Who I am ( Part 3 )

Cast    : Kang Ji Young, Cho Kyuhyun, Lee Donghae, Goo Hara, Lee Jeong Min, member super junior

Genre : Romance

 

Aku terpaku beberapa saat. Mencerna kata-kata yang baru saja di ucapkan cho Kyuhyun. Apa aku harus membatalkan perjodohanku dengan Kyuhyun? Aku seharusnya tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan emas untuk menjadi istri seorang cho Kyuhyun. Tapi untuk apa itu semua? kalau Kyuhyun tidak bahagia denganku?

Semalaman aku tidak bisa tidur. Akibatnya pagi harinya ada bekas hitam dibawah kantung mata yang tampak membesar.

Aku beranjak bangun dari tempat tidur dan berjalan lesu menuju dapur. Menuangkan air mineral kedalam gelas besar. Rasanya tenggorokkanku kering kerontang.

“Selamat pagi Young~ya” suara Ahra onnie yang terdengar riang mengejutkanku hingga aku terbatuk-batuk. Tapi tak kalah dengan terkejutnya Ahra onnie ketika melihat wajahku.

“Aigoo Ji Young, apa kau sakit? Kau tampak pucat dan kantung matamu membesar, apa kau tidak bisa tidur semalaman? Sepertinya aku harus memanggilkan dokter untukmu” sederetan kata keluar dari mulut Ahra onnie. Dia tampak sangat khawatir.

Aku tersenyum untuk menenangkannya. ‘ini semua karena dongsaengmu onnie’ kataku dalam hati.

Aku menggeleng. “tidak perlu onnie. Aku baik-baik saja. Aku hanya sedikit pusing, mungkin istirahat sebentar akan membuatku sehat kembali”

“Baiklah, kau masuklah kekamar, tunggu sebentar, aku akan membawakan sarapan dan obat kekamarmu”

“tidak perlu, aku bisa makan disini onnie” jawabku

“jangan membantahku Young~ya!” katanya keras. Aku menyerah lalu menyeret kakiku menuju kamar.

 

Tak lama kemudian, pintuku diketuk. “masuk” Aku pikir Ahra onnie, tapi ternyata Kyuhyun yang masuk sambil membawa nampan berisi makanan dan obat.

“Aku disuruh Nuna mengantarkan ini, dan aku harus menunggumu menghabiskan makanan ini lalu memastikan kau memakan obat ini” katanya sambil menaruh nampan diatas kasurku tepatnya didepanku.

Aku mengangguk “Gomawo”

Bagaimana caranya aku bisa makan? Jika sedari tadi, pandangan Kyuhyun mengarah kepadaku. Memperhatikanku memasukkan makanan-makanan ke dalam mulutku. Itu membuat aku gugup. Akibatnya sendok ditanganku sedikit bergetar.

“Bisakah kau tidak memandangku seperti itu?” tanyaku padanya

Dia tersenyum “Sebegitu besarkah kau terkagum padaku? Sampai kau tak bisa melakukan apa-apa jika aku memandangmu?” dia terkekeh “baiklah, aku akan menonton tv saja”

dia melangkah mengambil remot tv dan terfokus dalam sebuah acara music.

Aku menarik nafas dalam-dalam. Sepertinya aku baru sadar bahwa aku tidak bisa menghirup oksigen dengan baik ketika Kyuhyun memandangku tadi.

‘Ji Young, lebih baik kau cepat habiskan makanmu agar Kyuhyun segara pergi dari sini sehingga pernapasanmu berjalan dengan normal’ pikirku. Tapi aku merasa di bagian tubuhku yang lain, aku lebih ingin aku memperlambat makanku sehingga aku bisa menatapnya lebih lama, meski hanya bagian belakang tubuhnya.

” Young-ah, alihkan tatapanmu itu dari punggungku!”

***

Kyuhyun POV

 

“Kyu, kau sudah mendengar gosip hangat  pagi ini?” tanya Eunhyuk disebelahku.

“Apa?” jawabku masa bodoh

“Aku dengar, semalam Ji Woon menembak seorang wanita di depan gedung SM” ucapnya menggebu-gebu.

“lebih baik kau tidak usah dengarkan dia” kata Sungmin dibangku sebrang. Tatapan matanya terarah pada Eunhyuk. Raut wajahnya seperti mengancam monyet ini untuk menutup mulutnya. Kalau begini, aku jadi penasaran.

“Lalu? Teruskan!” pintaku lebih tepatnya memerintah.

“wanita yang ditembak Ji Woon, itu….. Seohyun” kali ini suaranya sedikit pelan.

Aku tidak salah dengar bukan? Aku ingin memastikannya sekali lagi “Siapa?” tanyaku mengulang.

“Kyu, tenanglah! Ini juga belum tentu benar” Sungmin beranjak dari tempat duduknya untuk mendekatiku. Tangannya ditepuk-tepukan di pundakku.

“SIAPA WANITA ITU??” tanyaku membentak

“Seohyun” jawab mereka dua bersamaan. Eunhyuk langsung kabur keluar ruangan.

Tanpa babibu, dengan emosi yang sudah diubun-ubun, aku membanting PSP ditanganku sekencang mungkin hingga sempat terpantul ke dinding dan kini sudah hancur berantakan di atas lantai.

Aku beranjak keluar ruangan. Aku berjalan dengan cepat. Orang-orang yang aku lewati memandang takut kearahku. Dan tak sedikit yang bertanya, ada apa denganku.

 

Tujuanku sekarang adalah base camp Beast dilantai lima gedung SM. Tiba didepan base campnya, aku dobrak pintu sekencang mungkin dan mereka tampak terkejut dengan kedatanganku.

“Ada apa Kyuhyun?” tanya salah satu dari mereka.

“Dimana Ji Woon?!” tanyaku berteriak

Seorang pria keluar dari sebuah ruangan kecil. Wajahnya tampak santai dengan senyum yang terulas di bibirnya. Melihatnya, emosiku semakin memuncak. Aku tarik kerah bajunya hingga dia sedikit terangkat.

“Kau! Kau merebutnya dariku” ucapku tajam

dia mengerti ucapanku, lalu tertawa sambil memalingkan wajahnya ke arah kiri.

BUK

satu pukulan mendarat di bibirnya. Darah segar mengalir di sudut bibirnya. Member yang lain, segera melerai kami.

“Huh, maaf saja, tapi Seohyun tau yang mana yang lebih baik untuknya. Aku atau kau yang hanya seorang pecundang!” jawabnya tak kalah tajam

Nafasku semakin memburu, bukan hanya ingin meninjunya lagi, tapi kali ini aku sangat amat bernafsu untuk membunuhnya.

” Yak! Apa maksudmu dengan pencundang hah?! Apa kau berfikir, kau lebih baik dariku?”

“tentu saja, aku lebih baik karena aku tidak menyia-nyiakannya terlalu lama, menyembunyikan perasaan di belakangnya itu sama saja dengan seorang pecundang!”

Aku tersinggung dengan ucapannya. Aku menyadari ucapannya benar. Aku bodoh, karena aku tidak menjadikannya milikku sedari dulu. Tapi tetap saja, dengan egoku yang keras, aku tidak terima di permalukan dengan kata-kata seperti tadi. Aku akan segera meninju wajahnya lagi, jika saja Siwon dan Sungmin tidak mencegahku.

“bawa dia ke dorm!” perintah Leeteuk. Mereka berdua akhirnya berhasil membawaku kembali ke dorm.

 

Leeteuk Hyung berdiri di depanku dengan tampang geram. Kedua tangannya terlipat didada. Aku merasa seperti tersangka yang telah diadili dan siap di tembak mati.

“apa yang kau sudah lakukan Cho Kyuhyun? Apa kau merasa benar dengan tindakanmu barusan?” tanyanya tajam.

Aku hanya diam. Emosiku belum sepenuhnya reda. Aku tidak mau membuat keributan lagi apalagi di dormku sendiri.

“Aku tidak habis pikir kau akan berbuat picik seperti itu. Kau sudah dewasa. Seharusnya kau bisa kendalikan emosimu Kyu” kata-katanya sedikit melunak.

“hmm… Baiklah sebaiknya kau pulang dan pikirkanlah baik-baik tindakanmu barusan. Aku tidak mau ada perpecahan antara superjunior dengan beast. Kau harus menyelesaikannya secepatnya” omongannya yang terdengar seperti Appaku.

Aku menurut, kuraih kunci mobil di meja dan mendorong pintu dorm dengan kasar.

***

Ji Young POV

 

Aku bosan beristirahat seharian di dalam kamar. Ahra Onnie tidak membiarkanku keluar dari kamar.

 

Aku sudah tidak tahan lagi. Aku keluar dari kamar menuju dapur, aku butuh  sedikit softdrink. Tenang tidak banyak, satu botol sudah cukup. Gara-gara kebiasaanku minum softdrink terlalu sering, dulu aku selalu diomeli Eomma.

‘Fuuuh! Dingiiiin’ seteguk softdrink dari dalam kulkas sudah bisa membuat pikiranku fresh.

BRAK

Aku terkejut bukan main. terdengar suara bantingan pintu depan rumah. Munculah Kyuhyun dari ruang depan. Mukanya merah padam, ekspresinya mematikan seperti ingin membunuh orang dengan sekali terkam. Dia berjalan cepat menuju kamarnya tanpa menegok kearahku ketika melewatiku. Sepertinya dia sedang punya masalah besar. Tapi yasudahlah biarkan saja, dia kan sudah besar.

Setelah softdrinkku habis, aku memutuskan untuk menengok Harabeoji sebentar di dalam kamarnya. Aku sedikit khawatir dengannya karena hari ini dia tidak aku urus sama sekali.

“Harabeoji? Sudah tidur?” tanyaku pelan masih di depan pintu kamarnya yang sedikit terbuka.

“masuklah” suaranya terdengar serak.

Aku segera masuk dan melihat Harabeoji terbaring di kasur dengan wajah pucat.

“Harabeoji kau tak apa?” tanyaku cemas “Apa  perlu aku panggilkan dokter? Ah sebaiknya begitu” aku mengambil kesimpulan sendiri dan beranjak mengambil telfon yang tergantung di dinding kamar Harabeoji.

“Tidak, tidak perlu. Aku hanya ingin kau panggilkan Kyuhyun dan Ahra kesini”

Dengan terpaksa, aku menuruti perintahnya untuk tidak menelfon dokter tapi menelfon kamar mereka melalui sambungan paralel telfon rumah.

Tidak lama, Ahra onnie datang.

“Ada apa?” tanyanya bingung

Kyuhyun pun datang dengan wajah bertanya-tanya.

“Aku sudah tua. Maka dari itu, aku ingin kalian mengabulkan permintaanku. Kalian tau bukan umurku sudah tidak lama lagi?”

Aku, ahra dan kyuhyun menatapnya bingung.

“Aku hanya ingin Kyuhyun segera menikah dengan Ji Young”

“Harabeoji tenang saja, aku bahkan siap menikahi Ji Young sekarang juga.” jawab Kyuhyun santai.

Otomatis, jawabannya itu, membuat kami bertiga yang mendengarnya shock bukan main. Terutama aku. Aish apa yang terjadi dengannya hari ini?

Ahra onnie tersenyum banyak arti ke arahku, begitu juga Harabeoji. Seolah-olah aku yang paling beruntung dalam perjodohan ini. Memang benar aku beruntung, aku mungkin akan segera memiliki Kyuhyun, artis idolaku sejak dulu. Tapi, setelah perkataannya kemarin, aku jadi ragu.

“Ahra, aku ingin kau mempersiapkan pernikahan mereka dua minggu lagi” Ujar Harabeoji kepada Ahra onnie, dan kemudian kepadaku “dan kau Ji Young, kau tak perlu sibuk mengurusiku lagi, aku segera akan mencari perawat lain. Aku ingin kau fokus pada pernikahanmu”

Aku hanya mengangguk pelan. Tanpa sengaja aku melihat Kyuhyun yang sedang menatapku intens dengan senyum dibibirnya. Aku sangat amat tau itu bukan senyum ketulusan.

***

Malam harinya, aku tidak bisa tidur. Aku sudah mencoba memejamkan mata, tapi tetap saja tidak bisa tidur. Bahkan, aku sudah menghitung domba-domba sampai seratus, tapi hasilnya nihil. Akhirnya, aku memutuskan untuk berjalan-jalan saja di taman belakang.

Rumah keluarga Cho Kyuhyun memang sangat amat besar. Begitu pula dengan taman yang ada di belakang rumah mereka. Tamannya didesain seperti bukit. Kontur tanahnya sedikit lebih tinggi dari pada rumah. Sehingga, jika berada di taman, rumah-rumah penduduk di sekitar tidak terlihat dan kita bisa melihat pemandangan langit dengan indah. Beruntung, malam ini, langit cerah berhiaskan bintang dan bulan. 

Aku tersenyum. Aku jadi ingat, dulu, ketika aku tidak bisa tidur , Eomma selalu menemaniku di teras rumah untuk memandang bintang-bintang walaupun dia tampak lelah dan letih. Eomma memang yang terbaik.

Ketika aku sedang berdiri menatap langit, aku mendengar sebuah suara. Suara gemirisik yang tidak jauh dari tempat aku berdiri. Kudekati suara itu pelan-pelan sampai ke semak-semak. Lalu, semak itu bergoyang, dan ketika aku buka, ternyata Kyuhyun lah yang sedang berjongkok disana. Dia kaget melihatku.

“Ji Young? Sedang apa kau?” tanyanya.

“Kau sendiri?” tanyaku gantian.

“Haish, aku yang bertanya duluan, kenapa kau balas dengan bertanya juga?” katanya sebal.

“Miane. Aku sedang berjalan-jalan di sini, dan aku mendengar suara dari semak-semak ini.” jelasku. “Lalu, kau sedang apa Kyu?” tanyaku

“Ani. Aku sedang mengejar tupai” kata Kyuhyun.

“Mwo? Tupai?” tanyaku. Kyuhyun berdiri lalu berjalan ke arah yang berlawanan.

“Ne. Aku punya seekor tupai. Tapi kau jangan bilang ke Ahra nuna karna dia tidak suka jika aku memelihara tupai dirumah” ujarnya. Aku mengangguk mengerti.

Aigoo, seorang Cho Kyuhyun yang mempunyai sifat iblis juga suka memelihara hewan imut seperti itu? Omo, lucu sekali tuan muda Cho. Hahaha

Tanpa sadar aku melihat Kyuhyun sambil tertawa kecil. “Hei Young-ssi kau menertawaiku?” tanya Kyuhyun sambil melotot. Lalu dia menjitak kepalaku.

“AAUUW” jitakkannya membuat kepalaku sedikit pusing. Aku mengelus-elus kepalaku.

“Jangan menertawaiku seperti itu lagi! Atau aku akan menyuruh tupaiku untuk memakan kepalamu!” ancamnya sadis.

“Ani ani. Aku minta maaf. Kau ini sadis sekali!

“Huahahaha” Kyuhyun semakin tertawa terbahak-bahak melihat ekspresiku.

“Wae?”

“Hei Young-ssi, apa kau pikir tupai bisa memakan kepala manusia hah?” katanya masih sambil tertawa. Bahkan tawanya semakin kencang.

“Aish! Aku ini bodoh sekali!” kataku sambil memukul kepalaku sendiri. Kyuhyun pun semakin tertawa geli sampai memegang perutnya.

Baru pertama kalinya, aku melihat Kyuhyun tertawa lepas. Di layar kaca pun, aku jarang sekali melihat dia tertawa. Dia memang dikenal sebagai pribadi yang cool. Dirumah pun, dia lebih sering marah padaku. Jujur saja, kalau dia sedang tertawa seperti sekarang, dia terlihat seratus kali lebih tampan dari biasanya. Meski biasanya pun wajahnya sudah sangat amat tampan.

“Kau tidak bisa tidur?” tanyanya memecah keheningan. Aku mengangguk.

“Haish, apa kau tidak punya mulut hah?” tanyanya sedikit membentak karna aku hanya mengangguk sedari tadi.

“Ah miane”

“Sudahlah” katanya sambil berjalan menuju pintu.

“Chankamman!” ucapku

“Waeo?”

“Mmm.. Kyu, apakah kau yakin ingin menikahiku?” tanyaku ragu-ragu.

