bukannya seharusnya aku senang kalau Harabeoji tidak bawel seperti biasanya? Tapi kok rasanya aneh ya?

Dari pagi hingga sore, Harabeoji tidak berbicara sepatah katapun. Aku juga sudah memancingnya beberapa kali agar dia marah. Tapi hasilnya nihil.

Aku sedang mengganti infus Harabeoji ketika seseorang masuk.

“Annyeong!” sapa orang yang baru masuk itu.

Aku tercengang melihatnya hingga infus yang kupasang terjatuh.

“Aish kau ini bagaimana Ji Young!” bentak Harabeoji.

Aigoo, Kyuhyun. Hari ini dia tampan sekaliiii. Dia pakai kaos kuning lengan panjang dengan celana panjang bahan berwarna putih. Simple tapi cukup menggoda iman!

“Kyu, aku sudah menunggumu sedari tadi” kata Harabeoji

Kyuhyun hanya mengangguk lalu mengambil salah satu kursi dan duduk di sebelah Harabeoji.

Aku memutuskan untuk berpura-pura sibuk sendiri dengan lap kaca ditanganku. Membersihkan jendela, bukanlah hal yang buruk menurutku sambil menguping tentunya. Haha

“Harabeoji bagaimana keadaanmu?” tanya Kyuhyun. Aku tau dia hanya berbasa-basi saja.

 

“Kyu, aku mau kau melanjutkan rencanaku” Harabeoji mengabaikan pertanyaan Kyuhyun.

Selama beberapa beberapa menit Kyuhyun tidak menjawab.

“Aku tidak bisa Harabeoji. Maaf. SM hanya memperbolehkanku menikah diusia 30 tahun” ujar Kyuhyun

“Kau tenang saja, aku bisa mengatur semuanya. Aku hanya ingin memastikan kau mengikat diri bersama dia untuk selamanya”

Jadi Cho Kyuhyun akan menikah? Dengan siapa? Aigoo ini berita panas namanya. Aish aku tidak rela Kyuhyun akan menikah!

“Tapi kenapa harus dengannya? Aku bisa cari calon sendiri!” Nada suara Kyuhyun mulai meninggi.

“Kau jangan sekali-kali membantahku Cho Kyuhyun!” Harabeoji pun membentaknya.

Kasian juga ya Kyuhyun. Dia harus dijodohkan. Tapi aku penasaran, siapa yang Kyuhyun bilang ‘calon’ itu. Apa Victoria Fx? Atau Seo Hyun snsd? Aku hanya mendengar nama mereka berdua di gosip televisi. Mereka berdua disebut-sebut punya hubungan istimewa dengan magnae superjunior itu.

“Ji Young!” panggil Harabeoji.

Aku segera meninggalkan lap kacaku dan mendekat kearah Harabeoji.

“Ne?”

“Sudah waktunya kau pulang bukan?” tanya Harabeoji.

Aigoo, ini sudah lewat satu jam waktuku pulang. Haish acara mengupingku terlalu seru.

“mmm ne Harabeoji”

“Kyu, antarkan dia pulang!” perintah Harabeoji.

“Ayo aku antar kau pulang”

Kyuhyun menarik tanganku keluar kamar.

Aku bisa melihat senyuman Harabeoji kearahku. Aku melambaikan tangan kepadanya. Dalam hati aku berkata ‘Terima kasih Harabeoji ‘

“Rumahmu dimana?” tanya Kyuhyun ketika sudah masuk mobil.

“Di ujung jalan sana” aku menunjuk kearah jalan di ujung rumah sakit.

Kyuhyun hanya mengangguk-angguk, lalu kembali fokus dengan stir mobilnya.

Aku shock ketika melihat isi mobil ini di jok belakang. Mobil ini kondisinya seratus persen parah. Kaset game tergeletak dimana-mana, juga baju-baju berserakan di lantai mobil, di bangku, bahkan tergantung di jendela dengan kondisi mengenaskan.

“Ah ya aku lupa membereskannya” ujar Kyuhyun seakan tau isi pikiranku.

Kyuhyun lalu memutar sebuah lagu. Aku mendengarkannya dengan seksama hingga lagunya selesai.

