Who I am ( part 1 )


Cast    : Kang Ji Young, Cho Kyuhyun, Lee Donghae, Goo Hara, Lee Jeong Min, member super junior

Genre : Romance

Ji Young POV

Angin malam Seoul berhembus menggelitik kulitku membuat tubuhku menggigil.Bahkan jaket tebal yang aku pakai tak cukup untuk menghangatkan tubuhku.

Aku berjalan menuju rumah kecil di pinggir kota Seoul. Rumah yang sudah aku tempati selama tiga tahun terakhir bersama eomma yang aku sangat sangat sayangi.Karena eommalah duniaku kembali.

“Eomma~ aku pulang~”

Eomma datang dari balik pintu kamar. Aku langsung menghambur kepelukan eomma seperti biasa. Hal yang membuat aku ingin cepat pulang kerja adalah rindu dengan pelukan eomma. Pelukan eomma hangat, bahkan lebih hangat dari jaket tebal yang aku pakai.

“Aigoo anak eomma manja sekali”

Bau tubuh eomma sangat khas yang bisa membuatku tenang.

Aku melepaskan pelukanku lalu eomma menggiringku duduk di sofa ruang tengah.

“Bagaimana kerjamu hari ini?”Tanya eomma setelah kami duduk.

“mmm seperti biasa. Ahjussi itu semakin hari semakin menyebalkan”

Eomma mencubit hidungku.

“Aish dia itu menyebalkan eomma, ahjussi itu bawel sekali” lanjutku.

“Dia begitu karena dia itu bosan sudah berada dirumah sakit selama satu tahun”

“Aku pikir juga begitu. Tapi kenapa Ahjussi itu harus teriak-teriak seperti itu!”

“Bekerjalah dengan hatimu Ji Young-ah dan kejarlah kebahagiaanmu”

Aku mengurucutkan bibirku. Itulah pesan eomma yang sudah aku dengar berpuluh-puluh kali.

“Aku bekerja dengan tenaga dan otakku!”

“Dasar anak keras kepala” eomma menyentil keningku membuatku meringis.

“Aish sakiit, ini namanya kekerasan rumah tangga!”

“Dasar anak kecil!”

“Omo aku sudah dewasa eomma!Aku sudah dua puluh tahun!”

“Tapi kau belum juga punya pacar!Apa kamu mau jadi perawan tua hah?”

Yak, lagi, lagi dan lagi.Sudah sebulan ini eomma terus-terusan menyuruhku mencari pacar.Aku sudah sangat bosan mendengarnya.

“Dewasa bukan berarti punya pacar kan eomma?”

“Dulu saja eomma menikah diumur tujuh belas tahun”

“Itukan duluuuu.Aku masih mau menikmati hidupku hanya berdua saja dengan eomma~” hahaha inilah jurus jitu biar eomma berhenti menyuruhku mencari pacar.

“Aish kau ini” Eomma kembali memelukku erat.

“Sudahlah sana kamu ganti baju!Eomma akan masak air panas untuk kamu mandi” suruh eomma.

“Saranghae eomma” aku mengecup pipi eomma yang sudah tampak keriput.Kemudian melangkah pergi ke kamar.

                                                                        ***

Kyuhyun POV

Ini sudah yang ketiga kalinya aku mengulang game sialan ini. Game yang baru aku beli tiga hari yang lalu. Biasanya aku bisa menamatkan game selama sehari saja bahkan bisa kurang dari sehari tapi kali ini aku benar-benar kehilangan akal untuk menyelesaikan game idiot ini.

Aku membanting PSPku ke sofa.Kesal karena baru kali ini aku selalu game over. Game sialan!

Sepertinya para Hyung-hyungku memerhatikanku sedari tadi dengan tampang harap-harap cemas. Mereka pasti cemas, PSP ku saja sudah aku banting yang notabennya adalah istriku, jadi tidak heran lagi kalau aku bisa membanting barang yang ada di sekitarku bahkan hyungku bisa saja aku banting. *aderay kali hehe

“Hei Kyu kau kenapa?” akhirnya Teukie hyung bertanya takut-takut.

“Dia pasti kalah main game hahaha” Eunhyuk, si monyet itu mengejek lalu kabur ke kamarnya sebelum aku makan hidup-hidup.

“Hanya game Kyu, kau sudah terlalu sering menang. Sekali-kali kalah nggak apa-apa kan” Sungmin hyung angkat bicara.

“Mmm bagaimana kalau kita main remi saja?” ajak Heechul hyung

“Ha boleh juga, sudah lama aku tidak main remi” ujar donghae bersemangat.

“Ah iya, aku juga tidak ada kerjaan” sahut Yesung hyung

“Aku ikutan!Aku ikutan!”Eunhyuk berteriak-teriak keluar dari kamar.

Eunhyuk, Donghae, Lee Teuk, Sungmin, Wookie, Siwon, dan Yesung duduk melingkar diruang tengah. Karena hanya mereka yang ada di dorm sekarang. Sedangkan member yang lain sedang bekerja.

Kartu remi sudah dipegang oleh Yesung Hyung.

“Hei Kyu, kau tidak mau ikutan?” tanya Sungmin Hyung

Aku menggeleng lalu membuang muka.Cih remi, Itu mainan zaman purba.Zaman sekarang masih aja main remi.ckck

“Kau takut Kyu?” tanya Eunhyuk

“sst kau cari mati hah? Kau tidak liat tampangnya sudah seperti raja singa?” bisik donghae kepada couplenya.

“Hah kau bilang aku takut?Aku bahkan jago main PSP, mainan modern masa kini.Aku adalah raja dari segala game.”Ujarku bangga.Mana mungkin aku kalah dengan mainan purba seperti itu.

“Aku tidak percaya.Buktikan Kyu, ayo ikut main dengan kami dan buktikan bahwa kau memang rajanya game!” tantang Eunhyuk.

“Okey siapa takut!Aku ikut main!” jawabku mantab.

Aku bergabung duduk disamping Sungmin hyung dan Wookie.