“Kau tenang saja, kau bisa memegang ucapanku” katanya lalu pergi meninggalkanku.

***

 Kyuhyun POV

 

“Hyung aku akan segera menikah” kataku pada Lee Teuk Hyung. Sontak, dia kaget.

“Mwo?! Menikah?!”

Seluruh member di ruang tengah mendengar Teukie Hyung berteriak, lalu mereka semua berlari ke arah kami di balkon dorm.

“Hei apa aku tidak salah dengar, siapa yang ingin menikah?” tanya Eunyuk pada kami. Seluruh member mengangguk-angguk dengan wajah penasaran.

“Aku” jawabku. Seluruh member terkejut. Haechul Hyung melotot ke arahku. Siwon Hyung menatap kearahku penuh tanda tanya. Sedangkan wookie mengusap-usap punggung Sungmin Hyung untuk menenangkannya.

“Dengan Ji Young?” kali ini giliran Sungmin Hyung bertanya. Member yang lain langsung melirik ke arah Sungmin.

“Kau sudah tau?” tanya mereka. Sungmin Hyung mengangguk. Meski dia sudah tau tentang perjodohanku sejak lama, tapi raut wajahnya juga terlihat shock dan sedih.

“Ne Hyung. Aku tidak bisa membantah permintaan Harabeoji. Dia ingin sekali melihat aku menikah.” ujarku.

“Chukae Kyu! Kau benar-benar menepati taruhan kita dua minggu lalu” teriak Eunyuk dengan gembira. Aku tersenyum.

“Bagaimana dengan SM? Management?” tanya Teukie Hyung.

“Harabeoji sudah bicara dengan Sooman Seosangnim dan dia menyetujui pernikahanku asalkan tidak tercium media”

“Baiklah” jawab Teukie Hyung. Dia beranjak pergi dari balkon. Hyung yang lainnya juga ikut pergi kecuali Sungmin Hyung.

“Kyu kau yakin?” tanya Sungmin.

“Ne” jawabku pelan. 

“Ini tidak ada hubungannya dengan Seohyun kan?” tanyanya lagi tapi kali ini nada bicaranya tampak ragu-ragu. Aku sudah menduganya dia akan bertanya mengenai hal ini.

“Aku memang kecewa dan patah hati. Tapi aku sudah memutuskan untuk melanjutkan pernikahanku dengan Ji Young” kataku. Sebenarnya, aku juga masih belum yakin atas keputusanku.

“Aku percaya padamu Kyu”

***

Ji Young POV

 

Terik matahari yang terasa membakar tubuh, tidak menghalangi Harabeoji untuk memaksaku dan Ji Young pergi ke toko butik khusus pengantin. Dengan setengah hati, aku menuruti kemauan Harabeoji. Begitu pula dengan Kyuhyun. Dia bahkan harus meninggalkan ‘istri’ kesayangannya untuk pergi bersamaku. Padahal seharusnya, hari ini adalah jadwal Kyuhyun bermain game seharian penuh, karena jadwal shownya kosong.

Tiba di butik pengantin, kami disambut oleh beberapa pegawai butik itu. Mereka mempersilahkan kami duduk dan menyuruh kami untuk menunggu pemilik butik itu datang.

Tak lama, Si pemilik butik itu datang menyapa kami. “Annyeong Haseyo” sapanya lembut. “Kenalkan Lee Tae Ri Imnida” katanya.

Aku dan Kyuhyun pun turut memperkenalkan diri.

“Baiklah, untuk mempersingkat waktu, ayo aku ukur badan kalian dulu” katanya lalu menggiring kami ke sebuah ruangan. Disana, badan kami diukur, dari mulai Kepala sampai ujung kaki. Setelah itu, kami harus memilih gaun pengantin yang akan aku dan Kyuhyun kenakan di hari pernikahan.

“Aku ingin ini” Tunjukku di salah satu foto gaun pengantin berwarna ungu muda.

“Aish menggelikan! Aniyo! Aku mau yang ini” katanya. Kyuhyun menunjuk gaun pengantin yang berwarna biru. Sontak, aku langsung melotot ke arahnya.

“Mwo? Aniyo! Aku tidak mau! Kau gila hah? Seenaknya menyuruhku untuk memakai gaun seperti itu!” Sebenarnya aku tidak ada masalah dengan warna gaunnya, tapi, aishh belahan dadanya sangat rendah dan punggungnya sama sekali tidak tertutup. Sekalian saja aku tidak usah pakai baju!

“Aku mau yang ini saja!” kataku. Kali ini, aku memilih gaun krem yang tertutup.

“Ish, Kau ini seleranya jelek sekali!” ejek Kyuhyun.

“Apa kau bilang?! Seleraku itu tinggi. Kau saja yang tidak punya selera. Dasar namja mesum!” ucapku.

“MWO?” tanyanya geram sambil melotot “AISH”

“Ehm” seseorang berdehem. Kami berdua langsung diam dan menengok ke Lee Tae Ri. Saking asyiknya berdebat, kami sampai lupa ada dia di depan kami.

“Kalau begitu, biar aku yang memberikan saran” katanya. Lalu dia membolak-balik buku yang berisi gaun pengantin koleksinya. “Bagaimana dengan yang ini?” tanyanya.

Aku dan Kyuhyun langsung melihat ke foto yang terdapat gaun berwarna putih tulang. Gaunnya sederhana, hanya diberi hiasan pita diujung bawah gaunnya. Simple tapi cantik. Dan yang paling aku suka dari gaun itu, yaitu tidak terlalu terbuka berbeda dengan pilihan namja mesum disebelahku.

“Aku suka” kata kami bersamaan. Aku langsung menengok ke arah Kyuhyun begitu pula dia yang menengok ke arahku.

Lee tae Ri pun langsung tersenyum.

Setelah selesai memilih gaun pengantin aku dan Kyuhyun memutuskan untuk segera pulang. Aku tahu, pasti dia kangen berat dengan ‘istri’ kesayangannya itu. Tapi, di tengah perjalanan Kyuhyun memutar balik mobilnya.

“Loh Kyu? Kita mau kemana?” tanyaku.

“Kau diam saja! Ada barang yang harus aku ambil di dorm” kata Kyuhyun. Baiklah, aku hanya diam saja duduk disampingnya sepanjang jalan ke dorm.

***

DONGHAE POV

 

Jam weker berdering tepat di sebelah tempat tidurku. Pasti sekarang pukul dua belas siang. Semalam aku habis begadang bersama si monyet. Dia membujukku untuk menemaninya menonton film yadong. Karena aku sedang tidak ada kegiatan semalam, ya, aku ‘iyakan’ saja ajakannya.

“Honey, aku pinjam mobilmu sebentar!” teriak seseorang dari balik pintu.

Eit, jangan salah paham dulu. Dia bukan pacar atau kekasihku, juga bukan ibuku atau nunaku. Dia bukan perempuan, juga bukan laki-laki. Dia tidak gila, tapi juga tidak waras. Tapi yang sangat aku sesali, dia adalah sahabat baikku sejak dulu. Iya Benar! Dia itu si Monyet Mesum!

“Balikan dengan utuh monyet mesum!” teriakku dari kamar.

Hari ini, aku akan bermalas-malasan. Aku lapar sekali, tapi aku malas mandi. (Abaikan -_-) Aku duduk di pinggir tempat tidur untuk memulihkan kesadaranku. Lebih baik lagi jika aku memandang lukisan besar di dinding tepat dihadapanku sekarang. Lukisan yang sudah lama berada disana. Lukisan yang sangat berharga karena disana ada sesosok wanita yang sangat amat berharga. Bahkan lebih berharga dari diriku sendiri. Dalamnya, rambutnya tergerai indah, senyumnya yang tak pernah aku bisa lupa, dan matanya yang hidup. Aku bisa merasakannya. Dulu, sebagian perasaanku ada disana, bersamanya, dihatinya. Tapi sekarang, seakan itu hanya sebuah mimpi yang aku sudah terbangun. Kim Nana, having you as my girl in my life is beautiful i’ve dreams.

Dorm sepi. Sepertinya semua Hyung pergi. “Haaah terasa lebih baik, apalagi tidak ada monyet mesum”

Perutku lapar. Aku merampok seluruh snack yang ada dikulkas dan juga susu strawberry milik Eunhyuk. Makan snack sambil nonton tv ituuu bagai terbang bersama lumba-lumba diangkasa. (mulai lebai :D) Sedang enak-enaknya bersantai, pintu dorm diketuk. Dengan malas-malasan, aku membuka pintu. Ah ternyata Kyuhyun. Tapi, dia bersama seorang wanita yang sedang mengambil sesuatu di tasnya.

“Kyu? Ada apa?” tanyaku sambil memperhatikan wanita itu. Sepertinya aku tahu wanita ini.

“Aku mau mengambil kaset games” jawab Kyuhyun. Sebelum Kyuhyun masuk, aku bertanya kepadanya siapa wanita itu.

“Ah, dia calon istriku. Kenalkan namanya Ji Young”

Aku mengangguk lalu mengulurkan tanganku kepada wanita itu. Wanita itu seperti sedikit terkejut lalu memandangku sambil tersenyum dan menyambut uluran tanganku. “Ji Young” katanya. Bagai tersambar petir yang membawaku ke alam mimpiku yang dahulu. Bertahun-tahun aku menunggunya kembali, dan hari ini dia kembali. Kim Nana?

TBC

Iklan

7 Resensi Novel Remaja Terbaik

1. Rahasia Bintang

  • Ditulis oleh : Dyan Nuranindya
  • Ukuran: 13.5 x 20 cm
  • Tebal: 310 halaman
  • Terbit: Maret 2006. Cetakan baru Maret 2012

Sinopsis

Sejak ditinggal sahabatnya waktu kecil, Keysha nggak percaya lagi yang namanya sahabat. Baginya lebih baik mencari banyak teman daripada satu orang sahabat. Tapi semua berubah ketika dia mengenal Aji – cowok berandal, brengsek, tukang bikin onar, dan terkenal playboy di sekolah. Sejak mengenal Aji, setiap hari Keysha selalu jantungan menghadapi semua perilakunya yang gampang emosian. Apalagi ditambah musuh-musuh Aji yang jumlahnya bejibun. Keysha jadi merasa tidak aman dan terancam. Tapi bagaimana jadinya kalau ternyata cowok brengsek macam Aji justru menaruh kepercayaan besar pada Keysha sehingga ia berani menceritakan rahasianya yang paling dalam? Dan apa jadinya kalau orang seperti Aji akhirnya jatuh cinta pada Keysha?

Nilai

Nilai 95 deh buat novel karya kak Dyan Nuranindya. Aku kasih empat jempol juga deh! keren keren! Konflik dalam ceritanya lumayan. Yang paling aku suka pas endingnya. So Sweet! Dijamin deh gak bakal nyesel baca novel Rahasia Bintang.

2. 3600 Detik

  • Ditulis oleh Charon
  • Ukuran: 13.5 x 20 cm
  • Tebal: 208 halaman
  • Terbit: Mei 2008

Sinopsis

Sandra sangat terpukul ketika orangtuanya bercerai…. Dan hatinya semakin sakit ketika ayahnya memutuskan ia harus tinggal bersama ibunya, yang selama ini tak pernah dekat dengannya. Kemarahan yang menggelora menjadikan Sandra remaja yang bandel. Berulang kali ia dikeluarkan dari sekolah karena kenakalannya di luar batas.

Akhirnya ibunya memutuskan untuk pindah kota. Mungkin suasana dan lingkungan baru akan mengubah perilaku putrinya. Namun di sekolahnya yang baru ini Sandra sudah bertekad untuk membuat dirinya dikeluarkan lagi. Ia bertekad akan membuat ulah agar para guru tak tahan terhadapnya. Namun ia salah perkiraan. Pak Donny, sangat sabar menghadapinya. Wali kelasnya itu berpendapat, mengeluarkan Sandra berarti menuruti keinginan anak bandel ini.

Namun, lambat laun Sandra berubah. Orangtua maupun gurunya heran. Mereka yakin, Leon-lah yang membuat gadis itu berubah. Mereka juga bertanya-tanya, kenapa Leon bisa bersahabat dengan Sandra, sementara murid-murid yang lain justru menjauhi gadis urakan itu. Apa yang membuat Leon tertarik padanya, padahal keduanya bagaikan langit dan bumi. Leon adalah anak rumahan yang manis, bintang pelajar, sopan, tekun… berbeda seratus delapan puluh derajat dengan Sandra….

Nilai

mmm 96 score buat novel ini. Jalan ceritanya seru, gak bakal ngebosenin deh. Aku suka sama cerita yang sad ending. dan ending di novel ini nyentuh banget sampai bisa bikin aku nangis. Top banget deh buat Kak Charon!

3. Summer in Seoul

  • Ditulis oleh : Ilana Tan
  • Ukuran: 13.5 x 20 cm
  • Tebal: 280 halaman
  • Terbit: November 2006

Sinopsis

Jung Tae-Woo―penyanyi muda terkenal Seoul yang muncul kembali setelah empat tahun menghindari dunia showbiz.

“Aku hanya ingin memintamu berfoto denganku sebagai pacarku,” kata Jung Tae-Woo pada gadis di hadapannya.

Sandy alias Han Soon-Hee―gadis blasteran Indonesia-Korea yang sudah mengenali Jung Tae-Woo sejak awal, namun sedikit pun tidak terkesan.

Sandy mengangkat wajahnya dan menatap laki-laki itu, lalu berkata, “Baiklah, asalkan wajahku tidak terlihat.”

Awalnya Jung Tae-Woo tidak curiga kenapa Sandy langsung menerima tawarannya. Sementara Sandy hanya bisa berharap ia tidak akan menyesali keputusannya terlibat dengan Jung Tae-Woo. Hari-hari musim panas sebagai “kekasih” Jung Tae-Woo dimulai. Perubahan rasa itu pun ada. Namun keduanya tidak menyadari kebenaran kisah empat tahun lalu sedang mengejar mereka.

Nilai

Nilai nyaris sempurna yaitu 99 aku kasih secara cuma-cuma buat novel terbaik sepanjang masa yang pernah aku baca. Sebenernya novel ini masuk dalam tetralogi 4 musim. Novel Summer in Seoul jadi novel pertama. Selanjutnya ada novel Autumn in Paris, Winter in Tokyo, dan Spring in London. Semuanya bagus-bagus. Tapi menurut aku Summer in Seoul jadi yang terbaik diantara yang terbaik! Perjalanan cinta yang romantis antara seorang aktor tampan Korea dengan gadis biasa. Bikin geregetan deh bacanya. Sampai sekarang pun empat novel ini tetap jadi bestseller di Gramedia. Salut banget buat kak Ilana Tan!

4. Jingga dan Senja

  • Ditulis oleh : Esti Kinasih
  • Ukuran: 13.5 x 20 cm
  • Tebal: 312 halaman
  • Terbit: Februari 2010

Sinopsis

Tari dan Ari, dua remaja yang dipertemukan oleh takdir. Selain bernama mirip, mereka juga sama-sama lahir sewaktu matahari terbenam.

Namun, takdir mempertemukan mereka dalam suasana “perang”. Ari yang biang kerok sekolah baru kali ini bertemu cewek, adik kelas pula, yang berani melawannya. Kemarahan Ari timbul ketika tahu Tari diincar oleh Angga, pentolan SMA musuh.
Angga, musuh bebuyutan sekolah Ari sekaligus musuh pribadi Ari, langsung berusaha mendekati Tari begitu cewek itu tak sengaja terjebak dalam tawuran dan Ari berusaha keras menyelamatkannya. Demi dendam pada masa lalu, Angga bertekad harus bisa merebut cewek itu. Memanfaatkan peluang yang ada, Angga kemudian maju sebagai pelindung Tari.

Ari yang selama ini dikenal tidak peduli terhadap cewek tiba-tiba saja berusaha mendapatkan Tari dengan segala cara. Namun, predikat buruk Ari jelas membuat Tari tidak ingin berurusan dengan cowok itu.

Semakin Ari berusaha mendekatinya, semakin mati-matian Tari menjauhkan diri….