“Bagaimana?” tanya Kyuhyun

Aku mengerutkan kening tanda tidak mengerti.

“Bagaimana komentarmu dengan lagunya?” Kyuhyun memperjelas.

“Bagus” jawabku singkat.

“Hanya bagus?” Kyuhyun menggeleng-gelengkan kepalanya.

“mmm enak didengar. Ini lagu siapa?” tanyaku.

“Laguku nanti akan dibuat sebagai ost. Tapi aku kurang yakin dengan lagunya. Aku takut orang tidak akan suka”

“waaa bagus kok. Serius deh! Aku suka banget” jawabku sambil tersenyum lebar kearahnya.

TUING

Tiba-tiba Kyuhyun menoyor kepalaku seenaknya. Hingga aku nyaris kejedot kaca.

“Jangan berlebihan” ucapnya.

Aku mengerucutkan bibirku. Sekarang, aku baru merasakan betapa evilnya makhluk disebelahku ini.

Aku mengelus-elus keningku yang baru aja ditoyor oleh magnae setan yang sangat sangat tampan.

“Aku serius, lagunya bagus kok!” kataku

Kyuhyun hanya mendengus. Lalu diam menatap jalan kedepan.

“Itu rumahku”

Mobil Kyuhyun berenti tepat di depan rumahku. Tapi… Aku melihat dua orang berjas hitam yang waktu itu sedang berdiri di depan rumahku.

“Sepertinya ada tamu” ucap Kyuhyun.

Aku menggigit bibirku. Lalu bergegas turun dari mobil.

Kedua namja berjas hitam itu, tersenyum licik dari arah kejauhan.

“Hai Nona, mulai hari ini, rumah ini resmi disita. Dan menjauhlah! Bawa barang-barangmu pergi dari sini!”

***

Kyuhyun POV

Yeoja itu keliatan panik ketika melihat ada dua orang namja sedang berdiri didepan rumahnya. Dia langsung turun dari mobil dan berlari kearah rumahnya. Mereka berbincang sebentar lalu dua namja itu melempar dua koper besar kearah Ji Young, yeoja itu.

Ada apa ini? Kenapa yeoja itu diam saja diperlakukan seperti itu?

Aku turun dari mobil menghampiri dua orang berjas hitam itu.

“Hei apa-apaan kau?!”

“Haish siapa lagi ini?” orang berjas hitam itu melirik ke arah Ji Young meminta jawaban.

“Ada urusan apa kalian dengan Ji Young? Kenapa kalian berteriak-teriak di depan rumahnya?!!” Aku mulai emosi

“Kau tanya saja dengan yeoja itu” ucap mereka dengan santai. Lalu mereka berjalan pergi meninggalkan kami.

Aku menoleh ke arah Ji Young berharap menemukan jawabannya.

Tapi,, Aigoo, yeoja itu malah menangis. Dia berjongkok di sebelahku sambil membenamkan wajahnya di pangkuannya.

Aku ikut jongkok di sebelahnya dan mengusap punggungnya pelan berharap dia akan berhenti menangis. Aku tidak pernah melihat yeoja nangis didepanku, selain nunaku tentu saja.

Ji Young menengok ke arahku. Wajahnya merah dipenuhi air mata.

“Rumahku disita”

***

Kami tiba di rumahku. Aku memutuskan untuk membawanya sementara tinggal dirumahku. Dia memang belum menceritakan semuanya. Aku juga tidak tega menuntut penjelasannya sekarang, berbuhung dia terlihat sedih dan lemah.

Setelah dia bilang kalau rumahnya telah disita, aku tau, dia bingung mau tinggal dimana. Yasudah, aku menawarkan untuk tinggal dirumahku. Awalnya dia sempat menolak, tapi apa daya kekuatanku lebih besar dari pada gadis lemah itu, aku gendong secara paksa saja ke mobilku. Setelah itu, dia diam tidak menolak dalam perjalanan menuju rumah.

Sekarang, gadis ini tengah tertidur pulas di kursi penumpang disampingku. Wajahnya tampak lelah dengan penuh keringat. Aku tidak tega membangunkannya, lalu aku putuskan untuk menggendongnya ke kamar tamu.