“Tunggu, permainan tidak akan seru jika tidak ada taruhannya kan?” tanya Eunhyuk

“Kau mau apa memang, uang?” tanya Teukie balik

“Tidak, bukan uang.Sesuatu yang lebih seru dari uang.Menurut kalian?”

“Yang menang dapat kaset game terbaru,ok?” Aku memberi ide

“Aish, itu sih kau yang suka!Bagaimana jika yang kalah, dia harus segera menikah?”

Donghae langsung menoyor kepala Eunhyuk.“Memang kau pikir menikah itu main-main?Pernikahan itu sakral.Hanya sekali seumur hidup.Pernikahan itu harus didasari dengan cinta diantara keduanya.”Ucap Donghae panjang lebar.

“Siapa bilang main-main?!Baiklah bagaimana kalau hanya tunangan?Kalian bisa bertunangan dengan orang yang kalian suka kan?”

“Aku setuju!Lagipula aku tidak akan kalah” Kataku sambil tersenyum evil.

“Bagaimana jika persiapan pertunangan diberi waktu sebulan?”

Semuanya mengangguk bertanda setuju dengan taruhan itu.

Yesung hyung mulai mengocok remi dan membagikan kepada kami secara rata.

Mereka tampak serius.Tidak ada dari mereka yang pasti mau kalah.Mereka semua pasti ingin bertunangan tapi sekarang bukan waktunya.Mereka masih mau menikmati kariernya dan hidupnya yang cemerlang seperti sekarang seorang diri.

Eunhyuk menghabiskan kartunya lebih dulu. Diikuti dengan Siwon,  Sungmin, Donghae.

“Aish kenapa aku dapat kartu jelek-jelek begini?!” aku berteriak sendiri.

“Yak aku menang!Haha” Wokie berteriak kegirangan.

“Aish mana mungkin Wookie bisa menang dariku” gumamku jengkel.

Tersisa aku dan Teukie Hyung. Aku harus menang! Mau ditaruh dimana mukaku jika aku kalah?! Dimana gelar The king of game yang selama ini aku pegang? Oh tidak, aku harus menang!

“Ayo Teukie Hyung!! Kalahkan magnae setan itu!”Eunhyuk memberi semangat Teukie Hyung.Bahkan Donghae memijat-mijat pundak Teukie hyung.

“Magnae setan itu pasti kalah!Haha” ujar Eunhyuk lagi.

Aku mendelik tajam kearahnya.Memasang tampang evil tingkat dewa.Akhirnya Eunhyuk menutup mulutnya rapat-rapat.

Yak dua kartu lagi. Aku menaruh satu kartu berharap Teukie hyung tidak punya tapi ternyata Teukie hyung mengeluarkan sisa kartunya.Kartu Teukie Hyung habis dan itu berarti aku kalah.

“Hyaaa akhirnya kau kalah magnae setan!” Eunhyuk berjoget-joget di depan mukaku.

Aku menggeram lalu beranjak menuju kamarku.

BLAK

Aku membanting pintu.

Sial! Kenapa hari ini aku sial sekali! Kenapa hari ini aku selalu kalah main game!!

“Hei Kyu harus ingat taruhannya, kau harus sudah bertunangan dalam waktu satu bulan” teriak Eunhyuk dari luar kamar.

“DIAM KAU MONYET SIALAN!”

Aku berteriak-teriak sendiri dikamar.Aku frustasi.Bukan hanya karena kalah main game, tapi juga karena masalah taruhan itu.Mana aku lagi yang pertama menyetujui taruhan itu.

Lalu siapa yang harus aku ajak bertunangan?Kalau bertanya siapa yang yeoja yang sedang aku suka.Tentu saja Seo Hyun.Aku sudah menyukainya sejak lama.Dia amat sangat mempesona.Cantik dan baik.Sesuai dengan tipeku.Tapi aku belum berani untuk mengatakannya.Aku takut dia menolakku. Tapi apa salahnya mencoba kan? Lagipula masih ada waktu satu bulan sehingga aku bisa mempersiapkan mentalku.

Yeoja satu-satunya yang ingin aku nikahi hanyalah Seo Hyun.Hanya dia yang aku mau jadi pendamping hidupku.Tidak ada yeoja lainnya.

***

Ji Young POV

“Pagi Harabeoji” sapaku. Aku masuk sambil membawa semangkuk bubur dan segelas penuhsusu putih hangat.

Harabeoji terlihat sedang duduk bersender di tempat tidur melihat kearah jendela luar.Dia tersenyum setelah melihat kedatanganku.

“Kau ini tidak sopan sekali membuat orang tua menunggu!” Harabeoji mulai menggerutu seperti biasa dan seperti biasa pula, aku tidak akan mendengar ocehannya.

“Hei kau dengar aku tidak!” teriak Harabeoji

“Ne, aku dengar Harabeoji”

Harabeoji adalah ahjussi bawel itu.Aku, perawat satu-satunya rumah sakit Seoul International yang ditugaskan khusus untuk merawat ahjussi bawel itu.Harabeoji menderita jantung lemah dan hipertensi.Sudah satu tahun dia dirawat disini karena keluarganya tidak bisa mengurus Harabeoji dirumah mereka.Mungkin karena keluarga Harabeoji ini super sibuk.Makannya keluarganya menyerahkan kepada rumah sakit untuk menjaga ahjussi bawel ini.Itu artinya aku tidak tahu lagi sampai kapan ahjussi bawel ini akan aku rawat.

Harabeoji tidak mau dirawat oleh suster-suster yang lain. Dia hanya mau dirawat olehku.Aku juga tidak tahu alasannya kenapa.

Mengenai masalah aku memanggil ahjussi itu Harabeoji, karena dia yang mau aku memanggilnya begitu. Pada mulanya aku sih tidak masalah, karena aku pikir dengan memanggilnya Harabeoji, itu tidak merugikanku sama sekali. Tapi ternyata pikiranku salah setelah mengalami hal yang sangat amat memalukan.