Nilai

Kasih berapa ya..? 96 deh. Tepuk tangan! prok prok prok. Tiga kata buat novel kak Esti Kinasih, keren, keren, keren! Matahari dan Matahari. Aduh kalian bakal nyesel banget deh kalo nggak baca novel ini. Kisah cintanya dikupas secara unik dan manis. Bikin kita senyum-senyum pas lagi baca. Novel Jingga dan Senja ada kelanjutannya yaitu Jingga dalam elegi dan yang segera terbit Jingga untuk Matahari. Kedua novel yang udah aku baca, semuanya seru. Novel ketiganya yang akan terbit udah ditunggu-tunggu banyak orang loh.

5. Separuh Bintang

  • Ditulis oleh : Evline Kartika
  • Ukuran: 13.5 x 20 cm
  • Tebal: 320 halaman
  • Terbit: Mei 2009

Sinopsis

Cinta itu nggak butuh alasan. Jika cinta membutuhkan alasan, ketika alasan itu hilang, cinta juga akan hilang bersamanya…. Lalu ketika seseorang yang kita cintai itu menghilang, apakah kita juga harus hilang bersamanya?

Dunia seakan terbalik bagi Chiara. Dalam sekejap hidupnya yang penuh kebahagiaan berubah. Setelah tahu statusnya sebagai anak haram—-yang menyebabkan ayahnya marah dan kabur dari rumah, ditambah meninggalnya ibu dan kakaknya—-Chiara mengunci rapat-rapat sebagian dirinya.

Di tengah kesedihan dan keterpurukannya itu, Aldy, sahabat sejatinya sejak kanak-kanak, selalu setia menemaninya. Tapi, bisakah kesabaran dan ketulusan Aldy membuat Chiara bangkit lagi? Atau mungkin, perlu muncul kisah dan tokoh baru untuk memulai episode hidup Chiara yang selanjutnya?Who knows?

Nilai

88 nilai untuk novel ini. Cukup bagus kok novelnya. Lumayan buat ngisi waktu luang kalian yang membosankan. Dibanding baca buku biologi mending baca novel ini. Baiklah mulai ngelantur. Ceritanya romantis dan pelanjaran hidup ditulis jadi satu dalam novel ini.

6. Dia Tanpa Aku

  • Ditulis oleh : Esti Kinasih
  • Ukuran: 13.5 x 20 cm
  • Tebal: 280 halaman
  • Terbit: Januari 2008

Sinopsis

Ronald, cowok kelas 2 SMA, sudah lama naksir Citra yang masih kelas 3 SMP. Tapi Ronald belum mau PDKT. Ia menunggu sampai Citra masuk SMA, karena itu ia hanya bisa mengamati Citra dari jauh.

Saat yang ditunggu Ronald selama berbulan-bulan akhirnya tiba. Citra masuk SMA! Namun Ronald kecewa karena ternyata Citra masuk SMA yang sama dengan adiknya, Reinald, dan sekelas pula. Namun, keinginan dan harapan terbesar Ronald untuk mendekati Citra tak pernah terwujud. Cowok itu kecelakaan dan tewas di tempat, tidak jauh dari rumah Citra.

Reinald menganggap Citra-lah penyebab kematian kakaknya. Rasa marah dan keinginannya untuk menyalahkan Citra membuat sikapnya terhadap cewek itu menjadi penuh permusuhan. Keduanya kemudian kerap bertengkar tanpa Citra tahu pasti alasan sebenarnya.

Sikap Reinald berubah drastis ketika Citra memutuskan untuk tidak lagi mengacuhkannya. Kini Reinald berada di posisi yang sama seperti Ronald dulu. Perubahan sikap Reinald itu tanpa sadar mendekatkan keduanya. Dan akhirnya Reinald tak lagi ingin menjaga Citra demi almarhum kakaknya.

“Gue suka cewek lo,” ucap Reinald suatu hari di depan foto Ronald. Dan itu membuat sang kakak kemudian “kembali”!

Nilai

Aku kasih 90! yeay! Selamat buat kak Esti Kinasih yang udah dua kali novelnya aku resensiin. xoxo. Abis novel karya Kak Esti semuanya keren. Kembali lagi aku suka sama endingnya, soalnya sad ending. Satu kotak tissu abis sambil baca novel ini.

7. Brondong Lover

  • Ditulis oleh : Stephanie Zen
  • Ukuran: 13.5 x 20 cm
  • Tebal: 232 halaman
  • Terbit: November 200

Sinopsis

Nasha sebel banget sama juniornya yang nyolot, Dave. Sejak hari pertama MOS, Dave kerjanya terus membantah apa pun kata Nasha dan ogah untuk bekerja sama dalam kegiatan kelasnya. Tapi, pas Nasha berantem sama mantannya yang supernyebelin, Kevin, si nyolot Dave ternyata membelanya! Begitu pula pas Nasha terjatuh hingga terkilir di kemping penutupan MOS, Dave ngebela-belain menggendong Nasha sampai tenda. U-ui… apakah ada cinta yang mulai bersemi di hati Nasha? Bagaimana dengan hubungannya yang belum beres sama Kevin? Dan bagaimana juga dengan perhatian berlebih dari Kak Elang yang sudah kuliah?

Nilai

89 Brondong Lover! Lucu banget novelnya tapi romantisnya tetep ada. Manis dan unik ceritanya. Hebat salut buat pengarangnya!

Who I am ( part 1 )


Cast    : Kang Ji Young, Cho Kyuhyun, Lee Donghae, Goo Hara, Lee Jeong Min, member super junior

Genre : Romance

Ji Young POV

Angin malam Seoul berhembus menggelitik kulitku membuat tubuhku menggigil.Bahkan jaket tebal yang aku pakai tak cukup untuk menghangatkan tubuhku.

Aku berjalan menuju rumah kecil di pinggir kota Seoul. Rumah yang sudah aku tempati selama tiga tahun terakhir bersama eomma yang aku sangat sangat sayangi.Karena eommalah duniaku kembali.

“Eomma~ aku pulang~”

Eomma datang dari balik pintu kamar. Aku langsung menghambur kepelukan eomma seperti biasa. Hal yang membuat aku ingin cepat pulang kerja adalah rindu dengan pelukan eomma. Pelukan eomma hangat, bahkan lebih hangat dari jaket tebal yang aku pakai.

“Aigoo anak eomma manja sekali”

Bau tubuh eomma sangat khas yang bisa membuatku tenang.

Aku melepaskan pelukanku lalu eomma menggiringku duduk di sofa ruang tengah.

“Bagaimana kerjamu hari ini?”Tanya eomma setelah kami duduk.

“mmm seperti biasa. Ahjussi itu semakin hari semakin menyebalkan”

Eomma mencubit hidungku.

“Aish dia itu menyebalkan eomma, ahjussi itu bawel sekali” lanjutku.

“Dia begitu karena dia itu bosan sudah berada dirumah sakit selama satu tahun”

“Aku pikir juga begitu. Tapi kenapa Ahjussi itu harus teriak-teriak seperti itu!”

“Bekerjalah dengan hatimu Ji Young-ah dan kejarlah kebahagiaanmu”

Aku mengurucutkan bibirku. Itulah pesan eomma yang sudah aku dengar berpuluh-puluh kali.

“Aku bekerja dengan tenaga dan otakku!”

“Dasar anak keras kepala” eomma menyentil keningku membuatku meringis.

“Aish sakiit, ini namanya kekerasan rumah tangga!”

“Dasar anak kecil!”

“Omo aku sudah dewasa eomma!Aku sudah dua puluh tahun!”

“Tapi kau belum juga punya pacar!Apa kamu mau jadi perawan tua hah?”

Yak, lagi, lagi dan lagi.Sudah sebulan ini eomma terus-terusan menyuruhku mencari pacar.Aku sudah sangat bosan mendengarnya.

“Dewasa bukan berarti punya pacar kan eomma?”

“Dulu saja eomma menikah diumur tujuh belas tahun”

“Itukan duluuuu.Aku masih mau menikmati hidupku hanya berdua saja dengan eomma~” hahaha inilah jurus jitu biar eomma berhenti menyuruhku mencari pacar.

“Aish kau ini” Eomma kembali memelukku erat.

“Sudahlah sana kamu ganti baju!Eomma akan masak air panas untuk kamu mandi” suruh eomma.

“Saranghae eomma” aku mengecup pipi eomma yang sudah tampak keriput.Kemudian melangkah pergi ke kamar.

                                                                        ***

Kyuhyun POV

Ini sudah yang ketiga kalinya aku mengulang game sialan ini. Game yang baru aku beli tiga hari yang lalu. Biasanya aku bisa menamatkan game selama sehari saja bahkan bisa kurang dari sehari tapi kali ini aku benar-benar kehilangan akal untuk menyelesaikan game idiot ini.

Aku membanting PSPku ke sofa.Kesal karena baru kali ini aku selalu game over. Game sialan!

Sepertinya para Hyung-hyungku memerhatikanku sedari tadi dengan tampang harap-harap cemas. Mereka pasti cemas, PSP ku saja sudah aku banting yang notabennya adalah istriku, jadi tidak heran lagi kalau aku bisa membanting barang yang ada di sekitarku bahkan hyungku bisa saja aku banting. *aderay kali hehe

“Hei Kyu kau kenapa?” akhirnya Teukie hyung bertanya takut-takut.

“Dia pasti kalah main game hahaha” Eunhyuk, si monyet itu mengejek lalu kabur ke kamarnya sebelum aku makan hidup-hidup.

“Hanya game Kyu, kau sudah terlalu sering menang. Sekali-kali kalah nggak apa-apa kan” Sungmin hyung angkat bicara.

“Mmm bagaimana kalau kita main remi saja?” ajak Heechul hyung

“Ha boleh juga, sudah lama aku tidak main remi” ujar donghae bersemangat.

“Ah iya, aku juga tidak ada kerjaan” sahut Yesung hyung

“Aku ikutan!Aku ikutan!”Eunhyuk berteriak-teriak keluar dari kamar.

Eunhyuk, Donghae, Lee Teuk, Sungmin, Wookie, Siwon, dan Yesung duduk melingkar diruang tengah. Karena hanya mereka yang ada di dorm sekarang. Sedangkan member yang lain sedang bekerja.

Kartu remi sudah dipegang oleh Yesung Hyung.

“Hei Kyu, kau tidak mau ikutan?” tanya Sungmin Hyung

Aku menggeleng lalu membuang muka.Cih remi, Itu mainan zaman purba.Zaman sekarang masih aja main remi.ckck

“Kau takut Kyu?” tanya Eunhyuk

“sst kau cari mati hah? Kau tidak liat tampangnya sudah seperti raja singa?” bisik donghae kepada couplenya.

“Hah kau bilang aku takut?Aku bahkan jago main PSP, mainan modern masa kini.Aku adalah raja dari segala game.”Ujarku bangga.Mana mungkin aku kalah dengan mainan purba seperti itu.

“Aku tidak percaya.Buktikan Kyu, ayo ikut main dengan kami dan buktikan bahwa kau memang rajanya game!” tantang Eunhyuk.

“Okey siapa takut!Aku ikut main!” jawabku mantab.

Aku bergabung duduk disamping Sungmin hyung dan Wookie.

“Tunggu, permainan tidak akan seru jika tidak ada taruhannya kan?” tanya Eunhyuk

“Kau mau apa memang, uang?” tanya Teukie balik

“Tidak, bukan uang.Sesuatu yang lebih seru dari uang.Menurut kalian?”

“Yang menang dapat kaset game terbaru,ok?” Aku memberi ide

“Aish, itu sih kau yang suka!Bagaimana jika yang kalah, dia harus segera menikah?”

Donghae langsung menoyor kepala Eunhyuk.“Memang kau pikir menikah itu main-main?Pernikahan itu sakral.Hanya sekali seumur hidup.Pernikahan itu harus didasari dengan cinta diantara keduanya.”Ucap Donghae panjang lebar.

“Siapa bilang main-main?!Baiklah bagaimana kalau hanya tunangan?Kalian bisa bertunangan dengan orang yang kalian suka kan?”

“Aku setuju!Lagipula aku tidak akan kalah” Kataku sambil tersenyum evil.

“Bagaimana jika persiapan pertunangan diberi waktu sebulan?”

Semuanya mengangguk bertanda setuju dengan taruhan itu.

Yesung hyung mulai mengocok remi dan membagikan kepada kami secara rata.

Mereka tampak serius.Tidak ada dari mereka yang pasti mau kalah.Mereka semua pasti ingin bertunangan tapi sekarang bukan waktunya.Mereka masih mau menikmati kariernya dan hidupnya yang cemerlang seperti sekarang seorang diri.

Eunhyuk menghabiskan kartunya lebih dulu. Diikuti dengan Siwon,  Sungmin, Donghae.

“Aish kenapa aku dapat kartu jelek-jelek begini?!” aku berteriak sendiri.

“Yak aku menang!Haha” Wokie berteriak kegirangan.

“Aish mana mungkin Wookie bisa menang dariku” gumamku jengkel.

Tersisa aku dan Teukie Hyung. Aku harus menang! Mau ditaruh dimana mukaku jika aku kalah?! Dimana gelar The king of game yang selama ini aku pegang? Oh tidak, aku harus menang!

“Ayo Teukie Hyung!! Kalahkan magnae setan itu!”Eunhyuk memberi semangat Teukie Hyung.Bahkan Donghae memijat-mijat pundak Teukie hyung.

“Magnae setan itu pasti kalah!Haha” ujar Eunhyuk lagi.

Aku mendelik tajam kearahnya.Memasang tampang evil tingkat dewa.Akhirnya Eunhyuk menutup mulutnya rapat-rapat.

Yak dua kartu lagi. Aku menaruh satu kartu berharap Teukie hyung tidak punya tapi ternyata Teukie hyung mengeluarkan sisa kartunya.Kartu Teukie Hyung habis dan itu berarti aku kalah.

“Hyaaa akhirnya kau kalah magnae setan!” Eunhyuk berjoget-joget di depan mukaku.

Aku menggeram lalu beranjak menuju kamarku.

BLAK

Aku membanting pintu.

Sial! Kenapa hari ini aku sial sekali! Kenapa hari ini aku selalu kalah main game!!

“Hei Kyu harus ingat taruhannya, kau harus sudah bertunangan dalam waktu satu bulan” teriak Eunhyuk dari luar kamar.

“DIAM KAU MONYET SIALAN!”

Aku berteriak-teriak sendiri dikamar.Aku frustasi.Bukan hanya karena kalah main game, tapi juga karena masalah taruhan itu.Mana aku lagi yang pertama menyetujui taruhan itu.

Lalu siapa yang harus aku ajak bertunangan?Kalau bertanya siapa yang yeoja yang sedang aku suka.Tentu saja Seo Hyun.Aku sudah menyukainya sejak lama.Dia amat sangat mempesona.Cantik dan baik.Sesuai dengan tipeku.Tapi aku belum berani untuk mengatakannya.Aku takut dia menolakku. Tapi apa salahnya mencoba kan? Lagipula masih ada waktu satu bulan sehingga aku bisa mempersiapkan mentalku.

Yeoja satu-satunya yang ingin aku nikahi hanyalah Seo Hyun.Hanya dia yang aku mau jadi pendamping hidupku.Tidak ada yeoja lainnya.

***

Ji Young POV

“Pagi Harabeoji” sapaku. Aku masuk sambil membawa semangkuk bubur dan segelas penuhsusu putih hangat.

Harabeoji terlihat sedang duduk bersender di tempat tidur melihat kearah jendela luar.Dia tersenyum setelah melihat kedatanganku.

“Kau ini tidak sopan sekali membuat orang tua menunggu!” Harabeoji mulai menggerutu seperti biasa dan seperti biasa pula, aku tidak akan mendengar ocehannya.

“Hei kau dengar aku tidak!” teriak Harabeoji

“Ne, aku dengar Harabeoji”

Harabeoji adalah ahjussi bawel itu.Aku, perawat satu-satunya rumah sakit Seoul International yang ditugaskan khusus untuk merawat ahjussi bawel itu.Harabeoji menderita jantung lemah dan hipertensi.Sudah satu tahun dia dirawat disini karena keluarganya tidak bisa mengurus Harabeoji dirumah mereka.Mungkin karena keluarga Harabeoji ini super sibuk.Makannya keluarganya menyerahkan kepada rumah sakit untuk menjaga ahjussi bawel ini.Itu artinya aku tidak tahu lagi sampai kapan ahjussi bawel ini akan aku rawat.