Nuna yang baru saja keluar dari kamarnya, melihatku yang sedang menggendong Ji Young.

“Astaga kyu, siapa perempuan itu? Kau apakan dia?! Jangan bilang kau sudah mengajaknya mabuk lalu kau menidurinya? itu tidak benar bukan??” pertanyaan-pertanyaan mulai muncul dari bibirnya. Nuna kelihatan cemas dan juga marah.

“Tentu saja tidak. Nanti akan aku jelaskan. Lebih baik sekarang, nuna bantu gantikan bajunya” jawabku santai sambil berlalu kearah dapur. Kerongkonganku kering sejak tadi.

Setelah nuna sudah membantu menggantikan baju Ji Young dan dia menemukanku di dapur sedang minum, dia masih tetap meminta penjelasanku.

Nuna duduk dihadapanku dengan wajah serius meminta penjelasan.

“Bukankah dia perawat Harabeoji?” tanya nuna penuh selidik.

Aku hanya mengangguk.

“Sekarang, katakan padaku ada apa?”

“Aku lelah Nuna” jawabku malas

“Aku tidak perduli! Kau jelaskan padaku sekarang juga, atau akan aku banting PSP dan Laptopmu!” ancamnya sadis. Nuna memang tidak pernah main-main dengan ancamannya. Ketika aku masih bersekolah, dia pernah membanting PSP yang baru berumur dua hari dan membuang kaset gamesku.

“Namanya Ji Young, dia perawat Harabeoji di rumah sakit dan kau sudah tau itu. Aku mengantarnya pulang, dan ketika kami sampai disana, rumahnya disita. Berhubung aku baik hati, aku bawa dia kerumah untuk sementara tinggal disini. Apa kau keberatan?”

“Tentu saja tidak. Aku bahkan senang dia tinggal disini. Aku jadi punya teman memasak dirumah. Kyu dia calon istrimu bukan?” tanya nuna dengan penuh senyum evil. Senyum yang aku miliki juga.

Aku mengabaikan pertanyaannya dan berlalu ke kamarku. Ketika aku melewati kamar tamu, tiba-tiba kakiku berhenti sendiri. Aneh memang, tapi rasanya aku ingin melihat Ji Young dahulu sebelum aku tidur. Aku ingin memastikan dia tidur dengan nyenyak.

Aku membuka pintu kamarnya perlahan, berjalan mendekatinya. Aku memerhatikan wajahnya yang tampak tidak nyaman. Keningnya berkerut dan dahinya berkeringat. Tiba-tiba dia mengigau

“Eomma…Appa…” gadis itu menangis tapi matanya masih tertutup pertanda dia masih bermimpi di alam tidurnya.

Aku mengelus puncak kepalanya agar dia tenang. Beberapa menit kemudian, Ji Young kembali tenang dan nafasnya mulai teratur.

“Apa sebegitu beratkah?”

***

Author POV

“Yeoboseyo”

“Yeoboseyo, ah kau”

“Ne, kau masih di Amerika?”

“Ne, satu tahun lagi aku akan pulang ke korea”

“Aku pasti akan merindukanmu”

“Tentu saja”

“Ah mengenai rumah itu, aku serahkan padamu saja biar kau yang urus”

“baiklah, lalu bagaimana dengan rencana kita?”

“Kau jangan khawatir, aku pastikan semua berjalan sesuai rencana”

“Aku percaya padamu”

***

Ji Young POV

Aduh, badanku rasanya lemas, mukaku juga Lembab. Aku mengerjap-kerjapkan mataku. Mengumpulkan kesadaranku sepenuhnya. Aku melihat ke sekelilingku, kamar yang luas dan nampak nyaman dengan barang-barang beraksen classic.

Aigoo aku ada dimana? Aku baru sadar bahwa ini bukan kamarku. Aku tidur dimana ini? Aku melirik kearah pakaianku, dan… Siapa yang menggantikan pakaiankuuuu?

“HUAAAAAAAA” aku berteriak sejadi-jadinya. Shock dengan apa yang terjadi setelah aku bangun tidur.

Pintu kamar terbuka dan muncul seorang perempuan cantik dan juga anggun.