Flash Back

Pagi hari yang cerah, aku mengajak Harabeoji jalan-jalan ditaman rumah sakit setelah makanan Harabeoji habis.Matahari pagi sangat menyehatkan tubuh.Maka aku memutuskan untuk mengajaknya berjemur matahari pagi agar Harabeoji cepat sembuh. Kalau dia cempat sembuh, dia tak perlu lagi kan dirawat disini. Ok it’s the great idea!

Aku mendorong kursi rodanya mengelilingi taman rumah sakit yang cukup luas. Setelah lelah, aku memberhentikan kursi roda Harabeoji disamping kursi taman yang akan aku duduki.

Suasana taman sangat ramai. Mereka pasti juga akan merasakan manfaat matahari pagi. Tapi justru itu membuat malapetaka.

Tiba-tiba…

“Ji Young-ya… a.aa..k..a.a..aku” Harabeoji mengucapkan kata-kata dengan terbata-bata.

Aku mulai panik.Ini bukan hal yang biasa.Selama aku mengenalnya, selama dia sakit, Harabeoji tidak pernah berkata dengan terbata-bata.Ini berarti ada sesuatu yang salah.

“Ada apa Harabeoji? Kau tak apa? Kau sakit?”Aku menanyakan pertanyaan beruntun kepada Harabeoji karena saking paniknya.

“A..aku…” Wajah Harabeoji berubah pucat.Badannya bergetar. Aku lihat sepertinya  duduknya sudah tidak nyaman.

Aku berjongkok di hadapan Harabeoji memastikan keadaannya.Aku mengguncang-guncang tubuhnya keras.Tapi Harabeoji belum mau mengeluarkan sepatah katapun.

Sampai akhirnya…

BROT BROT BROT

“Aku mau kentut Ji Young-ya” kata Harabeoji sambil memamerkan senyum terindahnya.

Orang-orang disekitar kami menengok ke arah sumber suara yaitu Harabeoji.Mereka menutup hidung mereka masing-masing.Begitu pula denganku.

“HARABEOJI !”Aku melotot kearah Harabeoji. Aigoo, ahjussi tua ini benar-benar mengesalkan!

Tapi aku tidak sadar, orang-orang disekeliling kami beralih memandangku dengan tatapan tajam. Mereka seperti meminta pertanggung jawaban atas apa yang sudah Harabeoji ku lakukan. Tapi kan bukan aku yang kentut? Kenapa marah padaku?Kenapa ini seperti salahku? Omo!

Hal yang patut aku sesali.Kenapa pada saat itu aku harus memanggilnya Harabeoji?Aigoo, aku sudah salah bertindak.

Aku mulai menyuapi Harabeoji.Dia tidak pernah mau makan sendiri.Kelakuan ahjussi itu memang seperti bayi baru lahir.

“Ji Young, kau bisa main catur?” Tanya Harabeoji disela-sela makannya.

“Tentu bisa dong”

“Benarkah? Kalau begitu ayo kita main!” ajak Harabeoji menggebu-gebu.

“Dengar Harabeoji, tidak ada yang pernah bisa mengalahkanku main catur. Aku takut Harabeoji kalah.Nanti kalau Harabeoji nangis bagaimana?” sahutku. Tidak ada salahnya kanmencegah hal yang sudah pasti akan terjadi. Harabeoji kan seperti anak kecil jadi bisa saja nanti dia menangis.

“Kau pikir aku ini anak balita?” jawabnya jengkel.

“Nah itu tau” aku terkekeh geli.

“Aish kau ini! Ayo cepat kita main! Kau tidak bisa mengalahkanku anak muda.Haha” Harabeoji ini percaya diri sekali. Ckck

Setelah selesai makan, aku meminjam catur dari security rumah sakit.Lalu aku dan Harabeoji mulai bermain.

Akhirnya, aku dan Harabeoji main catur selama tiga jam.Ruangan pasien Harabeoji berubah seperti tempat konser indoor.Berisik. Kami saling teriak ketika anak catur mulai  termakan. Kalau tidak salah, sudah ada enam perawat yang masuk lalu mereka berteriak mengomel menyuruh aku dan Harabeoji diam. Tapi teriakan mereka kalah dengan teriakan Harabeojihaha dan akhirnya para perawat tadi langsung kabur dengan jempol kaki gemetar. (?)

“Nah kan Harabeoji kalah!Hahahaha” teriakku bangga setelah aku bisa mengalahkan Harabeoji.

“AKHH KENAPA BISA KALAH?!KAU PASTI CURANG JI YOUNG!!”Harabeoji tampak tidak terima atas kekalahannya.Ya iyalah Ji Young dilawan.hahaha

“Shuuut! Tenang Harabeoji, nanti kau bisa terkena hipertensi lagi”

Harabeoji mulai tampak tenang.Lalu menarik nafas panjang.

“Kan tadi aku sudah bilang, kalau aku ini jago main catur jadi Harabeoji pasti kalah.”

“Kau pasti curang kan Ji Young?”

“Omo, mana mungkin tampang malaikat sepertiku berbuat curang”

“Lalu siapa yang mengajarimu main catur?”

“Aku sendiri juga bingung, secara tiba-tiba aja aku jago main catur.” Ucapku bangga

“Ini sama saja kau menentangku Ji Young. Aku akan memberimu hukuman, dan kau harus mematuhi hukumanku.”

“Hukuman apa?” tanyaku.

“Aku tidak akan memberimu hukuman sekarang tapi suatu saat nanti aku pasti menghukummu.Hahaha” Mata Harabeoji tampak berbinar-binar, ada senyum tersembunyi yang tampak mencurigakan.

“Lagipula kau ini kan yeoja.Biasanya yeoja itu cuma pandai berdandan dan mengurus suami, bukan main catur sepertimu!”

“Aku bukan yeoja seperti yang Harabeoji bilang tadi yang cuma pandai berdandan.Yeoja seperti itu tampak menjijikkan dimataku.”

“Benarkah?Kenapa kau bisa bilang begitu?”

“Biasanya yeoja yang seperti itu otaknya ada di dengkul” ucapku meyakinkan.Harabeoji tertawa terbahak-bahak mendengar perkataanku.Memang ada yang lucu?