Harabeoji tidak mau dirawat oleh suster-suster yang lain. Dia hanya mau dirawat olehku.Aku juga tidak tahu alasannya kenapa.

Mengenai masalah aku memanggil ahjussi itu Harabeoji, karena dia yang mau aku memanggilnya begitu. Pada mulanya aku sih tidak masalah, karena aku pikir dengan memanggilnya Harabeoji, itu tidak merugikanku sama sekali. Tapi ternyata pikiranku salah setelah mengalami hal yang sangat amat memalukan.

Flash Back

Pagi hari yang cerah, aku mengajak Harabeoji jalan-jalan ditaman rumah sakit setelah makanan Harabeoji habis.Matahari pagi sangat menyehatkan tubuh.Maka aku memutuskan untuk mengajaknya berjemur matahari pagi agar Harabeoji cepat sembuh. Kalau dia cempat sembuh, dia tak perlu lagi kan dirawat disini. Ok it’s the great idea!

Aku mendorong kursi rodanya mengelilingi taman rumah sakit yang cukup luas. Setelah lelah, aku memberhentikan kursi roda Harabeoji disamping kursi taman yang akan aku duduki.

Suasana taman sangat ramai. Mereka pasti juga akan merasakan manfaat matahari pagi. Tapi justru itu membuat malapetaka.

Tiba-tiba…

“Ji Young-ya… a.aa..k..a.a..aku” Harabeoji mengucapkan kata-kata dengan terbata-bata.

Aku mulai panik.Ini bukan hal yang biasa.Selama aku mengenalnya, selama dia sakit, Harabeoji tidak pernah berkata dengan terbata-bata.Ini berarti ada sesuatu yang salah.

“Ada apa Harabeoji? Kau tak apa? Kau sakit?”Aku menanyakan pertanyaan beruntun kepada Harabeoji karena saking paniknya.

“A..aku…” Wajah Harabeoji berubah pucat.Badannya bergetar. Aku lihat sepertinya  duduknya sudah tidak nyaman.

Aku berjongkok di hadapan Harabeoji memastikan keadaannya.Aku mengguncang-guncang tubuhnya keras.Tapi Harabeoji belum mau mengeluarkan sepatah katapun.

Sampai akhirnya…

BROT BROT BROT

“Aku mau kentut Ji Young-ya” kata Harabeoji sambil memamerkan senyum terindahnya.

Orang-orang disekitar kami menengok ke arah sumber suara yaitu Harabeoji.Mereka menutup hidung mereka masing-masing.Begitu pula denganku.

“HARABEOJI !”Aku melotot kearah Harabeoji. Aigoo, ahjussi tua ini benar-benar mengesalkan!

Tapi aku tidak sadar, orang-orang disekeliling kami beralih memandangku dengan tatapan tajam. Mereka seperti meminta pertanggung jawaban atas apa yang sudah Harabeoji ku lakukan. Tapi kan bukan aku yang kentut? Kenapa marah padaku?Kenapa ini seperti salahku? Omo!

Hal yang patut aku sesali.Kenapa pada saat itu aku harus memanggilnya Harabeoji?Aigoo, aku sudah salah bertindak.

Aku mulai menyuapi Harabeoji.Dia tidak pernah mau makan sendiri.Kelakuan ahjussi itu memang seperti bayi baru lahir.

“Ji Young, kau bisa main catur?” Tanya Harabeoji disela-sela makannya.

“Tentu bisa dong”

“Benarkah? Kalau begitu ayo kita main!” ajak Harabeoji menggebu-gebu.

“Dengar Harabeoji, tidak ada yang pernah bisa mengalahkanku main catur. Aku takut Harabeoji kalah.Nanti kalau Harabeoji nangis bagaimana?” sahutku. Tidak ada salahnya kanmencegah hal yang sudah pasti akan terjadi. Harabeoji kan seperti anak kecil jadi bisa saja nanti dia menangis.

“Kau pikir aku ini anak balita?” jawabnya jengkel.

“Nah itu tau” aku terkekeh geli.

“Aish kau ini! Ayo cepat kita main! Kau tidak bisa mengalahkanku anak muda.Haha” Harabeoji ini percaya diri sekali. Ckck

Setelah selesai makan, aku meminjam catur dari security rumah sakit.Lalu aku dan Harabeoji mulai bermain.

Akhirnya, aku dan Harabeoji main catur selama tiga jam.Ruangan pasien Harabeoji berubah seperti tempat konser indoor.Berisik. Kami saling teriak ketika anak catur mulai  termakan. Kalau tidak salah, sudah ada enam perawat yang masuk lalu mereka berteriak mengomel menyuruh aku dan Harabeoji diam. Tapi teriakan mereka kalah dengan teriakan Harabeojihaha dan akhirnya para perawat tadi langsung kabur dengan jempol kaki gemetar. (?)

“Nah kan Harabeoji kalah!Hahahaha” teriakku bangga setelah aku bisa mengalahkan Harabeoji.

“AKHH KENAPA BISA KALAH?!KAU PASTI CURANG JI YOUNG!!”Harabeoji tampak tidak terima atas kekalahannya.Ya iyalah Ji Young dilawan.hahaha

“Shuuut! Tenang Harabeoji, nanti kau bisa terkena hipertensi lagi”

Harabeoji mulai tampak tenang.Lalu menarik nafas panjang.

“Kan tadi aku sudah bilang, kalau aku ini jago main catur jadi Harabeoji pasti kalah.”

“Kau pasti curang kan Ji Young?”

“Omo, mana mungkin tampang malaikat sepertiku berbuat curang”

“Lalu siapa yang mengajarimu main catur?”

“Aku sendiri juga bingung, secara tiba-tiba aja aku jago main catur.” Ucapku bangga

“Ini sama saja kau menentangku Ji Young. Aku akan memberimu hukuman, dan kau harus mematuhi hukumanku.”

“Hukuman apa?” tanyaku.

“Aku tidak akan memberimu hukuman sekarang tapi suatu saat nanti aku pasti menghukummu.Hahaha” Mata Harabeoji tampak berbinar-binar, ada senyum tersembunyi yang tampak mencurigakan.

“Lagipula kau ini kan yeoja.Biasanya yeoja itu cuma pandai berdandan dan mengurus suami, bukan main catur sepertimu!”

“Aku bukan yeoja seperti yang Harabeoji bilang tadi yang cuma pandai berdandan.Yeoja seperti itu tampak menjijikkan dimataku.”

“Benarkah?Kenapa kau bisa bilang begitu?”

“Biasanya yeoja yang seperti itu otaknya ada di dengkul” ucapku meyakinkan.Harabeoji tertawa terbahak-bahak mendengar perkataanku.Memang ada yang lucu?

“Aish kenapa Harabeoji ketawa?”

“Kau ini lucu.Yeoja itu memang dikodratkan untuk berdandan Ji Young. Terkecuali kau saja haha. Atau jangan-jangan kau bukan yeoja?”Harabeoji kembali tertawa.Bahkan tertawanya sampai terpingkal-pingkal, terguling-guling, terngesot-ngesot. *oke ini gaje

Aku mengerucutkan bibirku.Bukan hanya Harabeoji tapi sudah berapa orang yang bilang aku ini bukan yeoja. Karena aku tidak pernah menyentuh… lipstick, blushon,eyeshadow? Aishh tidak akan pernah aku memakai sesuatu yang menjijikkan seperti itu!

KLEK

Pintu kamar pasien terbuka.Tampak seorang yeoja membuka pintu dan masuk kedalam.

“Harabeojiiiiiiiii!” teriak yeoja itu menghambur kepelukan Harabeoji.

“Aish kau ini siapa?” tanya Harabeoji mencoba melucu.

“Aaah Harabeoji! Aku ini cucumu yang tercantik”

Harabeoji dan yeoja itu berbincang-bincang. Entah apa yang mereka obrolkan hingga melupakanku yang duduk di pojok ruangan.

“Ah aku lupa, Ji Young kemari!” panggil Harabeoji

“Kau pasti Ji Young, benar?Aku Ah Ra” sapanya lembut. Ah yeoja ini cantik sekali. Dia terlihat dewasa.

“Ne Kang Ji Young imnida. Aku perawat Harabeoji”

“Harabeoji?” tanyanya bingung.Lalu dia menengok ke arah abonim.Tampak seperti meminta penjelasan.

“Kau tau maksudku Ah Ra?” Harabeoji balas bertanya

Ah Ra hanya mengangguk lalu tersenyum simpul mengisyaratkan sesuatu.

***

Sudah jam delapan mala mini waktunya untuk pulang kerumah dan bertemu eomma. Entah kenapa hari ini aku ingin cepat-cepat pulang.Ingin cepat melihat wajah eomma yang sudah tampak keriput.Rasanya seperti ada sesuatu yang mengganjal.Perasaan yang tidak enak.

Drrrtdrrrt

Hpku bergetar.Aku membaca nomor panggilan masuk.Aku mengerutkan kening.Nomor siapa ini?

“Yoboseo” sapa orang disebrang.

“Yoboseo”

“Ji Young, ini aku Goo Hara ”

Aku bisa mendengar nada suaranya yang kacau.Perasaanku makin tidak enak.

“Ada apa Hara-ya?”

“Eommamu.Dia..dia tertabrak mobil dan dia dibawa ke rumah sakit”

Tanganku lemas.Refleks aku menjatuhkan hpku.Sayup-sayup masih terdengar namaku dipanggil oleh Hara.

Aku berlari sekencang-kencangnya menuju rumah sakit.Tidak perduli sudah banyak orang yang aku tabrak.Sudah dua kali aku melanggar lalu lintas.Ketika lampu lalu lintas berwarna hijau, aku tetap menyebranginya.

Aku sudah hafal dimana letak ruang ICU karena rumah sakit ini dimana tempat aku bekerja.Aku langsung masuk keruang ICU dan mendapati seorang wanita tua tergolek kaku diatas tempat tidur.Wanita tua yang sangat aku kenali.Wanita tua yang membuat duniaku kembali.

“Eomma~!!!”Aku menghambur kearahnya.Menangis sekencang-kencangnya.

“Miane Ji Young, aku tidak bisa menyelamatkan eommamu” Lee Jeong Min meminta maaf lalu mengelus puncak kepalaku.Aku sudah sangat mengenal Jeong Min. Dia adalah dokter muda di rumah sakit ini.

Aku masih ingat kapan terakhir kali aku memeluk eomma. Pelukan yang pasti tidak akan aku rasakan lagi. Aku akan selalu merindukan pelukanmu eomma. Begitu pula dengan pesan eomma yang selalu dia katakan hingga aku hafal. ‘Bekerjalah dengan hatimu dan kejarlah kebahagiaanmu Ji Young-ah”

Air mataku semakin tidak bisa kubendung.Semuanya tumpah begitu saja.

“Jangan menangis Ji Young.Eommamu sudah tenang dialamnya sekarang. Berikan eommamu senyuman selamat jalan sebagai hadiah terindah di akhir usianya” ujar Jeong Min

Aku tersenyum ke arah eomma.Aku menggenggam kuat tangan eomma yang terasa kaku dan dingin. Aku akan selalu ingat kenangan-kenangan terindah aku dan eomma selama tiga tahun ini. Selamanya eomma.Saranghae eomma.

Pemakaman eomma hanya dihadiri segelintir orang saja.Karena eomma tidak punya keluarga. Hanya Goo Hara, teman sekaligus tetanggaku, Lee Jeong Min, Eomma dan adiknya Hara, dan beberapa teman eomma saat bekerja dulu.

Nama Ji Su Hee terukir indah di papan nisan putih. Bungga lili putih yang eomma suka sudah tergeletak di depan papan nisan menambah indahnya makam eomma.

Bulir-bulir air mataku kembali jatuh.Air mata kebahagiaan bukan kesedihan.Karena sekarang aku tau, eomma pasti sudah lebih bahagia disana. Meski aku akan selalu merindukannya.

Hana mengusap punggungku lembut.Memberikanku kekuatan dan kesabaran untuk menjalani semuanya.

“Ji Young, ayo kita pulang”

Aku mengangguk kecil lalu mengecup papan nisan sebelum aku beranjak pergi.

“Aku akan sering kesini mengunjungimu eomma. Kau tenang saja” bisikku di dekat nisan eomma.

Hara menuntunku berjalan meninggalkan pemakaman yang sudah tampak gelap karena hari sudah menjelang malam.

“Biarkan aku yang mengantar Ji Young pulang” tiba-tiba saja Lee Jeong Min sudah berada di depan kami.

Hara menengok ke arahku meminta jawaban.Aku hanya mengangguk.

Tangan Lee Jeong Min menggantikan Hara untuk menuntunku berjalan.Tubuhku memang terasa lemas rasanya hingga sulit untuk menapakkan kaki sekalipun.

***

Keesokan paginya, aku tetap bekerja.Padahal rumah sakit sudah memberiku izin selama seminggu untuk menenangkan diri.Tapi aku pikir, aku sudah kuat untuk bekerja. Justru dengan bekerja, pikiranku tentang eomma akan teralihkan.

Hari ini aku dibanjiri ucapan berduka cita dari seluruh karyawan rumah sakit.Merekalah salah satunya yang membuat hidupku kuat.Dukungan merekalah yang membuat aku ingin terus hidup untuk semua orang.

“Aish Ji Young kau sudah terlambat sepuluh menit dua detik!” Ucap Harabeoji setelah aku masuk

“Mianhamnida Harabeoji” sahutku lemah.

Hari ini aku akan libur untuk bertengkar dengan Harabeoji bawel itu. Aku sedang ingin diam. Aku akan menahan emosiku untuk hari ini. Jadi bersenang-senanglah Harabeoji, karena hari ini aku akan membiarkan kau berkata sesuka hatimu.

“Aigoo kenapa kau lesu sekali.Ah aku ingin minta maaf karena kemarin aku tidak bisa menghadiri pemakaman eommamu.”

“Gwenchana Harabeoji”

“Jadi sekarang kau tinggal sendirian?” tanya Harabeoji

Aku mengangguk membenarkan pertanyaannya.

“Kalau begitu tinggalah dirumahku.Kau bisa merawatku dirumahku saja.Apa kau mau? Ah kau harus mau” Kata Harabeoji seenaknya.

Refleks aku langsung menggeleng kuat. Aku pikir itu akan menyulitkanku. Sangat menyulitkanku.Cukup dirumah sakit saja aku harus merawat Harabeoji super bawel ini. Aku tidak bisa membayangkan jika aku harus merawatnya dirumah Harabeoji itu setiap hari setiap jam setiap menit setiap detik. Itu sama saja membunuhku secara perlahan.

“Tidak apa-apa jika kali ini kau tidak mau”

Eh kali ini?

Harabeoji sudah tertidur ketika aku meninggalkannya untuk pulang kerumah.Hari ini aku lelah sekali.Leher dan punggungku pegal semua.Rasanya seperti diremas-remas.

Hari ini Harabeoji terlihat aneh.Dia tampak baik hari ini. Dia sama sekali tidak teriak-teriak seperti biasa. Justru dia malah menyanyi sepanjang hari.Dia bilang dia menyanyi untuk menghiburku dan membuat hidupku bahagia.Hahaha.Aku pikir sebenarnya Harabeoji memang baik, cuma terkadang dia itu lebih bawel dari nenek sihir.

Aku berjalan gontai melewati gang-gang kecil untuk sampai kerumahku.Rumahku memang tidak terlalu jauh dari rumah sakit. Jadi, aku tidak perlu naik bus untuk pulang ke rumah

Aku membuka pintu rumah.Aku harus terbiasa dengan suasana sepi sekarang.Dulu meski hanya tinggal berdua dengan eomma, tapi rumah ini tampak ramai.Aku juga harus terbiasa untuk tidak mengharap eomma muncul dari balik pintu kamar dan pelukannya yang begitu hangat.

Lagi-lagi, air mataku tumpah.Aku sudah mengikhlaskannya tapi aku masih belum terbiasa dengan kehidupan baruku tanpa eomma.

TOKTOKTOK

Suara pintu diketuk dari luar rumah. Aku segara menghapus air mataku dan berjalan menuju pintu untuk membukanya.

Aku mendapati dua laki-laki bertampang sangar yang memakai jas hitam.Jujur aku takut.Aku mencoba untuk menenangkan diri dan bertanya maksud kedatangannya.