“Sssiapa kau?” tanyaku gugup. Perempuan itu tertawa melihatku.

“hahaha kau takut padaku? Apa aku seperti seorang penjahat perempuan?”

“Kenalkan, namaku Cho Ahra, aku kakak Kyuhyun”

Aku tertunduk malu karena sempat mengira yang tidak-tidak olehnya.

“Tenanglah, Kyuhyun sudah menceritakan semuanya. Kau akan menjadi temanku dirumah ini. Cepat kau mandi, lalu kita sarapan! Bibi Fang sudah membuatkan sandwich special untukmu”

***

Ahra onnie sangat baik dan bersahabat. Sifatnya periang dan manis berbeda dengan Kyuhyun yang bersifat evil. Meski aku mengagumi suara dan wajah tampannya.

Kami duduk sarapan dimeja makan yang sangat besar. Meja makan untuk dua belas orang. Tapi, sekarang, di meja makan ini hanya ada aku dan ahra onnie saja.

“Eomma dan appa tinggal di Eropa. Appa punya perusahaan besar disana. Tapi terkadang dia balik ke Korea untuk mengurus perusahaan Harabeoji” ujar Ahra onnie. Sepertinya dia tau apa yang ada dipikiranku. Tapi dia terlewat satu hal.

“Dan… Kyuhyun?” tanyaku pelan.

“Ah dia, tentu saja dia sibuk dengan boybandnya. Jangan bilang kau tidak tau siapa Kyuhyun?”

“Magnae super junior yang terkenal mempunyai sifat evil” kataku dibarengi tawaan kami berdua.

“Dia memang seperti itu sejak kecil. Dingin tapi cerdas. Dia satu-satunya cucu yang sangat disayangi Harabeoji. Aku fikir, dia akan menjadi pewaris tunggal perusahaan besar Harabeoji” jelas onnie

Aku hanya manggut-manggut mendengar penjelasannya. Aku tidak bisa membayangkan betapa kayaknya keluarga ini. Dan pasti kekayaan yang nantinya dimiliki Tuan muda Kyuhyun. Popularitas dan kekayaan adalah keinginan semua orang, dan itu mudah sekali didapat oleh seorang Cho Kyuhyun. Beruntung sekali dia!

“Onnie, aku harus berangkat bekerja sekarang” pamitku kepadanya.

“Tidak, mulai dari sekarang, kau akan merawat Harabeoji dirumah ini. Sebentar lagi Harabeoji datang”

“Tapi onnie, bagaimana dengan pihak rumah sakit?”

“tenang saja, apapun bisa Harabeoji lakukan” jawabnya enteng.

Memang benar, jika seseorang sudah mempunyai banyak uang, maka dia bisa mengatur segalanya sesuai dengan kehendaknya tanpa memikirkan pendapat oranglain. Batinku kesal.

TINTIN

“ah itu dia Harabeoji!”

***

“Ji Young, kau betah tinggal dirumahku?” tanya Harabeoji.

Dia sudah berbaring dikamar yang luasnya bahkan lebih dari rumahku. Bahkan dikamar ini terdapat perpustakaan dan kamar mandi yang juga tentunya besar.

“Terima kasih karena telah menerimaku tinggal dirumah ini”

“Anggap saja ini rumahmu, dan akan menjadi rumahmu juga” katanya dengan penuh senyum diwajahnya.

Aku hanya mengerutkan kening. Tidak mengerti dengan apa yang Harabeoji katakan. Memang biasanya kan, orang yang sudah tua itu suka asal bicara, jadi untuk apa dipikirkan.

“Ahra, telfon eomma dan appamu, suruh mereka pulang besok pagi”

Onnie tampak shock atas perintah barusan. “Apa tidak terlalu cepat?”

“Kerjakan saja apa yang aku perintahkan” jawab Harabeoji tegas.

***

Mulai hari ini dan entah sampai kapan, aku harus mengurusi Harabeoji dirumahnya. Terpaksa aku akan tinggal disini untuk waktu yang belum ditentukan. Seharusnya aku bersyukur bisa tinggal disini, dirumah yang sangat mewah. Jika mereka tidak membawaku untuk tinggal disini, sudah pasti aku akan tidur di emperan toko pinggir jalan. Tapi entah mengapa, aku merasa tidak nyaman tinggal disini, mungkin karena aku belum terbiasa dan aku juga tidak ingin merepotkan keluarga ini.