“Aish kenapa Harabeoji ketawa?”

“Kau ini lucu.Yeoja itu memang dikodratkan untuk berdandan Ji Young. Terkecuali kau saja haha. Atau jangan-jangan kau bukan yeoja?”Harabeoji kembali tertawa.Bahkan tertawanya sampai terpingkal-pingkal, terguling-guling, terngesot-ngesot. *oke ini gaje

Aku mengerucutkan bibirku.Bukan hanya Harabeoji tapi sudah berapa orang yang bilang aku ini bukan yeoja. Karena aku tidak pernah menyentuh… lipstick, blushon,eyeshadow? Aishh tidak akan pernah aku memakai sesuatu yang menjijikkan seperti itu!

KLEK

Pintu kamar pasien terbuka.Tampak seorang yeoja membuka pintu dan masuk kedalam.

“Harabeojiiiiiiiii!” teriak yeoja itu menghambur kepelukan Harabeoji.

“Aish kau ini siapa?” tanya Harabeoji mencoba melucu.

“Aaah Harabeoji! Aku ini cucumu yang tercantik”

Harabeoji dan yeoja itu berbincang-bincang. Entah apa yang mereka obrolkan hingga melupakanku yang duduk di pojok ruangan.

“Ah aku lupa, Ji Young kemari!” panggil Harabeoji

“Kau pasti Ji Young, benar?Aku Ah Ra” sapanya lembut. Ah yeoja ini cantik sekali. Dia terlihat dewasa.

“Ne Kang Ji Young imnida. Aku perawat Harabeoji”

“Harabeoji?” tanyanya bingung.Lalu dia menengok ke arah abonim.Tampak seperti meminta penjelasan.

“Kau tau maksudku Ah Ra?” Harabeoji balas bertanya

Ah Ra hanya mengangguk lalu tersenyum simpul mengisyaratkan sesuatu.

***

Sudah jam delapan mala mini waktunya untuk pulang kerumah dan bertemu eomma. Entah kenapa hari ini aku ingin cepat-cepat pulang.Ingin cepat melihat wajah eomma yang sudah tampak keriput.Rasanya seperti ada sesuatu yang mengganjal.Perasaan yang tidak enak.

Drrrtdrrrt

Hpku bergetar.Aku membaca nomor panggilan masuk.Aku mengerutkan kening.Nomor siapa ini?

“Yoboseo” sapa orang disebrang.

“Yoboseo”

“Ji Young, ini aku Goo Hara ”

Aku bisa mendengar nada suaranya yang kacau.Perasaanku makin tidak enak.

“Ada apa Hara-ya?”

“Eommamu.Dia..dia tertabrak mobil dan dia dibawa ke rumah sakit”

Tanganku lemas.Refleks aku menjatuhkan hpku.Sayup-sayup masih terdengar namaku dipanggil oleh Hara.

Aku berlari sekencang-kencangnya menuju rumah sakit.Tidak perduli sudah banyak orang yang aku tabrak.Sudah dua kali aku melanggar lalu lintas.Ketika lampu lalu lintas berwarna hijau, aku tetap menyebranginya.

Aku sudah hafal dimana letak ruang ICU karena rumah sakit ini dimana tempat aku bekerja.Aku langsung masuk keruang ICU dan mendapati seorang wanita tua tergolek kaku diatas tempat tidur.Wanita tua yang sangat aku kenali.Wanita tua yang membuat duniaku kembali.

“Eomma~!!!”Aku menghambur kearahnya.Menangis sekencang-kencangnya.

“Miane Ji Young, aku tidak bisa menyelamatkan eommamu” Lee Jeong Min meminta maaf lalu mengelus puncak kepalaku.Aku sudah sangat mengenal Jeong Min. Dia adalah dokter muda di rumah sakit ini.

Aku masih ingat kapan terakhir kali aku memeluk eomma. Pelukan yang pasti tidak akan aku rasakan lagi. Aku akan selalu merindukan pelukanmu eomma. Begitu pula dengan pesan eomma yang selalu dia katakan hingga aku hafal. ‘Bekerjalah dengan hatimu dan kejarlah kebahagiaanmu Ji Young-ah”

Air mataku semakin tidak bisa kubendung.Semuanya tumpah begitu saja.

“Jangan menangis Ji Young.Eommamu sudah tenang dialamnya sekarang. Berikan eommamu senyuman selamat jalan sebagai hadiah terindah di akhir usianya” ujar Jeong Min

Aku tersenyum ke arah eomma.Aku menggenggam kuat tangan eomma yang terasa kaku dan dingin. Aku akan selalu ingat kenangan-kenangan terindah aku dan eomma selama tiga tahun ini. Selamanya eomma.Saranghae eomma.

Pemakaman eomma hanya dihadiri segelintir orang saja.Karena eomma tidak punya keluarga. Hanya Goo Hara, teman sekaligus tetanggaku, Lee Jeong Min, Eomma dan adiknya Hara, dan beberapa teman eomma saat bekerja dulu.

Nama Ji Su Hee terukir indah di papan nisan putih. Bungga lili putih yang eomma suka sudah tergeletak di depan papan nisan menambah indahnya makam eomma.

Bulir-bulir air mataku kembali jatuh.Air mata kebahagiaan bukan kesedihan.Karena sekarang aku tau, eomma pasti sudah lebih bahagia disana. Meski aku akan selalu merindukannya.

Hana mengusap punggungku lembut.Memberikanku kekuatan dan kesabaran untuk menjalani semuanya.

“Ji Young, ayo kita pulang”

Aku mengangguk kecil lalu mengecup papan nisan sebelum aku beranjak pergi.

“Aku akan sering kesini mengunjungimu eomma. Kau tenang saja” bisikku di dekat nisan eomma.

Hara menuntunku berjalan meninggalkan pemakaman yang sudah tampak gelap karena hari sudah menjelang malam.

“Biarkan aku yang mengantar Ji Young pulang” tiba-tiba saja Lee Jeong Min sudah berada di depan kami.

Hara menengok ke arahku meminta jawaban.Aku hanya mengangguk.