“Kami datang untuk memberitahukan sesuatu” jawab salah seorang laki-laki yang berjas hitam itu.

“Nyonya Ji Su Hee meninggalkan hutang sebanyak lima puluh juta won”

“Apa lima puluh juta won? Eomma tidak pernah bercerita soal itu” jawabku mencoba untuk setenang mungkin menghadapi dua laki-laki sangar itu.

“Ne, dan untuk melunasinya, rumah ini akan kami ambil alih”

“Apa-apaan kalian! Tidak bisa rumah ini akan selama menjadi milik eomma!” teriakku

“Maaf nona, tapi ini perintah dari atasan kami.Atasan kami beri waktu satu minggu untuk mengosongkan rumah ini.Kalau tidak, kamu akan kami usir secara paksa tanpa barang-barang yang ada disini!” ujar laki-laki itu panjang lebar.Kemudian mereka pergi begitu saja.

Aku berjongkok lemas di depan pintu. Sudah tidak punya tenaga lagi yang tersisa.Semuanya sudah terkuras dalam sekejap.

Aku menangis sesenggukan tanpa menghiraukan langit yang sudah gelap gulita.

“Eomma aku harus bagaimana?”

***

Kyuhyun POV

Drrrrrrtttdrttttttt

Handphoneku bergetar dimeja kecil di sebelah tempat tidurku.

Aigoo, siapa lagi yang telfon pagi-pagi begini! Kalau ini dari Lee Soman, ahjussi tua itu, aku akan menggoroknya hidup-hidup besok! Apa dia tidak tau aku baru tidur selama dua jam?!

Aku memutuskan untuk mengabaikannya.Tapi lagi-lagi handphone itu bergetar terus menerus.Hingga aku pasrah lalu memutuskan untuk mengangkatnya.

Aku terkejut saat membaca nama yang tertera di layar handphoneku.

“Dari Harabeoji” gumamku

Ah tumben sekali Harabeoji telfon. Pagi-pagi lagi.Perasaanku jadi tidak enak.

Aku menarik nafas panjang baru menerima panggilan masuk.

“Yeoboseo aboji” sapaku ramah.

“Cho Kyuhyun, ada dimana kau?” tanya suara dari sebrang.

“Di Hongkong Harabeoji” Jawab Kyuhyun seadanya karena masih setengah sadar.

“Cepat pulang hari ini juga!”

“Mwo?Hari ini? Memangnya ada apa?” Kyuhyun langsung membuka lebar-lebar kedua matanya dan mendapat kesadaran seratus persen.

“Pokoknya kau harus pulang ke Seoul hari ini juga.Kau harus menemuiku segera!” perintah Harabeoji.

“t..tapi Harabeoji, aku masih ada pekerjaan di Hongkong. Aku baru bisa pulang seminggu lagi.”

“Kau berani membantahku Cho Kyuhyun!”Harabeoji mulai membentak.

“Ah ne ne Harabeoji.Aku akan segara pulang.”

Panggilan terputus saat itu juga. Nasib buruk apa yang akan menimpaku?!

Aish sudah kuduga.Perasaanku tidak enak jika Harabeoji telfon.Memang benar ternyata terjadi sesuatu yang tidak enak.Tapi apa-apaan Harabeoji menyuruhku pulang ke Seoul lalu menemuinya? Hah aku tidak bisa membantah perintah Harabeoji Sepertinya aku akan mengalami masalah besar. Huh!

Aku menekan nomor ponsel yang sudah aku hafal di luar kepala.

“Yeoboseo Hyung. Aku tidak bisa melanjutkan pekerjaan disini. Tolong handles semua ok? Aku harus pulang ke Seoul hari ini juga”

Flip.

***

“Kyu kau mau kemana?”

Lee Teuk hyung melihatku yang sedang memasukkan seluruh baju-bajuku ke dalam koper besar.

“Miane hyung aku harus pulang ke Seoul”

“Memang ada apa?” tanya Lee Teuk hyung. Dia duduk di sofa kamarku memandangiku yang sedang mengepak barang-barang untuk kembali ke Seoul.

“Aku tidak tau. Harabeoji yang menyuruhku pulang segera dan aku tidak bisa menolak perintahnya” jawabku

“Kau sudah bilang kepada manager?”

“Sudah hyung”

“Ah yasudah, hati-hati dijalan Kyu” Lee Teuk hyung menepuk pundakku lalu pergi.

Aku mendapat penerbangan pertama pagi ini.Pesawat menuju Seoul terbang pukul Sembilan pagi.

Aku ingat, tadi pagi aku belum sempat sarapan.Karena ini masih pukul setengah delapan pagi, jadi aku masih sempat sarapan di restaurant bandara ini.

Sesampainya di restaurant, aku mengurungkan niat untuk makan karena tiba-tiba aku sudah tidak bernafsu makan lagi.Aku hanya pesan secangkir kopi kepada pelayan.

Aku memutuskan untuk menelfon Ah Ra nunna sambil menunggu kopiku datang.

“Yoboseo”

“Kyu~ ada apa menelfon pagi-pagi begini?” tanya Ah Ra nunna

“Aku akan pulang ke Seoul hari ini”

“Loh, bukankah pekerjaanmu di Hongkong itu selama seminggu?”

“Ne benar.Tapi aku disuruh Harabeoji untuk pulang hari ini juga. Aku pikir kau tau”

“Ah aku tidak tau mengenai hal itu Kyu”

“Kalau soal alasan kenapa aku harus pulang lalu menemui Harabeoji, apa kau tau itu juga onnie?” tanyaku. Berharap onnie tau apa yang akan Harabeoji lakukan terhadapku.

“Miane Kyu, Kalaupun aku tau aku tidak akan memberitahumu. Harabeoji pasti akan mencekikku kalau aku melakukan itu” jawab Ah Ra nunna pasrah.

“Ah yasudah kalau begitu”

“Kau mau aku jemput dibandara nanti?”

“Tidak usah onnie, aku bisa naik taksi.Aku bukan anak kecil lagi” tolakku halus.

“Hahaha aku tau itu Kyu. Kalau begitu sampai jumpa adikku sayang”

Aku menutup telfon pas ketika pelayan datang membawakan kopiku.

Percuma saja akui menelfon Ah Ra nunna, kalau dia tidak mau memberitahuku alasan mengapa Harabeoji menyuruhku menemuinya.Aku pasrah dengan apapun yang dilakukan aboji nanti terhadapku.

Aku menyesap kopiku sedikit.Mersakan pahit manisnya kopi Hongkong yang terkenal enak.Kemudian aku mengeluarkan istriku alias PSP untuk menjauhkan pikiran mengenai Harabeoji.Setidaknya apapun yang Harabeoji lakukan nanti, aku masih tetap bisa bermain dengan istriku ini.

***

Ji Young POV

Malam ini aku tidak bisa tidur sama sekali. Bagaiman bisa aku tidur setelah tahu kalau rumah peninggalan Eomma akan disita? Huft, entah apa yang harus aku lakukan. Rumah ini sangat amat berharga bagi Eomma.Karena aku tau dia bekerja keras untuk bisa membeli rumah ini.Tapi dalam sekejap, rumah ini akn hilang begitu saja dan aku tidak bisa berbuat apa-apa.Aku merasa menjadi anak yang sangat tidak berguna. Miane Eomma 😥

Membayangkan aku harus memberikan rumah ini dengan mudahnya kepada orang asing, membayangkan eomma yang pasti akan sangat sedih jika dia mengetahui ini semua, dan aku..aku akan tinggal dimana jika tidak dirumah ini?

Tiga tahun lalu saja, aku nyaris mati kedinginan karena tidur di depan toko butik di pinggir jalan. Untung ada eomma yang menyelamatkanku.Memberikanku kehangatan dan kehidupan baru.

Ting Tong

Aku nyaris terpingkal jatuh setelah mendengar bunyi bel.Jangan-jangan ini namja-namja berdasi semalam?Apa aku harus membukakan pintu?

“Ji Young.. Ji Young.. Kau ada didalam?” suara seseorang dari balik pintu

Ah itu suara Goo Hara!

Aku langsung bergegas membukakan pintu.

“Annyeong!” sapa Hara dengan senyum lebarnya.

“Annyeong. Ada apa?” tanyaku

“Aigoo, jadi sahabatmu tidak boleh main ke rumahmu, begitu?”Wajah hara ditekuk ditambah bibirnya yang mengerucut.

“Aniyo!Ayo masuk!”

Aku mempersilahkan Hara duduk di ruang tamuku yang begitu mungil.

“Aku disuruh eomma mengantarkan kue ini untukmu. Kau pasti belum sarapan kan?” tanya Hara memastikan.

Aku menggeleng lemah.Jangankan makan, tidurpun sulit.Segala sesuatu amat sulit tanpa eomma.

“Eomma sangat khawatir Young-ah.Dia mendengar tangisanmu semalam. Sebenarnya ada apa?” tanyanya cemas. Raut wajahnya berubah serius.

Aku hanya diam dalam kebisuan.Aku bingung memulainya dari mana.

“Kau masih menganggapku sahabat? Aku bisa menjadi pendengar yang terbaik”

Aku menghela nafas panjang sebelum memulai bicara.“Rumahku akan disita Hara-ah” jawabku lemas.Air mataku kembali jatuh.

Aku menceritakan tentang kejadian semalam kepada Hara.Hara terlihat sangat cemas, dia memelukku lalu mengusap kepalaku lembut.Memang disaat seperti ini, aku butuh seseorang untuk bersandar.Dan sandaran yang tepat adalah Hara, tetangga sekaligus sahabat terbaik.

Hara mengangguk ketika aku mengakhiri ceritaku.Dia mengusap air mata di pipiku yang terlanjur basah.

“Kau bisa tinggal dirumahku Young-ah.Eommaku pasti akan sangat senang sekali” usul Hara.

Aku menggeleng kuat.“Gwenchana Hara-ah.Gomawoyo.Aku tidak bisa merepotkan keluargamu terus menerus” tolakku halus.

“Kau sama sekali tidak merepotkan kami Hara-ah. Kau sudah kami anggap seperti keluarga kami sendiri”

“Miane Hara-ah, aku tidak bisa.Lagipula aku sudah bekerja, aku bisa hidup mandiri. Aku tidak mungkin menggantungkan hidupku kepada orang lain lagi.”

“Kau ini memang keras kepala.Benar kata ibumu.Lagipula ibumu sudah menitipkanmu kepada kami. Jadi sekarang kau tanggung jawab kami”

“Tapi ini kemauanku Hara-ah. Eomma pasti mengerti”

Hara menghela nafas berat.Dia seperti sudah pasrah melihatku yang bertekad untuk tidak tinggal dirumahnya. “Baiklah”

Aku tau Ibunya Hara juga sangat menyayangiku bahkan beliau menganggapku sebagai anak sendiri.Aku sudah terlalu banyak merepotkan keluarga mereka.Sudah lebih dari cukup bantuan mereka selama ini.

“Kalau begitu aku pulang dulu Ji Young-ah” Hara pulang setelah memelukku lagi.

***

Donghae POV

Aku mengambil sebingkai foto yang tergelatak di laci kamarku.Foto yang sudah lama aku tidak berani melihatnya.Di dalam foto itu terdapat aku, Hyukjae, dan seorang yeoja yang tersenyum ditengah-tengah kami berdua.Aku sangat amat merindukannya.

“Donghae-ya, siapa yang memakai pencukur jenggotku?”

Seseorang berjalan menuju ke arahku.Dia duduk disampingku dan melihat foto yang sedang kupegang tanpa aku sadari.

“Ah ternyata kau belum juga melupakan yeoja itu” ucap Enhyuk sambil menepuk pundakku yang membuatku tersadar.

Aku menoleh kaget “Yak, Kau mau membuatku mati terkejut hah?” teriakku.

“Kau belum bisa melupakannya donghae-ya?” tanya Enhyuk sekali lagi.

Aku menggeleng lemah.Bagaimana aku bisa melupakannya setelah menimbun begitu banyak kenangan bersamanya?

“Dua tahun bukan waktu yang singkat, hyukjae-ah”

Kali ini Eunhyuk yang mengangguk.“Kau akan menunggunya kembali?”

“Pasti.Walaupun aku tidak tau kemana dia pergi dan kapan dia akan kembali” jawab donghae dengan suara serak.

“Kau bilang, dia ke Indonesia kerumah orangtuanya!”

“Itu hanya dugaanku saja”

“Kalau begitu, kenapa tidak kau susul saja dia ke Indonesia?” tanya Eunhyuk

Seketika aku menoyor kepala sekencang-kencangnya.

“Hei, kenapa kau hobi sekali menoyor kepalaku?!Aish sakit” Eunhyuk menggerutu.

“Aku tidak tau dimana alamat orangtuanya di Indonesia.Lagipula aku tidak mengenal Indonesia. Dan juga Indonesia itu sangat luas! Jadi bagaimana mungkin aku menemukannya” aku mulai pasrah entah harus bagaimana lagi.

“Kalau begitu, aku hanya mau bertanya.Siapa yang memakai pencukur jenggotku?”Eunhyuk menunjukkan alat pencukur jenggotnya yang kotor seperti habis dipakai orang. Dia menunjukkannya tepat di depan mukaku hingga aku bisa melihat dengan jelas alat pencukur jenggot itu.

Aku berfikir sejenak, mengingat-ingat siapa yang keluar dari kamar mandi dengan jenggot mulus.

“Aha! Aku tau Hyukjae! Yang memakai pencukur jenggotmu pasti Heechul Hyung!” jawabku

“KIM HEECHUL!!!” Eunhyuk bergegas keluar kamarku sambil mengangkat tinggi-tinggi alat pencukur jenggotnya itu dengan wajah geram.

Aku menggeleng-geleng melihat tingkah si monyet, coupleku itu.

Aku memfokuskan pandanganku kearah foto yang sedari tadi kupegang.

Mungkin akan sulit untuk menemukanmu tapi aku akan berusaha untuk mencarimu. Kau pasti akan segera aku temukan, Kim Nana.

***

Kyuhyun POV

Aku tiba di Seoul International Hospital, tempat dimana Harabeoji dirawat sekitar pukul satu siang.Aku menuju kamar 290 dan masuk setelah aku menemukan kamarnya.

Aku masuk secara perlahan.Aku takut Harabeoji sedang tertidur dan aku tidak mau menganggu tidurnya.Tapi ternyata aku salah.

“Hei jangan sentuh aku! Aku tidak mau disuapi oleh siapapun keculai Ji Young! Kemana anak itu?!”

Harabeoji menolak sendok yang akan masuk kemulutnya. Perawat itu bahkan hampir menangis dibentak oleh Harabeoji.

“Dia izin datang terlambat Ahjussi” jawab perawat itu pelan sambil menunduk takut-takut.

“Cepat suruh dia datang kesini sekarang juga!”

Aku berjalan mendekati perawat itu dan mengambil alih mangkuk buburnya.Harabeoji yang sudah melihat kedatanganku lalu terdiam.

“Harabeoji makanlah.Aku suapi ok?”Aku harus sabar jika berhadapan dengan Harabeoji.

“Aku bilang tidak mau Kyuhyun! Aku mau menunggu kedatangan dia dulu” jawab Harabeoji

“Perawat yang tadi Harabeoji cari itu? Tapi belum tentu dia datang kan. Ayolah makan” Rayuku lembut.Aish aku bisa juga berlembut-lembut seperti ini.Aku bahkan tidak tau aku bisa seperti itu.Sepertinya jiwa malaikatku kembali lagi.

“Dia pasti datang.Aku akan memarahinya habis-habisan jika dia tidak datang!”

“Baiklah Harabeoji.Memang apa bedanya perawat itu dengan perawat yang tadi?” tanyaku ingin tau.Sepertinya perawat yang Harabeoji sebut-sebut itu tampak special baginya.

“Jelas jauh berbeda. Dia itu bisa mengalahkanku main catur! Hahaha” harabeoji tertawa sendiri.

“Hanya karena itu?”

“Dia itu beda dari siapa pun. Kau bisa mengenalnya nanti”

“Ah ya, ada perlu apa Harabeoji menyuruhku untuk menemuimu?” tanyaku padsa topik utama.