Semua orang pasti iri padaku, karena bisa tinggal dirumah seorang Cho Kyuhyun. Siapa sih yang tidak kenal dengan Cho Kyuhyun, magnae super junior? Memang sih, aku cuma sebatas perawat kakeknya. Tapi jangan salah, dirumah ini, aku bisa melihat Kyuhyun dari jarak dekat. Makan bersama dia di satu meja yang sama dan bahkan aku pernah melihatnya keluar kamar mandi hanya menggunakan celana tanpa menggunakan kaos. Aigoo wanita mana yang tidak akan ngiler melihat postur tubuh Kyuhyun yang sixpeck dan berotot? ^^

Pagi ini, keluarga Cho Kyuhyun berkumpul di meja makan yang besar. Harabeoji menyuruhku juga untuk ikut sarapan dengan mereka di meja yang sama. Ahra onnie duduk di sebelahku dan Kyuhyun duduk tepat di depanku.

Tuan dan nyonya Cho pulang pagi hari dari Eropa. Mereka pulang karena diberi perintah oleh Harabeoji. Sepertinya ada yang ingin disampaikan Harabeoji.

“Baiklah karena kalian semua telah berkumpul, saya ingin mengutarakan sesuatu yang selama ini sudah saya rencanakan baik-baik” kata Harabeoji lugas dan tegas

Tuan dan nyonya Cho tampak serius mendengarkan, sedangkan manusia di depanku, Kyuhyun tampak masa bodoh dengan ucapan Harabeoji.

“Lansung pada poin utamanya, aku akan menikahkan mereka, Kyuhyun dan Ji Young”

“MWO?!!” aku, onnie, tuan dan nyonya Cho serempak berteriak, kecuali Kyuhyun. Sontak semua mata tertuju kearah aku dan Kyuhyun.

Aku hanya bisa menggeleng gugup dan Kyuhyun tetap santai melanjutkan makannya tanpa menghiraukan tatapan-tatapan mereka.

“Kenapa dengan Ji Young? sepertinya Kyuhyun belum mengenal lama dia kan? Bahkan aku tidak tau asal usul keluarganya” ujar nyonya Cho

“Aku sangat mengenalnya, aku tidak memandang bagaimana seluk beluk keluarganya, dan aku menyukainya” jawab Harabeoji mantab

Aku hanya bisa melongo mendengar pembicaraan ini. Apa-apaan ini? Mereka memutuskan hanya dari satu pihak, tanpa mendengar bagaimana pendapatku? Aish memang dasar orang kaya maunya seenaknya sendiri!

“Tapi Harabeoji, aku tidak tau apa-apa mengenai hal ini, tolong jelaskan padaku. Bagaimana bisa aku menikah dengan laki-laki yang tidak aku suka?” aku berusaha menyela

“Ji Young, aku tau kau menyukainya. Bukankah kau fans beratnya? Kau bahkan pernah bilang jika kau bertemu dengan Kyuhyun, kau ingin menciumnya dan membawanya pulang. Benar bukan?” Harabeoji tersenyum lebar begitu juga dengan Ahra onnie yang cengigisan.

Haisssshhh memalukaaaan!! kenapa hal semacam itu masih saja diingat-ingat!! Aigoo mau ditaruh dimana mukaku sekarang

“Aku selesai makan. Aku pergi” kata Kyuhyun dingin. Dia pergi begitu saja dengan raut wajah yang tidak bisa ditebak.

***

Kyuhyun POV

aku pergi begitu saja meninggalkan meja makan dengan orang-orang  yang masih tampak shock dengan keputusan Harabeoji. Hah aku sudah bisa menduganya. Untuk apa eomma dan appa disuruh kembali ke Korea kalau tidak membicarakan masalah itu?

Lihat wajah gadis itu, cih sungguh memuakkan! Aku tau dia hanya pura-pura shock dan sedikit membantah, padahal di dalam hatinya, dia sangat mengingikanku. Dia itukan fans beratku, mana mungkin dia menolak tawaran menggiurkan seperti itu.