Tangan Lee Jeong Min menggantikan Hara untuk menuntunku berjalan.Tubuhku memang terasa lemas rasanya hingga sulit untuk menapakkan kaki sekalipun.

***

Keesokan paginya, aku tetap bekerja.Padahal rumah sakit sudah memberiku izin selama seminggu untuk menenangkan diri.Tapi aku pikir, aku sudah kuat untuk bekerja. Justru dengan bekerja, pikiranku tentang eomma akan teralihkan.

Hari ini aku dibanjiri ucapan berduka cita dari seluruh karyawan rumah sakit.Merekalah salah satunya yang membuat hidupku kuat.Dukungan merekalah yang membuat aku ingin terus hidup untuk semua orang.

“Aish Ji Young kau sudah terlambat sepuluh menit dua detik!” Ucap Harabeoji setelah aku masuk

“Mianhamnida Harabeoji” sahutku lemah.

Hari ini aku akan libur untuk bertengkar dengan Harabeoji bawel itu. Aku sedang ingin diam. Aku akan menahan emosiku untuk hari ini. Jadi bersenang-senanglah Harabeoji, karena hari ini aku akan membiarkan kau berkata sesuka hatimu.

“Aigoo kenapa kau lesu sekali.Ah aku ingin minta maaf karena kemarin aku tidak bisa menghadiri pemakaman eommamu.”

“Gwenchana Harabeoji”

“Jadi sekarang kau tinggal sendirian?” tanya Harabeoji

Aku mengangguk membenarkan pertanyaannya.

“Kalau begitu tinggalah dirumahku.Kau bisa merawatku dirumahku saja.Apa kau mau? Ah kau harus mau” Kata Harabeoji seenaknya.

Refleks aku langsung menggeleng kuat. Aku pikir itu akan menyulitkanku. Sangat menyulitkanku.Cukup dirumah sakit saja aku harus merawat Harabeoji super bawel ini. Aku tidak bisa membayangkan jika aku harus merawatnya dirumah Harabeoji itu setiap hari setiap jam setiap menit setiap detik. Itu sama saja membunuhku secara perlahan.

“Tidak apa-apa jika kali ini kau tidak mau”

Eh kali ini?

Harabeoji sudah tertidur ketika aku meninggalkannya untuk pulang kerumah.Hari ini aku lelah sekali.Leher dan punggungku pegal semua.Rasanya seperti diremas-remas.

Hari ini Harabeoji terlihat aneh.Dia tampak baik hari ini. Dia sama sekali tidak teriak-teriak seperti biasa. Justru dia malah menyanyi sepanjang hari.Dia bilang dia menyanyi untuk menghiburku dan membuat hidupku bahagia.Hahaha.Aku pikir sebenarnya Harabeoji memang baik, cuma terkadang dia itu lebih bawel dari nenek sihir.

Aku berjalan gontai melewati gang-gang kecil untuk sampai kerumahku.Rumahku memang tidak terlalu jauh dari rumah sakit. Jadi, aku tidak perlu naik bus untuk pulang ke rumah

Aku membuka pintu rumah.Aku harus terbiasa dengan suasana sepi sekarang.Dulu meski hanya tinggal berdua dengan eomma, tapi rumah ini tampak ramai.Aku juga harus terbiasa untuk tidak mengharap eomma muncul dari balik pintu kamar dan pelukannya yang begitu hangat.

Lagi-lagi, air mataku tumpah.Aku sudah mengikhlaskannya tapi aku masih belum terbiasa dengan kehidupan baruku tanpa eomma.

TOKTOKTOK

Suara pintu diketuk dari luar rumah. Aku segara menghapus air mataku dan berjalan menuju pintu untuk membukanya.

Aku mendapati dua laki-laki bertampang sangar yang memakai jas hitam.Jujur aku takut.Aku mencoba untuk menenangkan diri dan bertanya maksud kedatangannya.

“Kami datang untuk memberitahukan sesuatu” jawab salah seorang laki-laki yang berjas hitam itu.

“Nyonya Ji Su Hee meninggalkan hutang sebanyak lima puluh juta won”

“Apa lima puluh juta won? Eomma tidak pernah bercerita soal itu” jawabku mencoba untuk setenang mungkin menghadapi dua laki-laki sangar itu.

“Ne, dan untuk melunasinya, rumah ini akan kami ambil alih”

“Apa-apaan kalian! Tidak bisa rumah ini akan selama menjadi milik eomma!” teriakku

“Maaf nona, tapi ini perintah dari atasan kami.Atasan kami beri waktu satu minggu untuk mengosongkan rumah ini.Kalau tidak, kamu akan kami usir secara paksa tanpa barang-barang yang ada disini!” ujar laki-laki itu panjang lebar.Kemudian mereka pergi begitu saja.

Aku berjongkok lemas di depan pintu. Sudah tidak punya tenaga lagi yang tersisa.Semuanya sudah terkuras dalam sekejap.

Aku menangis sesenggukan tanpa menghiraukan langit yang sudah gelap gulita.

“Eomma aku harus bagaimana?”

***

Kyuhyun POV

Drrrrrrtttdrttttttt

Handphoneku bergetar dimeja kecil di sebelah tempat tidurku.

Aigoo, siapa lagi yang telfon pagi-pagi begini! Kalau ini dari Lee Soman, ahjussi tua itu, aku akan menggoroknya hidup-hidup besok! Apa dia tidak tau aku baru tidur selama dua jam?!

Aku memutuskan untuk mengabaikannya.Tapi lagi-lagi handphone itu bergetar terus menerus.Hingga aku pasrah lalu memutuskan untuk mengangkatnya.

Aku terkejut saat membaca nama yang tertera di layar handphoneku.

“Dari Harabeoji” gumamku

Ah tumben sekali Harabeoji telfon. Pagi-pagi lagi.Perasaanku jadi tidak enak.

Aku menarik nafas panjang baru menerima panggilan masuk.

“Yeoboseo aboji” sapaku ramah.

“Cho Kyuhyun, ada dimana kau?” tanya suara dari sebrang.