“Kau akan segera aku nikahkan Kyuhyun-ah” jawab Harabeoji santai.

“Mwo?Menikah? Andwae! Aku tidak mau!”Enak saja Harabeoji menyuruhku menikah begitu saja.Apa yang ada dia dipikiran?

“Kenapa aku harus menikah?Lalu dengan siapa?” tanyaku berturut-turut.

“Kau memang sudah waktunya menikah. Kau sudah cukup dewasa”

“Tapi aku tidak mungkin menikah segampang itu.Bagaimana dengan pekerjaanku?Dengan management dan para fansku?”

Aku tidak mau karierku berhenti dan hancur hanya gara-gara aku menikah.Aku sudah bekerja keras untuk menjadi popular seperti sekarang ini.

“Itu gampang.Harabeoji yang akan atur semua” Aku melihat senyum evil Harabeoji.Senyum yang juga aku miliki.

“Dengan siapa aku akan menikah?”

KLEK

Pintu kamar terbuka dan muncullah seorang yeoja mengenakan pakaian perawat rumah sakit.Dia pasti perawat yang ditunggu-tunggu Harabeoji tadi.Tapi dia tampak kacau.Yeoja itu terlihat basah, lemas, pucat dan kantung matanya yang besar dan berwarna hitam.

***

Apa mulai sekarang, aku harus kembali mencari? Aku bahkan tidak ingat satu hal pun. Aku pun juga tidak punya petunjuk sama sekali. Lalu bagaimana aku harus mencari?

Kenapa aku bisa sebodoh ini?Kenapa aku bisa tidak ingat apa-apa?! Aku bahkan terlihat tidak berguna hidup di dunia ini!

Pertanyaan pertanyaan itu berputar-putar dikepalaku.Otomatis kepalaku menjadi pusing.Aku memijat-mijat pelipisku.Mungkin ini juga efek karena aku tidak tidur semalaman.

Aku berjalan lesu ke rumah sakit.Tubuhku rasanya lemas, kakiku kaku, kepalaku pusing. Y a Tuhan kuatkan aku!

Langit sedang tidak memihak kepadaku.Langit mulai mendung diikuti tetes kecil air yang jatuh di atas hidungku.Tapi kemudian tetes kecil air itu menjadi tetes-tetes besar yang mengguyur seluruh tubuhku.

Sontak, aku berlari karena rumah sakit sudah tidak jauh lagi.Tasku menjadi pelindung kepalaku tapi tetap saja semuanya sudah terlanjur basah.

Aku tiba dirumah sakit pukul dua siang dengan keadaan kacau.Tadi pagi aku sudah menelfon pihak rumah sakit untuk minta izin dan mereka mengizinkanku.Tapi pasti Harabeoji marah karena aku telat sekali.

Aku mempercepat langkahku ketika mengingat Harabeoji.Aku menghiraukan kepalaku yang terasa semakin berat.

Aku membuka kamar Harabeoji.Aku melihat Harabeoji bersama seorang namja.Harabeoji tersenyum kearahku dan menggerakkan telunjuk tangannya ke arahku.

“Dialah calom istrimu”

“MWO?”Aku dan namja itu berteriak berbarengan.Seketika itu pula, kepalaku menjadi semakin berat dan semua terlihat gelap begitu saja.

TBC

Yeey akhirnya selesai juga pasrt satunya. Masih semangat nih bikin ffnya soalnya masih awal. Gimana-gimana fanfictionnya? Jelekkah? hehe harap maklum karena masih pemula. Tapi aku juga usaha biar bisa ngasih yang terbaik buat kalian. Berharap banget kalian suka ya.

Please, kasih like sama komentarnya ya. Soalnya aku kan masih baru dalam dunia tulis-menulis ini  jadi butuh  masukan-masukan dari kalian.  hehe

Finally, Makasih buat readers yang udah baca bad fanfiction ini. Semoga nggak kapok lagi yaa  baca disini wkwk 🙂

Who I am ( part 2 )

Cast    : Kang Ji Young, Cho Kyuhyun, Lee Donghae, Goo Hara, Lee Jeong Min, member super junior

Genre : Romance

 

Kepalaku pusing seperti berputar-putar. Mataku pun rasanya berat tak bisa dibuka. Sepertinya lebih nyaman dengan mata terpejam seperti ini saja.

Aku menyium bau….alkohol. Ya bau ini sangat familiar bagiku. Kepalaku kembali berputar. Tiba-tiba tubuhku terguncang. Aku mendengar seseorang yang memanggil-manggil namaku. Aku ingin membalas panggilannya, tapi bibir ini terasa kaku. lalu aku mencoba untuk membuka mataku secara perlahan. Cahaya yang amat silau membuat mataku mengerjap-ngerjap. Cahaya itu kemudian memudar digantikan cahaya lampu, aku kembali fokus kepada penglihatanku.

Aku kenal tempat ini, bagaimana tidak? tempat ini adalah tempat dimana aku bekerja. Ya, aku berada di sebuah kamar rumah sakit. Tapi kenapa aku bisa berada disini? Aku juga terbaring di tempat tidur. Apa yang terjadi?

Ah aku ingat ketika aku masuk ke kamar Harabeoji tiba-tiba kepalaku berat dan berputar-purar dan semuanya menjadi gelap.

Oh ternyata aku pingsan.

“Hei nona! Syukurlah kau sudah sadar”

Aku mencari suara itu. Pandanganku beredar mencari sosok yang mengeluarkan suara itu.

“Hei aku disini” Suara itu lagi.

Ah ternyata dia disebelah kiriku. Dan..dan.. Dia , dia namja yang terakhir kali aku liat di kamar Harabeoji. Aku ingat terakhir Harabeoji bicara sebelum aku pingsan, Harabeoji menunjukku lalu berkata bahwa aku adalah calon istri namja yang sedang berbicara dengan Harabeoji. Jika aku tidak salah ingat, namja itu…namja yang berada di sampingku sekarang.

Apa benar dia calon suamiku? Ah sepertinya Harabeoji sedang bercanda. Dia kan senang sekali bergurau. Jadi tidak usah dipikirkan.

“Kau tidak apa-apa?” tanya namja ini mengagetkanku. Dia terlihat cemas dengan dahi yang berlipat-lipat.

“Ne Gwenchana. Kamsahamnida” Jawabku seadanya.

“Sungguh?” Namja ini mendekat kearah wajahku, memperhatikan wajahku. Mungkin dia ingin memastikan wajahku pucat atau tidak. Dia mendekat hingga aku bisa mencium aroma tubuhnya. Refleks mataku terpejam. Aku merasa sesuatu menyentuh dahiku.

“Ah benar. Demammu sudah turun” Namja ini tersenyum kearahku. Tangannya pun turun dari keningku.

Tunggu… Sepertinya aku kenal dengan senyum ini. Dan sepertinya wajah namja ini sangat familiar bagiku.

Aku mengamati wajahnya lagi dengan seksama. Aku perhatikan lekuk-lekuk wajahnya. Wajah ini mirip wajah….

“OMO! KAU..KAU KYUHYUN  SUPER  JUNIOR ?” aku setengah berteriak. Aku tau wajah ini, aku sangat kenal. Setiap hari aku selalu melihat wajah ini di televisi.

Dia salah satu biasku. Cho Kyuhyun, magnae super junior.

Namja ini kembali tersenyum lebar lalu dia mengangguk “Ne kau benar agassi”

DEG. Jantungku jantungku. Aigoo, kenapa artis ini ada disini? Disampingku? Mimpi apa aku semalam.

Eomma~ aku bertemu artis idolakuuu.

“Sedang apa kau disini?” tanyaku sedikit gugup.

“Aku cemas melihatmu pingsan. Wajahmu sudah seperti mayat hidup. Jadi aku membawamu kesini” jawabnya panjang lebar

Apa dia bilang?! Seorang Cho Kyuhyun cemas terhadapku? Dan dia bilang dia yang membawaku kesini? Itu berarti, dia menggendongku? Ya Tuhan hari ini aku dapat rezeki yang melimpah. Rezeki bertemu namja tampan!

Aku tersenyum senang. Aku yakin pipiku pasti sudah semerah tomat. Aku melirik kearahnya. Ingin memastikan jika ini bukan hanya mimpi.

“Kenapa senyum-senyum?” tanya Kyuhyun.

Sontak aku menjadi salah tingkah. Aku harus jawab apa? Aku jawab karena aku suka kau menghawatirkanku? atau aku jawab karena kau menggendongku? Aish itu hanya akan mempemalukanku saja.

“mmm tidak apa-apa” jawabku singkat karena aku bingung harus menjawab apa.

Oh ya apa aku harus menanyakan alasannya berada di kamar Harabeoji? Seperti tidak ada salahnya.

“Kyuhyun-ssi aku lihat, kau berada dikamar Harabeoji. Sedang apa kau disana?”

“Harabeoji?” tanyanya bingung.

Aku menangguk “dia menyuruhku memanggilnya begitu” jelasku

“Cih, sudah kuduga” kyuhyun mencibir

“Aku cucunya” jawabnya singkat.

Aku mengangguk-angguk mengerti. Eh? Tunggu…

“KAU CUCUNYA?! OMO, BERARTI AKU  SUDAH  SALAH  BICARA?! HUAAAA”

Aku terkejut bukan main. Kenapa Harabeoji tidak pernah cerita padaku. Padahal kan Harabeoji tau kalau aku suka sekali dengan super junior.

Dan..aku ingat, aku pernah cerita macam-macam soal kesukaanku dengan artis-artis idolaku tak terkecuali Kyuhyun. Aku pernah cerita jika Kyuhyun adalah namja tertampan di dunia. Aku bermimpi, ingin sekali mencium dan membawa pulang kerumahku.

Aishhh manaku tau kalau Kyuhyun malah cucunya sendiri? jadi selama ini aku cerita pada kakek biasku? Aigoo, mau ditaruh dimana mukaku ini??

“Salah bicara?” kyuhyun mengulang perkataanku.

“tidak-tidak” jawabku panik

“Kalau begitu aku pulang dulu. Istirahatlah dan cepat sembuh. Sampai jumpa” kata Kyuhyun padaku.

Kyuhyun berdiri dari duduknya. Lalu baru berjalan tiga langkah, aku memanggilnya.

 

“Kyuhyun-ssi!”

Kyuhyun menoleh kearahku.

“Kamsahamnida telah menolongku” jawabku sambil tersenyum manis.

Dia hanya balas tersenyum lalu mengangguk kecil. Kemudian dia lanjut berjalan mendekat kearah pintu. Tapi dia berhenti setelah mendengar panggilanku yang kedua.

“Tunggu!”

Aku mengutuk mulutku sendiri. Kenapa terus-terusan memanggilnya, Ji Young!

Kyuhyun kembali menoleh dengan alis diangkat. Seperti meminta jawaban atas panggilanku.

“mmm boleh minta tanda tanganmu?” aku menunjukkan selembar kertas putih di tangan kanan dan bolpoin di tangan kiri yang aku temukan di meja samping. Aku menunjukkan puppy eyesku dan senyum termanis yang aku punya.

***

Kyuhyun POV

Aku berjalan menuju kamar Harabeoji setelah keluar dari kamar perawat Harabeoji itu.

Aku mendapati Harabeoji sedang berbaring dengan tatapan kosong. Belum pernah aku melihatnya seperti ini.

Harabeoji itu orang yang yang punya sifat keras tapi sangat bijaksana. Aku bahkan sangat mengaguminya. Karena itu juga, tidak ada satu orang pun yang berani membantah dan berurusan dengan Harabeoji. Selain itu, Dia juga orang yang ulet, mau bekerja keras hingga melahirkan perusahaan-perusahaan besar yang sangat sukses di Korea.

Harabeoji menyadari kedatanganku. Dia tersenyum kaku.

“Bagaimana keadaan Ji Young?” tanya Harabeoji

“Ah perawat itu. Dia baik-baik saja Harabeoji. Harabeoji tidak perlu khawatir”

Harabeoji mengangguk-angguk lalu menoleh kearah jendela yang terbuka lebar. Memandang sinar matahari yang menerobos masuk ke dalam kamar menambah hangat musim panas Seoul.

Kami terdiam selama beberapa saat. Kemudian aku membuka pembicaraan. Aku menarik nafas panjang.

“Harabeoji” panggilku pelan. Seolah tidak mau merasa menganggunya.

Harabeoji menoleh dalam diam. Wajahnya terlihat semakin tua. Rambut hitamnya tidak tersisa sedikitpun digantikan dengan rambut putih. Begitu pula dengan jenggotnya yang didominasi dengan warna putih.

“Apa kau masih mau melanjutkan perjodohanmu?” tanyaku sepelan mungkin. Aku tidak berani menatap matanya.

“Kau tau dia pingsan karena perkataan Harabeoji mengenai perjodohan kami” lanjutku.

Aku mendengar hembusan nafasnya yang terdengar berat.

“Kau pikir aku akan menyerah? Aku akan tetap melanjutkannya apapun yang terjadi” jawabnya mantab.

***

Aku memasuki dorm yang tampak gelap. Semua member kecuali aku masih berada di Hongkong melakukan konser disana.

Aku lapar lalu menengok ke arah meja makan berharap ada makanan. Ternyata kosong. Aku bodoh sekali, siapa yang masak jika di dorm ini kosong tidak ada orang satu pun.

Aku membuka kulkas dan hanya menemukan sepiring salad.

“Aish aku bukan kambing jadi tidak mungkin aku menyentuh makanan itu!” gerutuku sendiri.

Aku membanting pintu kulkas dan berjalan kearah pintu lagi. Aku memutuskan untuk mencari makan di luar. Perutku sudah konser sejak tadi meminta untuk diisi.

Aku masuk ke sebuah restaurant fastfood.  Aku sudah memakai penyamaran yang lengkap. Sehingga orang-orang di sini tidak bisa mengenaliku.

Aku mengantri di salah satu barisan kasir dan memesan satu big burger tanpa sayuran dan minuman soda. Setelah aku bayar, aku mencari kursi yang kosong.

Aku memilih duduk di pojok restaurant. Selain agar orang lain tidak memerhatikanku, aku juga sedang ingin menyendiri. Lalu mulai menikmati burger di depanku ini. Sejujurnya aku sangat benci makan sendirian. Tapi apa boleh buat? Disini tidak ada orang yang aku kenal.

Sejenak, pikiranku melayang pada perjodohan Harabeoji. Aku harus menikah dengan yeoja yang tidak aku kenal. Cih sekalipun, aku tidak pernah membayangkan hal itu terjadi padaku. Tapi.. Aku tidak bisa menolak perintah Harabeoji. Seumur hidupku, bahkan seumur hidup keluargaku, tidak ada seorang pun yang bisa membantah Harabeoji.

Huh.. Aku menghela nafas.

“Kyuhyun oppa?” pundakku ditepuk seseorang

Aku menoleh, “Seo Hyun”

Aku sangat mengenali lekuk-lekuk wajahnya walaupun sekarang wajahnya tertutup masker. Matanya menyipit, itu berarti dia sedang tersenyum.

“Boleh aku duduk disini?” tanyanya

“Tentu” jawabku sumringah. Dalam hati, aku memekik senang, bagaimana tidak? Ini adalah makan malam pertamaku bersama Seo Hyun.Hanya berdua. Aku bahkan telah mengimpikan ini sejak dulu, tapi aku belum berani untuk mengajaknya makan bersama. Tuhan memang adil, tanpa disangka-sangka malam ini dia datang begitu saja untuk makan malam bersamaku.

“Oppa,aku kira kau berada di Hongkong” Seo Hyun memulai pembicaraan.

“Seharusnya. Tapi aku pulang tadi pagi, karena sesuatu”

Dia hanya mengangguk. Aku tidak perlu kan menjelaskan padanya kenapa aku harus pulang ke Seoul pagi ini.

“Kau sendirian Seo Hyun-ah?” tanyaku.

“Ne, yang lain makan diresturant jepang di sebrang jalan”

“Kenapa kau tidak makan disana saja?” tanyaku ingin tau.

Seo Hyun menggeleng. “Aku tidak terlalu suka makanan jepang. Jadi aku memutuskan untuk makan disini saja dan aku beruntung karena aku bertemu denganmu disini oppa” ujarnya panjang lebar.