“Hei Kyu, kenapa kau kemari?” tanya Sungmin Hyung yang baru keluar dari kamarnya.

“Yak! Aku ini juga member super junior! Masa aku tidak boleh datang ke dormku sendiri” jawab Kyuhyun

“Hari ini kan kau tidak ada jadwal. Biasanya jika dihari seperti ini, kau pasti seharian akan main game di rumahmu atau membeli kaset-kaset games itu” ujar Sungmin. Dia berjalan menuju pendingin minuman, mengambil sekaleng cola, lalu duduk di samping Kyuhyun.

“Hyung, aku….aku..aku dijodohkan”

“MWO?!” teriak Sungmin diikuti dengan semburan colanya yang mengenai celana Kyuhyun.

“Yak! Aishh kau ini jorok sekali” Kyuhyun menebas-nebaskan celananya yang dibasahi cola.

“Kau serius Kyu? Siapa calon istrimu itu? Apa dia cantik?” tanya Sungmin penasaran.

“Dia perawat Seoul international hospital. Tapi sekarang menjadi perawat pribadi Harabeoji dirumah. Entah kenapa, Harabeoji tertarik dengannya, dan dengan keputusan yang dia buat sendiri, dia akan menjodohkanku dengan gadis itu” terang Kyuhyun

“Lalu bagaimana dengan Seo Hyun?”

Kyuhyun membenamkan wajahkan di dua telapak tangannya, lalu mengacak-acak rambutnya kesal.

“Aku tidak tau Hyung. Kau tau kan, aku sudah menyukainya sejak lama” jawab Kyuhyun kecewa

“Aku tau Kyu. Tapi menurutku, kau patut mencobanya terlebih dahulu. Yah sebelum kau menikah, kau kan punya waktu banyak untuk mengenalnya. Lagipula kau kan tidak bisa menolak permintaan Harabeojimu itu” ujar Sungmin

“Kau benar. Tapi apa kau pernah membayangkan jika kau harus melepaskan seseorang yang sangat kita suka untuk selama-lamanya?”

***

Ji Young POV

Aku harus menyebut ini mimpi baik atau mimpi buruk?

Jujur, aku merasa bersyukur karena aku akan menjadi calon istri biasku. Cho Kyuhyun. Tapi apa aku akan hidup bahagia jika salah satu diantara kami hanya terpaksa?

Aku sangat tau, Kyuhyun pasti tidak setuju dengan perjodohan ini. Orang setampan, setenar, dan sekaya Kyuhyun seharusnya mempunyai pendamping hidup yang sepadan dengannya. Seo Hyun mungkin? Aku tau Kyuhyun menyukainya. Aku pernah melihat Kyuhyun tersenyum menonton Seo Hyun di acara reality show. Tatapannya beda meski hanya dibalik kaca.

Apa aku sebegitu kejamkah jika aku menerima perjodohan ini?

Aku mengacak rambutku gusar, tengkurap di atas tempat tidur,dan membenamkan wajah di atas bantal.

TOK TOK TOK

pintu kamarku diketuk. Aku bergegas membuka pintu dan mendapati Kyuhyun. Dia mendorongku masuk kamar lalu menutup pintu.

“Aku tidak suka basa basi. Jadi langsung saja aku katakan bahwa aku sama sekali tidak tertarik denganmu”

DEG

“Dan dengar, aku sudah menyukai gadis lain. Kau tau Seo Hyun? Ya aku sudah menyukainya sejak lama”

Tenggorokkanku tercekat, kakiku kaku, dan air mataku…ah tidak jangan sekarang

“aku tau kau biasku. Apa seorang fans tega membiarkan biasnya menderita?” tanyanya sambil menyunggingkan senyum di sudut bibirnya.

Aku hanya dapat menggeleng pelan. Lalu menatapnya dengan takut-takut

“Ah bagus! Kalau begitu bisakah kau membantuku? Membicarakan hal ini kepada Harabeoji agar dia membatalkan keputusannya?” ujar Kyuhyun tersenyum senang. Dia mengacak rambutku lalu melenggang pergi keluar kamar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s