“Di Hongkong Harabeoji” Jawab Kyuhyun seadanya karena masih setengah sadar.

“Cepat pulang hari ini juga!”

“Mwo?Hari ini? Memangnya ada apa?” Kyuhyun langsung membuka lebar-lebar kedua matanya dan mendapat kesadaran seratus persen.

“Pokoknya kau harus pulang ke Seoul hari ini juga.Kau harus menemuiku segera!” perintah Harabeoji.

“t..tapi Harabeoji, aku masih ada pekerjaan di Hongkong. Aku baru bisa pulang seminggu lagi.”

“Kau berani membantahku Cho Kyuhyun!”Harabeoji mulai membentak.

“Ah ne ne Harabeoji.Aku akan segara pulang.”

Panggilan terputus saat itu juga. Nasib buruk apa yang akan menimpaku?!

Aish sudah kuduga.Perasaanku tidak enak jika Harabeoji telfon.Memang benar ternyata terjadi sesuatu yang tidak enak.Tapi apa-apaan Harabeoji menyuruhku pulang ke Seoul lalu menemuinya? Hah aku tidak bisa membantah perintah Harabeoji Sepertinya aku akan mengalami masalah besar. Huh!

Aku menekan nomor ponsel yang sudah aku hafal di luar kepala.

“Yeoboseo Hyung. Aku tidak bisa melanjutkan pekerjaan disini. Tolong handles semua ok? Aku harus pulang ke Seoul hari ini juga”

Flip.

***

“Kyu kau mau kemana?”

Lee Teuk hyung melihatku yang sedang memasukkan seluruh baju-bajuku ke dalam koper besar.

“Miane hyung aku harus pulang ke Seoul”

“Memang ada apa?” tanya Lee Teuk hyung. Dia duduk di sofa kamarku memandangiku yang sedang mengepak barang-barang untuk kembali ke Seoul.

“Aku tidak tau. Harabeoji yang menyuruhku pulang segera dan aku tidak bisa menolak perintahnya” jawabku

“Kau sudah bilang kepada manager?”

“Sudah hyung”

“Ah yasudah, hati-hati dijalan Kyu” Lee Teuk hyung menepuk pundakku lalu pergi.

Aku mendapat penerbangan pertama pagi ini.Pesawat menuju Seoul terbang pukul Sembilan pagi.

Aku ingat, tadi pagi aku belum sempat sarapan.Karena ini masih pukul setengah delapan pagi, jadi aku masih sempat sarapan di restaurant bandara ini.

Sesampainya di restaurant, aku mengurungkan niat untuk makan karena tiba-tiba aku sudah tidak bernafsu makan lagi.Aku hanya pesan secangkir kopi kepada pelayan.

Aku memutuskan untuk menelfon Ah Ra nunna sambil menunggu kopiku datang.

“Yoboseo”

“Kyu~ ada apa menelfon pagi-pagi begini?” tanya Ah Ra nunna

“Aku akan pulang ke Seoul hari ini”

“Loh, bukankah pekerjaanmu di Hongkong itu selama seminggu?”

“Ne benar.Tapi aku disuruh Harabeoji untuk pulang hari ini juga. Aku pikir kau tau”

“Ah aku tidak tau mengenai hal itu Kyu”

“Kalau soal alasan kenapa aku harus pulang lalu menemui Harabeoji, apa kau tau itu juga onnie?” tanyaku. Berharap onnie tau apa yang akan Harabeoji lakukan terhadapku.

“Miane Kyu, Kalaupun aku tau aku tidak akan memberitahumu. Harabeoji pasti akan mencekikku kalau aku melakukan itu” jawab Ah Ra nunna pasrah.

“Ah yasudah kalau begitu”

“Kau mau aku jemput dibandara nanti?”

“Tidak usah onnie, aku bisa naik taksi.Aku bukan anak kecil lagi” tolakku halus.

“Hahaha aku tau itu Kyu. Kalau begitu sampai jumpa adikku sayang”

Aku menutup telfon pas ketika pelayan datang membawakan kopiku.

Percuma saja akui menelfon Ah Ra nunna, kalau dia tidak mau memberitahuku alasan mengapa Harabeoji menyuruhku menemuinya.Aku pasrah dengan apapun yang dilakukan aboji nanti terhadapku.

Aku menyesap kopiku sedikit.Mersakan pahit manisnya kopi Hongkong yang terkenal enak.Kemudian aku mengeluarkan istriku alias PSP untuk menjauhkan pikiran mengenai Harabeoji.Setidaknya apapun yang Harabeoji lakukan nanti, aku masih tetap bisa bermain dengan istriku ini.

***

Ji Young POV

Malam ini aku tidak bisa tidur sama sekali. Bagaiman bisa aku tidur setelah tahu kalau rumah peninggalan Eomma akan disita? Huft, entah apa yang harus aku lakukan. Rumah ini sangat amat berharga bagi Eomma.Karena aku tau dia bekerja keras untuk bisa membeli rumah ini.Tapi dalam sekejap, rumah ini akn hilang begitu saja dan aku tidak bisa berbuat apa-apa.Aku merasa menjadi anak yang sangat tidak berguna. Miane Eomma😥

Membayangkan aku harus memberikan rumah ini dengan mudahnya kepada orang asing, membayangkan eomma yang pasti akan sangat sedih jika dia mengetahui ini semua, dan aku..aku akan tinggal dimana jika tidak dirumah ini?

Tiga tahun lalu saja, aku nyaris mati kedinginan karena tidur di depan toko butik di pinggir jalan. Untung ada eomma yang menyelamatkanku.Memberikanku kehangatan dan kehidupan baru.

Ting Tong

Aku nyaris terpingkal jatuh setelah mendengar bunyi bel.Jangan-jangan ini namja-namja berdasi semalam?Apa aku harus membukakan pintu?

“Ji Young.. Ji Young.. Kau ada didalam?” suara seseorang dari balik pintu

Ah itu suara Goo Hara!

Aku langsung bergegas membukakan pintu.

“Annyeong!” sapa Hara dengan senyum lebarnya.