Aku tersenyum mendengarnya. Beruntung dia bilang? Seharusnya aku yang beruntung bisa melihat wajahmu malam-malam begini.

Aku sangat menyukaimu Seo Hyun. Apa kau tidak tau? Kenapa kau tidak peka? Hah. Aku sudah menyukaimu sejak dulu. Tapi lagi-lagi aku tidak punya keberanian untuk mengatakannya.

Aku jadi ingat masalah taruhan beberapa minggu yang lalu. Apakah aku harus mengatakan perasaanku sekarang?

“Seo Hyun”

“ne?”

“A..aku s..”

Sekelebat, wajah perawat itu melintas diotakku. Membuatku terbatuk-batuk.

UHUK UHUK

“Kau tidak apa-apa oppa?” tanya Seo Hyun dengan nada khawatir. Seo Hyun menyodorkan segelas soda ke arahku.

“tidak apa-apa. Gomawo” Aku langsung meneguk soda itu.

“tadi oppa mau bilang apa?” tanyanya

“tidak tidak”

Benar. Masalah perjodohan itu. Jadi aku tidak bisa mengatakan perasaanku pada Seo Hyun sekarang. Tapi suatu saat nanti pasti aku akan mengatakannya.

Aku harus bicara dengan Harabeoji. Menyelesaikan masalah pertunangan ini dengan segera.

“Aku sudah selesai makan. Aku harus kembali ke vanku oppa. Sampai jumpa” pamitnya.

“mmm kau mau aku antar?” tawarku.

Dia tersenyum “Tentu” jawabnya pendek tapi nyaris membuat jantungku lompat dari tempatnya.

Aku memberanikan diri untuk menggamit tangannya, mengepalnya dalam telapak tanganku dan mulai berjalan berdampingan. Seohyun tidak tampak menolak tanganku, dia malah tesenyum lalu mengikuti berjalan disampingku.

Aku berhenti di depan van snsd. Sepertinya member snsd belum kembali.

“Mereka belum kembali oppa” ucapnya seraya tau apa isi pikiranku.

Tangan Seohyun bergerak-gerak. Aigoo, aku baru sadar aku belum melepaskan genggamanku. Segera aku melepaskan tangannya. “Miane” jawabku sambil tersenyum malu.

“Gwenchana oppa. Terimakasih telah mengantarku” Dia membungkuk kecil sambil tersenyum.

“Masuklah” suruhku agar dia masuk kedalam vannya.

“Ne oppa. Oppa juga pulanglah, ini sudah malam” ujarnya.

“Ah aku akan pulang Seo Hyun. Selamat malam. tto poepketsumnida!”

Aku melambaikan tanganku kearahnya. Lalu berjalan membelakanginya.

“Kau harus menungguku Seo-ya” gumamku kecil.

***

Ji Young POV

Aku mengambil gelas kecil dan tiga kapsul obat yang ada disebelahku. Aku memakan tiga kapsul tersebut sekaligus.

Huh, sebegitu kesepiankah aku? Aku merasa sendirian hidup di dunia ini. Sekarang aja, saat aku sakit dirawat dirumah sakit, tidak ada satu orang pun yang menjengukku.

Beberapa minggu yang lalu aku masih punya Eomma. Jika dia tau aku sakit seperti ini, pasti dia akan merawatku, menyuruhku minum obat dan makan yang banyak. Aku merindukanmu Eomma~

KLEK

Seseorang masuk. “Sore Ji Young-ah”

Lee Jeong Min melambai kearahku sambil tersenyum.

“Sore juga dokter muda”

Lee Jeong Min mengecek keningku. Lalu mengecek detak jantungku dengan stetoskopya.

“Apa aku sudah boleh pulang oppa?” tanyaku berharap dibolehkan. Aku sudah bosan dirumah sakit, padahal baru berapa jam saja.

“Tidak, kau ini baru pulih dari demam dan lihat wajahmu masih sedikit pucat”

“Hanya sedikit kan? Apa aku sudah tidak demam lagi?”

“Ya, tapi kau perlu istirahat untuk memulihkan kondisimu”

“Nah, aku sudah tidak demam lagi. Ayolah bolehkan aku pulang. Aku bosan disini” Lagi-lagi aku memasang puppy eyesku.

“Jangan keras kepala Ji Young”

“Aku mohon… Aku lebih nyaman istirahat dirumah”

“Aish, baiklah. Tapi aku akan mengantarmu pulang” jawabnya pasrah “eits..jangan membantah!” lanjutnya sedikit membentak.

Aku menanggapinya dengan tersenyum lebar. Aih aku senang bisa pulang. Aku rindu suasana rumah.

***

Dengan terpaksa, aku menyetujui Lee Jeong Min, dokter muda itu untuk mengantarku pulang.

Lee Jeong Min membukakan pintu mobilnya lalu menuntunku masuk ke dalamnya. Kemudian dia masuk ke pintu satu lainnya. Sejenak, dia tersenyum memandangku, baru dia menjalankan mobilnya.

“Aku sudah lama berteman denganmu, tapi aku belum pernah ke rumahmu” ujar Jeong Min

“Seharusnya kau tidak perlu mengantarku oppa, aku bisa pulang sendiri. Lagipula rumahku kan tidak jauh jadi aku bisa berjalan kaki” sahutku

“Sudah aku bilang kan Young-ah, kau tidak boleh membantahku”

Aku hanya memandang lurus ke jalan yang tampak sepi. Setelah itu tidak ada pembicaraan diantara kami lagi.

“Rumahmu dimana?” tanyanya.

“Sepuluh rumah dari sini. Rumah bercat hijau yang paling kecil”

Jeong Min mengangguk-angguk.

Mobil Jeong Min berhenti tepat di depan rumahku.

“Kamsahamnida oppa. Mau mampir?” tanyaku.

“Tidak, ini sudah sangat malam” tolaknya halus.

“Baiklah, sampai jumpa besok pagi oppa”

“Ji Young, kau boleh izin tidak bekerja esok hari”

“Ah tidak, besok pagi pasti aku sudah sangat sehat”

aku membuka pintu mobil lalu turun.

“Sampai jumpa Ji Young, istirahatlah”

Aku tersenyum “Dan kau berhati-hatilah oppa” Aku melambaikan tanganku hingga mobil Jeong Min tidak terlihat lagi.

***

Aku memasukkan seluruh bajuku dan baju eomma ke dalam dua koper besar. Hari ini rumahku akan disita. Setelah itu, aku tidak tau lagi mau tinggal dimana. Aku sudah membayangkan akan tidur di emperan toko lagi seperti dulu. Toh, aku sudah sedikit terbiasa dengan hal itu.

Aku menaruh dua koper besar di depan pintu rumahku. Aku sudah siap jika rumah ini akan disita.

Sekarang, aku harus bekerja dulu dan melupakan hal-hal itu.

Rumah sakit begitu ramai hari ini. Para perawat sibuk dengan tugasnya masing-masing. Termasuk aku.

“Hai Harabeoji” sapaku saat membuka pintu kamar Harabeoji.

Tidak seperti biasanya. Harabeoji hanya diam saat aku sapa. Biasanya dia akan mengomel karena aku lagi-lagi telat atau berteriak mengajakku main games. Tapi kali ini tidak. Aneh.

“Kau tak apa Harabeoji?” tanyaku memastikan. Soalnya kemarin aku kan tidak merawatnya karena tragedi pingsan mendadak. Jadi aku tidak tau kondisi Harabeoji.

“Tidak” jawab Harabeoji singkat.

Ah mungkin lebih baik Harabeoji begini saja. Bukannya seharusnya aku senang kalau Harabeoji tidak bawel seperti biasanya? Tapi kok rasanya aneh ya?

Dari pagi hingga sore, Harabeoji tidak berbicara sepatah katapun. Aku juga sudah memancingnya beberapa kali agar dia marah. Tapi hasilnya nihil.

Aku sedang mengganti infus Harabeoji ketika seseorang masuk.

“Annyeong!” sapa orang yang baru masuk itu.

Aku tercengang melihatnya hingga infus yang kupasang terjatuh.

“Aish kau ini bagaimana Ji Young!” bentak Harabeoji.

Aigoo, Kyuhyun. Hari ini dia tampan sekaliiii. Dia pakai kaos kuning lengan panjang dengan celana panjang bahan berwarna putih. Simple tapi cukup menggoda iman!

“Kyu, aku sudah menunggumu sedari tadi” kata Harabeoji

Kyuhyun hanya mengangguk lalu mengambil salah satu kursi dan duduk di sebelah Harabeoji.

Aku memutuskan untuk berpura-pura sibuk sendiri dengan lap kaca ditanganku. Membersihkan jendela, bukanlah hal yang buruk menurutku sambil menguping tentunya. Haha

“Harabeoji bagaimana keadaanmu?” tanya Kyuhyun. Aku tau dia hanya berbasa-basi saja.

 

“Kyu, aku mau kau melanjutkan rencanaku” Harabeoji mengabaikan pertanyaan Kyuhyun.

Selama beberapa beberapa menit Kyuhyun tidak menjawab.

“Aku tidak bisa Harabeoji. Maaf. SM hanya memperbolehkanku menikah diusia 30 tahun” ujar Kyuhyun

“Kau tenang saja, aku bisa mengatur semuanya. Aku hanya ingin memastikan kau mengikat diri bersama dia untuk selamanya”

Jadi Cho Kyuhyun akan menikah? Dengan siapa? Aigoo ini berita panas namanya. Aish aku tidak rela Kyuhyun akan menikah!

“Tapi kenapa harus dengannya? Aku bisa cari calon sendiri!” Nada suara Kyuhyun mulai meninggi.

“Kau jangan sekali-kali membantahku Cho Kyuhyun!” Harabeoji pun membentaknya.

Kasian juga ya Kyuhyun. Dia harus dijodohkan. Tapi aku penasaran, siapa yang Kyuhyun bilang ‘calon’ itu. Apa Victoria Fx? Atau Seo Hyun snsd? Aku hanya mendengar nama mereka berdua di gosip televisi. Mereka berdua disebut-sebut punya hubungan istimewa dengan magnae superjunior itu.

“Ji Young!” panggil Harabeoji.

Aku segera meninggalkan lap kacaku dan mendekat kearah Harabeoji.

“Ne?”

“Sudah waktunya kau pulang bukan?” tanya Harabeoji.

Aigoo, ini sudah lewat satu jam waktuku pulang. Haish acara mengupingku terlalu seru.

“mmm ne Harabeoji”

“Kyu, antarkan dia pulang!” perintah Harabeoji.

“Ayo aku antar kau pulang”

Kyuhyun menarik tanganku keluar kamar.

Aku bisa melihat senyuman Harabeoji kearahku. Aku melambaikan tangan kepadanya. Dalam hati aku berkata ‘Terima kasih Harabeoji ‘

“Rumahmu dimana?” tanya Kyuhyun ketika sudah masuk mobil.

“Di ujung jalan sana” aku menunjuk kearah jalan di ujung rumah sakit.

Kyuhyun hanya mengangguk-angguk, lalu kembali fokus dengan stir mobilnya.

Aku shock ketika melihat isi mobil ini di jok belakang. Mobil ini kondisinya seratus persen parah. Kaset game tergeletak dimana-mana, juga baju-baju berserakan di lantai mobil, di bangku, bahkan tergantung di jendela dengan kondisi mengenaskan.

“Ah ya aku lupa membereskannya” ujar Kyuhyun seakan tau isi pikiranku.

Kyuhyun lalu memutar sebuah lagu. Aku mendengarkannya dengan seksama hingga lagunya selesai.

“Bagaimana?” tanya Kyuhyun

Aku mengerutkan kening tanda tidak mengerti.

“Bagaimana komentarmu dengan lagunya?” Kyuhyun memperjelas.

“Bagus” jawabku singkat.

“Hanya bagus?” Kyuhyun menggeleng-gelengkan kepalanya.

“mmm enak didengar. Ini lagu siapa?” tanyaku.

“Laguku nanti akan dibuat sebagai ost. Tapi aku kurang yakin dengan lagunya. Aku takut orang tidak akan suka”

“waaa bagus kok. Serius deh! Aku suka banget” jawabku sambil tersenyum lebar kearahnya.

TUING

Tiba-tiba Kyuhyun menoyor kepalaku seenaknya. Hingga aku nyaris kejedot kaca.

“Jangan berlebihan” ucapnya.

Aku mengerucutkan bibirku. Sekarang, aku baru merasakan betapa evilnya makhluk disebelahku ini.

Aku mengelus-elus keningku yang baru aja ditoyor oleh magnae setan yang sangat sangat tampan.

“Aku serius, lagunya bagus kok!” kataku

Kyuhyun hanya mendengus. Lalu diam menatap jalan kedepan.

“Itu rumahku”

Mobil Kyuhyun berenti tepat di depan rumahku. Tapi… Aku melihat dua orang berjas hitam yang waktu itu sedang berdiri di depan rumahku.

“Sepertinya ada tamu” ucap Kyuhyun.

Aku menggigit bibirku. Lalu bergegas turun dari mobil.

Kedua namja berjas hitam itu, tersenyum licik dari arah kejauhan.

“Hai Nona, mulai hari ini, rumah ini resmi disita. Dan menjauhlah! Bawa barang-barangmu pergi dari sini!”

***

Kyuhyun POV

Yeoja itu keliatan panik ketika melihat ada dua orang namja sedang berdiri didepan rumahnya. Dia langsung turun dari mobil dan berlari kearah rumahnya. Mereka berbincang sebentar lalu dua namja itu melempar dua koper besar kearah Ji Young, yeoja itu.

Ada apa ini? Kenapa yeoja itu diam saja diperlakukan seperti itu?

Aku turun dari mobil menghampiri dua orang berjas hitam itu.

“Hei apa-apaan kau?!”

“Haish siapa lagi ini?” orang berjas hitam itu melirik ke arah Ji Young meminta jawaban.

“Ada urusan apa kalian dengan Ji Young? Kenapa kalian berteriak-teriak di depan rumahnya?!!” Aku mulai emosi

“Kau tanya saja dengan yeoja itu” ucap mereka dengan santai. Lalu mereka berjalan pergi meninggalkan kami.

Aku menoleh ke arah Ji Young berharap menemukan jawabannya.

Tapi,, Aigoo, yeoja itu malah menangis. Dia berjongkok di sebelahku sambil membenamkan wajahnya di pangkuannya.

Aku ikut jongkok di sebelahnya dan mengusap punggungnya pelan berharap dia akan berhenti menangis. Aku tidak pernah melihat yeoja nangis didepanku, selain nunaku tentu saja.

Ji Young menengok ke arahku. Wajahnya merah dipenuhi air mata.

“Rumahku disita”

***

Kami tiba di rumahku. Aku memutuskan untuk membawanya sementara tinggal dirumahku. Dia memang belum menceritakan semuanya. Aku juga tidak tega menuntut penjelasannya sekarang, berbuhung dia terlihat sedih dan lemah.

Setelah dia bilang kalau rumahnya telah disita, aku tau, dia bingung mau tinggal dimana. Yasudah, aku menawarkan untuk tinggal dirumahku. Awalnya dia sempat menolak, tapi apa daya kekuatanku lebih besar dari pada gadis lemah itu, aku gendong secara paksa saja ke mobilku. Setelah itu, dia diam tidak menolak dalam perjalanan menuju rumah.

Sekarang, gadis ini tengah tertidur pulas di kursi penumpang disampingku. Wajahnya tampak lelah dengan penuh keringat. Aku tidak tega membangunkannya, lalu aku putuskan untuk menggendongnya ke kamar tamu.

Nuna yang baru saja keluar dari kamarnya, melihatku yang sedang menggendong Ji Young.

“Astaga kyu, siapa perempuan itu? Kau apakan dia?! Jangan bilang kau sudah mengajaknya mabuk lalu kau menidurinya? itu tidak benar bukan??” pertanyaan-pertanyaan mulai muncul dari bibirnya. Nuna kelihatan cemas dan juga marah.

“Tentu saja tidak. Nanti akan aku jelaskan. Lebih baik sekarang, nuna bantu gantikan bajunya” jawabku santai sambil berlalu kearah dapur. Kerongkonganku kering sejak tadi.

Setelah nuna sudah membantu menggantikan baju Ji Young dan dia menemukanku di dapur sedang minum, dia masih tetap meminta penjelasanku.