“Annyeong. Ada apa?” tanyaku

“Aigoo, jadi sahabatmu tidak boleh main ke rumahmu, begitu?”Wajah hara ditekuk ditambah bibirnya yang mengerucut.

“Aniyo!Ayo masuk!”

Aku mempersilahkan Hara duduk di ruang tamuku yang begitu mungil.

“Aku disuruh eomma mengantarkan kue ini untukmu. Kau pasti belum sarapan kan?” tanya Hara memastikan.

Aku menggeleng lemah.Jangankan makan, tidurpun sulit.Segala sesuatu amat sulit tanpa eomma.

“Eomma sangat khawatir Young-ah.Dia mendengar tangisanmu semalam. Sebenarnya ada apa?” tanyanya cemas. Raut wajahnya berubah serius.

Aku hanya diam dalam kebisuan.Aku bingung memulainya dari mana.

“Kau masih menganggapku sahabat? Aku bisa menjadi pendengar yang terbaik”

Aku menghela nafas panjang sebelum memulai bicara.“Rumahku akan disita Hara-ah” jawabku lemas.Air mataku kembali jatuh.

Aku menceritakan tentang kejadian semalam kepada Hara.Hara terlihat sangat cemas, dia memelukku lalu mengusap kepalaku lembut.Memang disaat seperti ini, aku butuh seseorang untuk bersandar.Dan sandaran yang tepat adalah Hara, tetangga sekaligus sahabat terbaik.

Hara mengangguk ketika aku mengakhiri ceritaku.Dia mengusap air mata di pipiku yang terlanjur basah.

“Kau bisa tinggal dirumahku Young-ah.Eommaku pasti akan sangat senang sekali” usul Hara.

Aku menggeleng kuat.“Gwenchana Hara-ah.Gomawoyo.Aku tidak bisa merepotkan keluargamu terus menerus” tolakku halus.

“Kau sama sekali tidak merepotkan kami Hara-ah. Kau sudah kami anggap seperti keluarga kami sendiri”

“Miane Hara-ah, aku tidak bisa.Lagipula aku sudah bekerja, aku bisa hidup mandiri. Aku tidak mungkin menggantungkan hidupku kepada orang lain lagi.”

“Kau ini memang keras kepala.Benar kata ibumu.Lagipula ibumu sudah menitipkanmu kepada kami. Jadi sekarang kau tanggung jawab kami”

“Tapi ini kemauanku Hara-ah. Eomma pasti mengerti”

Hara menghela nafas berat.Dia seperti sudah pasrah melihatku yang bertekad untuk tidak tinggal dirumahnya. “Baiklah”

Aku tau Ibunya Hara juga sangat menyayangiku bahkan beliau menganggapku sebagai anak sendiri.Aku sudah terlalu banyak merepotkan keluarga mereka.Sudah lebih dari cukup bantuan mereka selama ini.

“Kalau begitu aku pulang dulu Ji Young-ah” Hara pulang setelah memelukku lagi.

***

Donghae POV

Aku mengambil sebingkai foto yang tergelatak di laci kamarku.Foto yang sudah lama aku tidak berani melihatnya.Di dalam foto itu terdapat aku, Hyukjae, dan seorang yeoja yang tersenyum ditengah-tengah kami berdua.Aku sangat amat merindukannya.

“Donghae-ya, siapa yang memakai pencukur jenggotku?”

Seseorang berjalan menuju ke arahku.Dia duduk disampingku dan melihat foto yang sedang kupegang tanpa aku sadari.

“Ah ternyata kau belum juga melupakan yeoja itu” ucap Enhyuk sambil menepuk pundakku yang membuatku tersadar.

Aku menoleh kaget “Yak, Kau mau membuatku mati terkejut hah?” teriakku.

“Kau belum bisa melupakannya donghae-ya?” tanya Enhyuk sekali lagi.

Aku menggeleng lemah.Bagaimana aku bisa melupakannya setelah menimbun begitu banyak kenangan bersamanya?

“Dua tahun bukan waktu yang singkat, hyukjae-ah”

Kali ini Eunhyuk yang mengangguk.“Kau akan menunggunya kembali?”

“Pasti.Walaupun aku tidak tau kemana dia pergi dan kapan dia akan kembali” jawab donghae dengan suara serak.

“Kau bilang, dia ke Indonesia kerumah orangtuanya!”

“Itu hanya dugaanku saja”

“Kalau begitu, kenapa tidak kau susul saja dia ke Indonesia?” tanya Eunhyuk

Seketika aku menoyor kepala sekencang-kencangnya.

“Hei, kenapa kau hobi sekali menoyor kepalaku?!Aish sakit” Eunhyuk menggerutu.

“Aku tidak tau dimana alamat orangtuanya di Indonesia.Lagipula aku tidak mengenal Indonesia. Dan juga Indonesia itu sangat luas! Jadi bagaimana mungkin aku menemukannya” aku mulai pasrah entah harus bagaimana lagi.

“Kalau begitu, aku hanya mau bertanya.Siapa yang memakai pencukur jenggotku?”Eunhyuk menunjukkan alat pencukur jenggotnya yang kotor seperti habis dipakai orang. Dia menunjukkannya tepat di depan mukaku hingga aku bisa melihat dengan jelas alat pencukur jenggot itu.

Aku berfikir sejenak, mengingat-ingat siapa yang keluar dari kamar mandi dengan jenggot mulus.

“Aha! Aku tau Hyukjae! Yang memakai pencukur jenggotmu pasti Heechul Hyung!” jawabku

“KIM HEECHUL!!!” Eunhyuk bergegas keluar kamarku sambil mengangkat tinggi-tinggi alat pencukur jenggotnya itu dengan wajah geram.

Aku menggeleng-geleng melihat tingkah si monyet, coupleku itu.

Aku memfokuskan pandanganku kearah foto yang sedari tadi kupegang.

Mungkin akan sulit untuk menemukanmu tapi aku akan berusaha untuk mencarimu. Kau pasti akan segera aku temukan, Kim Nana.