Nuna duduk dihadapanku dengan wajah serius meminta penjelasan.

“Bukankah dia perawat Harabeoji?” tanya nuna penuh selidik.

Aku hanya mengangguk.

“Sekarang, katakan padaku ada apa?”

“Aku lelah Nuna” jawabku malas

“Aku tidak perduli! Kau jelaskan padaku sekarang juga, atau akan aku banting PSP dan Laptopmu!” ancamnya sadis. Nuna memang tidak pernah main-main dengan ancamannya. Ketika aku masih bersekolah, dia pernah membanting PSP yang baru berumur dua hari dan membuang kaset gamesku.

“Namanya Ji Young, dia perawat Harabeoji di rumah sakit dan kau sudah tau itu. Aku mengantarnya pulang, dan ketika kami sampai disana, rumahnya disita. Berhubung aku baik hati, aku bawa dia kerumah untuk sementara tinggal disini. Apa kau keberatan?”

“Tentu saja tidak. Aku bahkan senang dia tinggal disini. Aku jadi punya teman memasak dirumah. Kyu dia calon istrimu bukan?” tanya nuna dengan penuh senyum evil. Senyum yang aku miliki juga.

Aku mengabaikan pertanyaannya dan berlalu ke kamarku. Ketika aku melewati kamar tamu, tiba-tiba kakiku berhenti sendiri. Aneh memang, tapi rasanya aku ingin melihat Ji Young dahulu sebelum aku tidur. Aku ingin memastikan dia tidur dengan nyenyak.

Aku membuka pintu kamarnya perlahan, berjalan mendekatinya. Aku memerhatikan wajahnya yang tampak tidak nyaman. Keningnya berkerut dan dahinya berkeringat. Tiba-tiba dia mengigau

“Eomma…Appa…” gadis itu menangis tapi matanya masih tertutup pertanda dia masih bermimpi di alam tidurnya.

Aku mengelus puncak kepalanya agar dia tenang. Beberapa menit kemudian, Ji Young kembali tenang dan nafasnya mulai teratur.

“Apa sebegitu beratkah?”

***

Author POV

“Yeoboseyo”

“Yeoboseyo, ah kau”

“Ne, kau masih di Amerika?”

“Ne, satu tahun lagi aku akan pulang ke korea”

“Aku pasti akan merindukanmu”

“Tentu saja”

“Ah mengenai rumah itu, aku serahkan padamu saja biar kau yang urus”

“baiklah, lalu bagaimana dengan rencana kita?”

“Kau jangan khawatir, aku pastikan semua berjalan sesuai rencana”

“Aku percaya padamu”

***

Ji Young POV

Aduh, badanku rasanya lemas, mukaku juga Lembab. Aku mengerjap-kerjapkan mataku. Mengumpulkan kesadaranku sepenuhnya. Aku melihat ke sekelilingku, kamar yang luas dan nampak nyaman dengan barang-barang beraksen classic.

Aigoo aku ada dimana? Aku baru sadar bahwa ini bukan kamarku. Aku tidur dimana ini? Aku melirik kearah pakaianku, dan… Siapa yang menggantikan pakaiankuuuu?

“HUAAAAAAAA” aku berteriak sejadi-jadinya. Shock dengan apa yang terjadi setelah aku bangun tidur.

Pintu kamar terbuka dan muncul seorang perempuan cantik dan juga anggun.

“Sssiapa kau?” tanyaku gugup. Perempuan itu tertawa melihatku.

“hahaha kau takut padaku? Apa aku seperti seorang penjahat perempuan?”

“Kenalkan, namaku Cho Ahra, aku kakak Kyuhyun”

Aku tertunduk malu karena sempat mengira yang tidak-tidak olehnya.

“Tenanglah, Kyuhyun sudah menceritakan semuanya. Kau akan menjadi temanku dirumah ini. Cepat kau mandi, lalu kita sarapan! Bibi Fang sudah membuatkan sandwich special untukmu”

***

Ahra onnie sangat baik dan bersahabat. Sifatnya periang dan manis berbeda dengan Kyuhyun yang bersifat evil. Meski aku mengagumi suara dan wajah tampannya.

Kami duduk sarapan dimeja makan yang sangat besar. Meja makan untuk dua belas orang. Tapi, sekarang, di meja makan ini hanya ada aku dan ahra onnie saja.

“Eomma dan appa tinggal di Eropa. Appa punya perusahaan besar disana. Tapi terkadang dia balik ke Korea untuk mengurus perusahaan Harabeoji” ujar Ahra onnie. Sepertinya dia tau apa yang ada dipikiranku. Tapi dia terlewat satu hal.

“Dan… Kyuhyun?” tanyaku pelan.

“Ah dia, tentu saja dia sibuk dengan boybandnya. Jangan bilang kau tidak tau siapa Kyuhyun?”

“Magnae super junior yang terkenal mempunyai sifat evil” kataku dibarengi tawaan kami berdua.

“Dia memang seperti itu sejak kecil. Dingin tapi cerdas. Dia satu-satunya cucu yang sangat disayangi Harabeoji. Aku fikir, dia akan menjadi pewaris tunggal perusahaan besar Harabeoji” jelas onnie

Aku hanya manggut-manggut mendengar penjelasannya. Aku tidak bisa membayangkan betapa kayaknya keluarga ini. Dan pasti kekayaan yang nantinya dimiliki Tuan muda Kyuhyun. Popularitas dan kekayaan adalah keinginan semua orang, dan itu mudah sekali didapat oleh seorang Cho Kyuhyun. Beruntung sekali dia!

“Onnie, aku harus berangkat bekerja sekarang” pamitku kepadanya.

“Tidak, mulai dari sekarang, kau akan merawat Harabeoji dirumah ini. Sebentar lagi Harabeoji datang”

“Tapi onnie, bagaimana dengan pihak rumah sakit?”

“tenang saja, apapun bisa Harabeoji lakukan” jawabnya enteng.

Memang benar, jika seseorang sudah mempunyai banyak uang, maka dia bisa mengatur segalanya sesuai dengan kehendaknya tanpa memikirkan pendapat oranglain. Batinku kesal.

TINTIN

“ah itu dia Harabeoji!”

***

“Ji Young, kau betah tinggal dirumahku?” tanya Harabeoji.

Dia sudah berbaring dikamar yang luasnya bahkan lebih dari rumahku. Bahkan dikamar ini terdapat perpustakaan dan kamar mandi yang juga tentunya besar.

“Terima kasih karena telah menerimaku tinggal dirumah ini”

“Anggap saja ini rumahmu, dan akan menjadi rumahmu juga” katanya dengan penuh senyum diwajahnya.

Aku hanya mengerutkan kening. Tidak mengerti dengan apa yang Harabeoji katakan. Memang biasanya kan, orang yang sudah tua itu suka asal bicara, jadi untuk apa dipikirkan.

“Ahra, telfon eomma dan appamu, suruh mereka pulang besok pagi”

Onnie tampak shock atas perintah barusan. “Apa tidak terlalu cepat?”

“Kerjakan saja apa yang aku perintahkan” jawab Harabeoji tegas.

***

Mulai hari ini dan entah sampai kapan, aku harus mengurusi Harabeoji dirumahnya. Terpaksa aku akan tinggal disini untuk waktu yang belum ditentukan. Seharusnya aku bersyukur bisa tinggal disini, dirumah yang sangat mewah. Jika mereka tidak membawaku untuk tinggal disini, sudah pasti aku akan tidur di emperan toko pinggir jalan. Tapi entah mengapa, aku merasa tidak nyaman tinggal disini, mungkin karena aku belum terbiasa dan aku juga tidak ingin merepotkan keluarga ini.

Semua orang pasti iri padaku, karena bisa tinggal dirumah seorang Cho Kyuhyun. Siapa sih yang tidak kenal dengan Cho Kyuhyun, magnae super junior? Memang sih, aku cuma sebatas perawat kakeknya. Tapi jangan salah, dirumah ini, aku bisa melihat Kyuhyun dari jarak dekat. Makan bersama dia di satu meja yang sama dan bahkan aku pernah melihatnya keluar kamar mandi hanya menggunakan celana tanpa menggunakan kaos. Aigoo wanita mana yang tidak akan ngiler melihat postur tubuh Kyuhyun yang sixpeck dan berotot? ^^

Pagi ini, keluarga Cho Kyuhyun berkumpul di meja makan yang besar. Harabeoji menyuruhku juga untuk ikut sarapan dengan mereka di meja yang sama. Ahra onnie duduk di sebelahku dan Kyuhyun duduk tepat di depanku.

Tuan dan nyonya Cho pulang pagi hari dari Eropa. Mereka pulang karena diberi perintah oleh Harabeoji. Sepertinya ada yang ingin disampaikan Harabeoji.

“Baiklah karena kalian semua telah berkumpul, saya ingin mengutarakan sesuatu yang selama ini sudah saya rencanakan baik-baik” kata Harabeoji lugas dan tegas

Tuan dan nyonya Cho tampak serius mendengarkan, sedangkan manusia di depanku, Kyuhyun tampak masa bodoh dengan ucapan Harabeoji.

“Lansung pada poin utamanya, aku akan menikahkan mereka, Kyuhyun dan Ji Young”

“MWO?!!” aku, onnie, tuan dan nyonya Cho serempak berteriak, kecuali Kyuhyun. Sontak semua mata tertuju kearah aku dan Kyuhyun.

Aku hanya bisa menggeleng gugup dan Kyuhyun tetap santai melanjutkan makannya tanpa menghiraukan tatapan-tatapan mereka.

“Kenapa dengan Ji Young? sepertinya Kyuhyun belum mengenal lama dia kan? Bahkan aku tidak tau asal usul keluarganya” ujar nyonya Cho

“Aku sangat mengenalnya, aku tidak memandang bagaimana seluk beluk keluarganya, dan aku menyukainya” jawab Harabeoji mantab

Aku hanya bisa melongo mendengar pembicaraan ini. Apa-apaan ini? Mereka memutuskan hanya dari satu pihak, tanpa mendengar bagaimana pendapatku? Aish memang dasar orang kaya maunya seenaknya sendiri!

“Tapi Harabeoji, aku tidak tau apa-apa mengenai hal ini, tolong jelaskan padaku. Bagaimana bisa aku menikah dengan laki-laki yang tidak aku suka?” aku berusaha menyela

“Ji Young, aku tau kau menyukainya. Bukankah kau fans beratnya? Kau bahkan pernah bilang jika kau bertemu dengan Kyuhyun, kau ingin menciumnya dan membawanya pulang. Benar bukan?” Harabeoji tersenyum lebar begitu juga dengan Ahra onnie yang cengigisan.

Haisssshhh memalukaaaan!! kenapa hal semacam itu masih saja diingat-ingat!! Aigoo mau ditaruh dimana mukaku sekarang

“Aku selesai makan. Aku pergi” kata Kyuhyun dingin. Dia pergi begitu saja dengan raut wajah yang tidak bisa ditebak.

***

Kyuhyun POV

aku pergi begitu saja meninggalkan meja makan dengan orang-orang  yang masih tampak shock dengan keputusan Harabeoji. Hah aku sudah bisa menduganya. Untuk apa eomma dan appa disuruh kembali ke Korea kalau tidak membicarakan masalah itu?

Lihat wajah gadis itu, cih sungguh memuakkan! Aku tau dia hanya pura-pura shock dan sedikit membantah, padahal di dalam hatinya, dia sangat mengingikanku. Dia itukan fans beratku, mana mungkin dia menolak tawaran menggiurkan seperti itu.

“Hei Kyu, kenapa kau kemari?” tanya Sungmin Hyung yang baru keluar dari kamarnya.

“Yak! Aku ini juga member super junior! Masa aku tidak boleh datang ke dormku sendiri” jawab Kyuhyun

“Hari ini kan kau tidak ada jadwal. Biasanya jika dihari seperti ini, kau pasti seharian akan main game di rumahmu atau membeli kaset-kaset games itu” ujar Sungmin. Dia berjalan menuju pendingin minuman, mengambil sekaleng cola, lalu duduk di samping Kyuhyun.

“Hyung, aku….aku..aku dijodohkan”

“MWO?!” teriak Sungmin diikuti dengan semburan colanya yang mengenai celana Kyuhyun.

“Yak! Aishh kau ini jorok sekali” Kyuhyun menebas-nebaskan celananya yang dibasahi cola.

“Kau serius Kyu? Siapa calon istrimu itu? Apa dia cantik?” tanya Sungmin penasaran.

“Dia perawat Seoul international hospital. Tapi sekarang menjadi perawat pribadi Harabeoji dirumah. Entah kenapa, Harabeoji tertarik dengannya, dan dengan keputusan yang dia buat sendiri, dia akan menjodohkanku dengan gadis itu” terang Kyuhyun

“Lalu bagaimana dengan Seo Hyun?”

Kyuhyun membenamkan wajahkan di dua telapak tangannya, lalu mengacak-acak rambutnya kesal.

“Aku tidak tau Hyung. Kau tau kan, aku sudah menyukainya sejak lama” jawab Kyuhyun kecewa

“Aku tau Kyu. Tapi menurutku, kau patut mencobanya terlebih dahulu. Yah sebelum kau menikah, kau kan punya waktu banyak untuk mengenalnya. Lagipula kau kan tidak bisa menolak permintaan Harabeojimu itu” ujar Sungmin

“Kau benar. Tapi apa kau pernah membayangkan jika kau harus melepaskan seseorang yang sangat kita suka untuk selama-lamanya?”

***

Ji Young POV

Aku harus menyebut ini mimpi baik atau mimpi buruk?

Jujur, aku merasa bersyukur karena aku akan menjadi calon istri biasku. Cho Kyuhyun. Tapi apa aku akan hidup bahagia jika salah satu diantara kami hanya terpaksa?

Aku sangat tau, Kyuhyun pasti tidak setuju dengan perjodohan ini. Orang setampan, setenar, dan sekaya Kyuhyun seharusnya mempunyai pendamping hidup yang sepadan dengannya. Seo Hyun mungkin? Aku tau Kyuhyun menyukainya. Aku pernah melihat Kyuhyun tersenyum menonton Seo Hyun di acara reality show. Tatapannya beda meski hanya dibalik kaca.

Apa aku sebegitu kejamkah jika aku menerima perjodohan ini?

Aku mengacak rambutku gusar, tengkurap di atas tempat tidur,dan membenamkan wajah di atas bantal.

TOK TOK TOK

pintu kamarku diketuk. Aku bergegas membuka pintu dan mendapati Kyuhyun. Dia mendorongku masuk kamar lalu menutup pintu.

“Aku tidak suka basa basi. Jadi langsung saja aku katakan bahwa aku sama sekali tidak tertarik denganmu”

DEG

“Dan dengar, aku sudah menyukai gadis lain. Kau tau Seo Hyun? Ya aku sudah menyukainya sejak lama”

Tenggorokkanku tercekat, kakiku kaku, dan air mataku…ah tidak jangan sekarang

“aku tau kau biasku. Apa seorang fans tega membiarkan biasnya menderita?” tanyanya sambil menyunggingkan senyum di sudut bibirnya.

Aku hanya dapat menggeleng pelan. Lalu menatapnya dengan takut-takut

“Ah bagus! Kalau begitu bisakah kau membantuku? Membicarakan hal ini kepada Harabeoji agar dia membatalkan keputusannya?” ujar Kyuhyun tersenyum senang. Dia mengacak rambutku lalu melenggang pergi keluar kamar.

Introduction

Haloo

Annyeong haseyo, Meli Imnida! Saya pelajar di salah satu sekolah di Jakarta. Hobi saya sih banyak, baca novel, baca fanfiction, baca komik, nonton dvd, nulis cerpen dan sekarang lagi coba-coba buat nulis fancfiction. Semoga aja diterima oleh para readers ya. Saya adalah seorang Elf loh. Saya penggemar berat Lee Donghae dan  Lee Jinki haha. Berarti bukan cuma ELF dong? yaa begitulah, saya juga seorang SHAWOL. Labil banget ya? haha. Ok sepertinya cukup introducingnya. Pesan sebelum mengakhiri perkenalan kali ini, -Sering-sering dateng ke blog ini yaa- *gaje banget.

Lanjut baca post berikutnya, ok? wajib!

Salam manis,

   Author ♥