***

Kyuhyun POV

Aku tiba di Seoul International Hospital, tempat dimana Harabeoji dirawat sekitar pukul satu siang.Aku menuju kamar 290 dan masuk setelah aku menemukan kamarnya.

Aku masuk secara perlahan.Aku takut Harabeoji sedang tertidur dan aku tidak mau menganggu tidurnya.Tapi ternyata aku salah.

“Hei jangan sentuh aku! Aku tidak mau disuapi oleh siapapun keculai Ji Young! Kemana anak itu?!”

Harabeoji menolak sendok yang akan masuk kemulutnya. Perawat itu bahkan hampir menangis dibentak oleh Harabeoji.

“Dia izin datang terlambat Ahjussi” jawab perawat itu pelan sambil menunduk takut-takut.

“Cepat suruh dia datang kesini sekarang juga!”

Aku berjalan mendekati perawat itu dan mengambil alih mangkuk buburnya.Harabeoji yang sudah melihat kedatanganku lalu terdiam.

“Harabeoji makanlah.Aku suapi ok?”Aku harus sabar jika berhadapan dengan Harabeoji.

“Aku bilang tidak mau Kyuhyun! Aku mau menunggu kedatangan dia dulu” jawab Harabeoji

“Perawat yang tadi Harabeoji cari itu? Tapi belum tentu dia datang kan. Ayolah makan” Rayuku lembut.Aish aku bisa juga berlembut-lembut seperti ini.Aku bahkan tidak tau aku bisa seperti itu.Sepertinya jiwa malaikatku kembali lagi.

“Dia pasti datang.Aku akan memarahinya habis-habisan jika dia tidak datang!”

“Baiklah Harabeoji.Memang apa bedanya perawat itu dengan perawat yang tadi?” tanyaku ingin tau.Sepertinya perawat yang Harabeoji sebut-sebut itu tampak special baginya.

“Jelas jauh berbeda. Dia itu bisa mengalahkanku main catur! Hahaha” harabeoji tertawa sendiri.

“Hanya karena itu?”

“Dia itu beda dari siapa pun. Kau bisa mengenalnya nanti”

“Ah ya, ada perlu apa Harabeoji menyuruhku untuk menemuimu?” tanyaku padsa topik utama.

“Kau akan segera aku nikahkan Kyuhyun-ah” jawab Harabeoji santai.

“Mwo?Menikah? Andwae! Aku tidak mau!”Enak saja Harabeoji menyuruhku menikah begitu saja.Apa yang ada dia dipikiran?

“Kenapa aku harus menikah?Lalu dengan siapa?” tanyaku berturut-turut.

“Kau memang sudah waktunya menikah. Kau sudah cukup dewasa”

“Tapi aku tidak mungkin menikah segampang itu.Bagaimana dengan pekerjaanku?Dengan management dan para fansku?”

Aku tidak mau karierku berhenti dan hancur hanya gara-gara aku menikah.Aku sudah bekerja keras untuk menjadi popular seperti sekarang ini.

“Itu gampang.Harabeoji yang akan atur semua” Aku melihat senyum evil Harabeoji.Senyum yang juga aku miliki.

“Dengan siapa aku akan menikah?”

KLEK

Pintu kamar terbuka dan muncullah seorang yeoja mengenakan pakaian perawat rumah sakit.Dia pasti perawat yang ditunggu-tunggu Harabeoji tadi.Tapi dia tampak kacau.Yeoja itu terlihat basah, lemas, pucat dan kantung matanya yang besar dan berwarna hitam.

***

Apa mulai sekarang, aku harus kembali mencari? Aku bahkan tidak ingat satu hal pun. Aku pun juga tidak punya petunjuk sama sekali. Lalu bagaimana aku harus mencari?

Kenapa aku bisa sebodoh ini?Kenapa aku bisa tidak ingat apa-apa?! Aku bahkan terlihat tidak berguna hidup di dunia ini!

Pertanyaan pertanyaan itu berputar-putar dikepalaku.Otomatis kepalaku menjadi pusing.Aku memijat-mijat pelipisku.Mungkin ini juga efek karena aku tidak tidur semalaman.

Aku berjalan lesu ke rumah sakit.Tubuhku rasanya lemas, kakiku kaku, kepalaku pusing. Y a Tuhan kuatkan aku!

Langit sedang tidak memihak kepadaku.Langit mulai mendung diikuti tetes kecil air yang jatuh di atas hidungku.Tapi kemudian tetes kecil air itu menjadi tetes-tetes besar yang mengguyur seluruh tubuhku.

Sontak, aku berlari karena rumah sakit sudah tidak jauh lagi.Tasku menjadi pelindung kepalaku tapi tetap saja semuanya sudah terlanjur basah.

Aku tiba dirumah sakit pukul dua siang dengan keadaan kacau.Tadi pagi aku sudah menelfon pihak rumah sakit untuk minta izin dan mereka mengizinkanku.Tapi pasti Harabeoji marah karena aku telat sekali.

Aku mempercepat langkahku ketika mengingat Harabeoji.Aku menghiraukan kepalaku yang terasa semakin berat.

Aku membuka kamar Harabeoji.Aku melihat Harabeoji bersama seorang namja.Harabeoji tersenyum kearahku dan menggerakkan telunjuk tangannya ke arahku.

“Dialah calom istrimu”

“MWO?”Aku dan namja itu berteriak berbarengan.Seketika itu pula, kepalaku menjadi semakin berat dan semua terlihat gelap begitu saja.

TBC

Yeey akhirnya selesai juga pasrt satunya. Masih semangat nih bikin ffnya soalnya masih awal. Gimana-gimana fanfictionnya? Jelekkah? hehe harap maklum karena masih pemula. Tapi aku juga usaha biar bisa ngasih yang terbaik buat kalian. Berharap banget kalian suka ya.

Please, kasih like sama komentarnya ya. Soalnya aku kan masih baru dalam dunia tulis-menulis ini  jadi butuh  masukan-masukan dari kalian.  hehe

Finally, Makasih buat readers yang udah baca bad fanfiction ini. Semoga nggak kapok lagi yaa  baca disini wkwk🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s